Harapan yang Disemai dari Pohon Cabai: Kisah Abdul Rozzaq, Kepala Keluarga Penyintas Banjir Sumatera
Harapan yang Disemai dari Pohon Cabai Kisah Abdul Rozzaq, Kepala Keluarga Penyintas Banjir Sumatera
kota
Baca Juga:
Medan – Menjelang masa purna tugas Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan, Wiriya Alrahman, dinamika internal birokrasi di lingkungan Pemko Medan mulai menghangat. Sejumlah nama mencuat dan diperbincangkan sebagai kandidat kuat pengganti posisi strategis tersebut.
Dari kalangan pejabat eselon II, beberapa figur dinilai memiliki peluang dan rekam jejak yang layak diperhitungkan. Di antaranya Asisten I Setdako Medan, Laksama Siregar, yang dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang pemerintahan dan administrasi umum. Posisi strategisnya saat ini dinilai menjadi nilai tambah dalam memahami roda birokrasi secara menyeluruh.
Selain itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Beni Sinombah Siregar, juga masuk dalam radar kandidat. Ia dinilai memiliki kapasitas manajerial yang kuat, terutama dalam mengelola sektor pendidikan yang menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.
Nama lain yang turut diperbincangkan adalah Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Medan, Arrahman Pane. Dengan latar belakang di bidang komunikasi publik dan teknologi informasi, ia dianggap mampu membawa pendekatan modern dalam tata kelola pemerintahan, khususnya di era digitalisasi pelayanan publik. Kiprahnya dalam mendorong inovasi dan perencanaan strategis dinilai menjadi modal penting untuk mendukung reformasi birokrasi di Kota Medan ke depan.
Pemerhati Sosial dan Politik UMSU Shohibul Anshor Siregar menilai, penentuan Sekda Medan ke depan harus mempertimbangkan sejumlah aspek penting, mulai dari integritas, pengalaman birokrasi, kemampuan koordinasi lintas OPD, hingga visi dalam mendorong percepatan pembangunan kota.
"Sekda bukan hanya jabatan administratif, tapi motor penggerak birokrasi. Figur yang terpilih harus mampu menjadi jembatan antara kepala daerah dan seluruh perangkat daerah," ujar salah satu pengamat.
Meski demikian, proses penentuan Sekda tetap akan melalui mekanisme seleksi terbuka (open bidding) sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal ini dilakukan untuk memastikan transparansi dan objektivitas dalam memilih figur terbaik.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kota Medan terkait siapa yang akan menggantikan Wiriya Alrahman. Namun, publik berharap sosok yang terpilih nantinya benar-benar mampu membawa birokrasi Kota Medan lebih profesional, responsif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Lebih lanjut Direktur Nbasis itu, Data figur sudah ada di tangan Walikota. Wakil Walikota juga punya pendapat, dan itu akan ia ajukan sebagai pertimbangan kepada Walikota.
Jabatan sestrategis itu rawan intervensi kekuatan politik lokal dan nasional, eksekutif dan legislatif.
Apalagi dengan posisi kota Medan sebagai kota terbesar di wilayah Barat, dengan denyut ekonominya bervolume besar, termasuk industri ekstraktif.
Karena itu oligarki juga akan ikut cawe-cawe.
Apakah ada persyaratan uang persembahan untuk jabatan sepenting itu? Tidak akan ada yang punya data, meski semua orang bisa berbisik sesama orang dekat.
Dengan fakta seperti itu, meski akan melewati prosedur rwkrutmen yang sudah ditentukan oleh regulasi yang berlaku, Walikota Medan seyogyanya bertanya kepada hati nuraninya untuk beroleh jawaban:
(-) Sekda yang tak sekadar senior dalam jenjang kepangkatan, melainkan seseorang yang oleh Snouck Hurgronje, penasehat pemerintahan kolonial, pada abad 19 lalu, disebut sebagai figur kreatif tak berjarak dengan rakyat dan memiliki keterbukaan pikiran dan nalar.
(-) meski sudah belajar selama beberapa waktu, kelemahan Walikota dan Wakil Walikota tetap masih sulit disembunyikan. Figur sekda baru Kota Medan sangat diharapkan dengan kapasitas kepakaran, keahlian dan posisi akseptabilitas tinggi, membantu Walikota melaksanakan tugas-tugas konatitusionalnya.
(-) ke depan Sekda dapat bekerja ektra dalam menangani masalah-masalah serius yang selama ini cenderung tanpa jawaban:
pertama, kesenjangan sosial yang semakin buruk, kedua, masalah banjir, ketiga, masalah sampah dan konversinya menjadi energi, keempat, tata kota, kebersihan, keamanan dan kenyamanan dan kelima, partisipasi sosial masyatakat.
Dengan merujuk pada kriteria itu, pemerintahan Kota Medan ke depan akan semakin berkinerja tinggi dan berpengabdian, ucapnya.red2
Harapan yang Disemai dari Pohon Cabai Kisah Abdul Rozzaq, Kepala Keluarga Penyintas Banjir Sumatera
kota
Pemkab Solok Sambut Kepulangan Jamaah Haji dari Tanah Suci Mekah di Asrama Haji Padang
kota
Rentetan Kecelakaan di Proyek Jalan Nasional Aek Kanopan, JAM PMII Minta Satker dan PPK Dicopot
kota
Polisi Menyamar Jadi Pembeli, Kurir Sabu di Pantai Labu Gagal Kabur Usai Dikejar Petugas
kota
Senator M. Nuh Dorong Akses Kesehatan untuk Warga Daerah Terbatas Melalui Khitanan dan Pengobatan Gratis di DairiSumatera utarasumut24.co A
News
SUMUT24.CO, MEDAN Kedatangan Syaikh DR Reza Abdul Jabbar, saudagar sukses asal Selandia Baru yang juga merupakan suami dari Peggy Melati
News
Terungkap! Belanja LPJU Rp291 Miliar Jadi Paket Pengadaan Terbesar Pemko Medan Tahun 2026
News
Satres Narkoba Polresta Deli Serdang Gelar Jumat Curhat Bersama Masyarakat Desa Sidodadi
kota
sumut24.co MEDAN, Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar pelaksanaan Seleksi Mahasiswa Mandiri (SMM) Tahap I Tahun 2026 yang berlangsun
kota
sumut24.co MEDAN, P6T PLN (Persero) berhasil memulihkan sistem kelistrikan Sumatera Utara pada Kamis (11/6/2026) pukul 09.39 WIB. Pemulihan
kota