Polsek Lubuk Pakam Amankan Pelaku Pencurian Dengan Pemberatan
Polsek Lubuk Pakam Amankan Pelaku Pencurian Dengan Pemberatan
kota
Baca Juga:
- Siaga Kekeringan Ekstrem! Bupati Madina Saipullah Nasution Gerak Cepat Hadiri Rapat Nasional, Siapkan Strategi Selamatkan Pertanian
- Bupati Padang Lawas Gaspol ke Kementerian PU, Amankan Program Jalan dan Air untuk 2027!
- Bersepeda Menyusuri Desa, Bupati Sergai Temukan Potensi Pertanian Anggur hingga Melon
Pemerintah pusat mulai bergerak cepat menghadapi ancaman kekeringan ekstrem yang diprediksi terjadi pada tahun 2026. Hal ini terlihat dari digelarnya Rapat Koordinasi (Rakor) Mitigasi Kekeringan Lahan Pertanian yang berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Pertanian RI, Jakarta Selatan, Senin (20/4/2026).
Rakor strategis ini turut dihadiri Bupati Tapanuli Selatan, H. Gus Irawan Pasaribu, sebagai bentuk komitmen daerah dalam menjaga ketahanan pangan di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin nyata.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperingatkan potensi kekeringan ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia pada 2026. Pemerintah pun tak ingin kecolongan, sehingga langkah mitigasi langsung disusun sejak sekarang.
Selain itu, Rakor ini juga menjadi bagian dari arahan Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam memperkuat program swasembada pangan berkelanjutan di seluruh daerah.
Usai mengikuti rapat, Gus Irawan menegaskan bahwa Rakor ini punya peran penting dalam menentukan arah kebijakan pertanian nasional, sekaligus memperkuat kesiapan daerah menghadapi dampak perubahan iklim.
Menurutnya, paparan dari Menteri Pertanian sangat komprehensif dan kini sudah memasuki tahap finalisasi, terutama terkait dukungan anggaran dari APBN untuk sektor irigasi.
"Ini langkah yang sangat strategis untuk mendorong pembangunan pertanian. Kita butuh keputusan yang tepat dan cepat, apalagi terkait penguatan irigasi yang jadi kunci utama," ungkapnya.
Gus Irawan juga mengungkapkan kondisi riil di Kabupaten Tapanuli Selatan yang cukup memprihatinkan. Dalam beberapa waktu terakhir, daerah tersebut mengalami bencana pertanian yang berdampak pada lebih dari 3.000 hektare lahan sawah mengalami gagal panen.
Kondisi ini membuat pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi menjadi kebutuhan mendesak. Tanpa sistem irigasi yang memadai, ancaman kekeringan bisa berdampak lebih luas dan merugikan petani secara signifikan.
Dengan keikutsertaan dalam Rakor nasional ini, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan menunjukkan keseriusannya dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Langkah ini juga menjadi sinyal kuat bahwa daerah tidak tinggal diam menghadapi ancaman krisis iklim.
Ke depan, diharapkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah mampu mempercepat realisasi program irigasi serta berbagai strategi mitigasi lainnya.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Polsek Lubuk Pakam Amankan Pelaku Pencurian Dengan Pemberatan
kota
Kapolres AKBP Dr. Wira Prayatna Wira Prayatna Pimpin Sertijab, Wajah Baru Warnai Polres Padangsidimpuan
kota
Satresnarkoba Polres Palas Bongkar Jaringan Sabu di Barumun Tengah, 4 Pria Diamankan dengan Barang Bukti Hampir 10 Gram
kota
Nahas di Tengah Hujan! Remaja 14 Tahun di Tapanuli Selatan Tewas Tersambar Petir
kota
Korsleting Listrik Diduga Jadi Pemicu, Kebakaran Dini Hari Tewaskan Lansia di Padang Lawas Utara
Kota
Kapolres Padang Lawas Pimpin Sertijab Pejabat, Tekankan Inovasi dan Kesiapsiagaan Hadapi Tantangan Kamtibmas
kota
Strategi Pemkab Paluta Amankan Stok Pangan Hadapi Musim Kemarau 2026
kota
Sekda Padangsidimpuan H. Rahmat Marzuki &ldquoGaspol&rdquo! Target Kinerja Wajib Tuntas, Program ASRI Tak Boleh Sekadar Seremoni
kota
Bersama Mentan, Bupati Tapsel Gus Irawan Hadiri Rakor Nasional, Fokus Hadapi Ancaman Kekeringan Ekstrem 2026
kota
Siaga Kekeringan Ekstrem! Bupati Madina Saipullah Nasution Gerak Cepat Hadiri Rapat Nasional, Siapkan Strategi Selamatkan Pertanian
kota