Jumat, 06 Maret 2026

KENA GERTAKAN PERMAINAN SI DONALD, KEDAULATAN BANGSA TERGADAIKAN

Administrator - Jumat, 06 Maret 2026 12:35 WIB
KENA GERTAKAN PERMAINAN SI DONALD, KEDAULATAN BANGSA TERGADAIKAN
Istimewa
Baca Juga:

Oleh : H Syahrir Nasution

BANGSA KITA SEDANG TERJERAT DALAM JARING YANG TAK KARENAKAN!, saya merasa terpanggil dengan segala kedalaman hati untuk mengangkat persoalan yang tidak hanya menusuk hati, namun sungguh-sungguh krusial bagi eksistensi Indonesia sebagai bangsa merdeka yang telah meraih kemerdekaan dengan darah dan air mata para pahlawan kita. Tak bisa kita pungkiri lagi – kita telah terjatuh dalam jerat "gertakan si Donald Trump" yang menggoyahkan fondasi nilai-nilai yang kita banggakan selama puluhan tahun lamanya.

Apa yang terjadi saat ini sungguh menyakitkan hati dan membuat kita harus merenung bersama. Akibat dari gertakan yang datang tak terduga itu, wibawa yang selama ini kita bangun dengan susah payah – mulai dari masa penjajahan hingga era kemerdekaan yang kita jaga dengan sepenuh hati – dan marwah bangsa yang menjadi mahkota kemerdekaan kita sudah tergadaikan tanpa kita sadari. Kita yang dulunya dikenal sebagai negara besar di kawasan Asia Tenggara, yang punya suara di meja perundingan dunia, kini seolah kehilangan arah dan kekuatan untuk bersuara. Lebih dari itu, yang menjadi momok mengerikan adalah kondisi KEDAULATAN BANGSA INDONESIA – seolah-olah seperti barang bekas yang tak punya nilai sama sekali di kancah dunia internasional, hanya bisa diterpa ombak kebijakan luar negeri yang menguntungkan pihak lain saja.

Pernyataan yang pernah disampaikan oleh Bapak Jusuf Kalla (Pak JK) ternyata bukan omong kosong belaka, bahkan bisa dikatakan sebagai peringatan yang kita abaikan terlalu lama. Akhirnya, nama baik Indonesia yang selama ini kita rawat dengan penuh cinta tercatat sebagai bangsa "TERHINA DI MATA PEMIMPIN DUNIA". Apalagi jika kita melihat pandangan tajam dan penuh keprihatinan dari pemimpin negara-negara Islam militant – mereka yang dulunya melihat Indonesia sebagai saudara yang kuat dan bisa diandalkan dalam menghadapi tantangan dunia, kini hanya melihat kita dengan pandangan sebelah mata bahkan celaan yang menusuk. Kita yang dulunya dianggap sebagai contoh bangsa yang mampu menyatukan keberagamaan, moderasi beragama, dan kemajuan pembangunan, kini hanya menjadi cerita masa lalu yang terlupakan.

Kita selalu dengan bangga menyatakan bahwa Indonesia adalah bangsa yang religius dan terhormat. Kita punya akar budaya yang kokoh, prinsip hidup yang tegas, dan semangat gotong royong yang menjadi jantung dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita punya lebih dari 260 juta jiwa yang datang dari berbagai suku, agama, dan ras, namun mampu bersatu dalam satu ikatan yang kuat bernama Bhineka Tunggal Ika. Namun sayangnya, harga diri dan martabat yang kita banggakan itu kini telah tergadaikan habis-habisan akibat permainan politik yang dilakukan oleh Donald Trump. Permainan yang hanya mengutamakan kepentingan negara mereka sendiri, tanpa memperdulikan dampak yang ditimbulkan bagi negara lain, terutama negara berkembang seperti kita.

Kita tidak bisa terus-menerus menjadi korban dari permainan kekuasaan dunia yang semena-mena. Kita harus menyadari bahwa kedaulatan adalah harta paling berharga yang tidak bisa kita jual atau gadaikan dengan mudah. Setiap langkah yang kita ambil harus didasarkan pada kepentingan bangsa dan rakyat, bukan pada tekanan atau godaan dari luar. Kita perlu memperkuat posisi kita di dunia internasional dengan cara memperkuat ekonomi dalam negeri, meningkatkan kapasitas militer dan keamanan nasional, serta memperkuat kerja sama dengan negara-negara yang memiliki visi dan misi yang sama.

Tak hanya itu, kita juga perlu memperkuat nilai-nilai kebangsaan di dalam negeri. Mulai dari pendidikan yang mengajarkan tentang pentingnya kedaulatan dan martabat bangsa, hingga peran aktif dari setiap lapisan masyarakat dalam menjaga keutuhan dan kehormatan negara. Kita tidak bisa hanya bergantung pada para pemimpin saja – setiap orang Indonesia punya peran dan tanggung jawab yang sama besarnya dalam membangun dan menjaga bangsa ini.

Ini bukan saatnya kita tetap diam dan menerima keadaan dengan pasrah. Ini adalah saat yang krusial bagi kita semua – dari rakyat kecil hingga para pemimpin negara – untuk merenung dalam-dalam dan bersama-sama bertindak agar kehormatan serta kedaulatan bangsa bisa kembali berdiri tegak seperti dulu! Kita harus menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia bukanlah bangsa yang mudah menyerah, bukan bangsa yang bisa dipermainkan sesuka hati, namun bangsa yang kuat, berani, dan pantas dihormati!

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Massa PBH Anak Bangsa Tabagsel Datangi Kejari dan PN Padangsidimpuan, Desak Transparansi Kasus Meski Korban Sudah Cabut Laporan
Kualitas Kesehatan Hari Ini Menentukan Peradaban Bangsa Dihari Esok
Guru Adalah Penjaga Masa Depan Anak Bangsa” — Hasyim SE Dorong Pemerintah Lebih Serius Benahi Kesejahteraan dan Perlindungan Guru
Festival Kebangsaan GEMA KAMPUS Di USU Meriah Dan Penuh Makna
USU Tuan Rumah Festival Kebangsaan “GEMA KAMPUS”, Hadirkan Slank hingga Fadli Zon
Ketika Guru Dikriminalisasi di Kabupaten Mandailing Natal, GURU BUKAN MUSUH BANGSA, TAPI PENGAYOM KARAKTER BANGSA
komentar
beritaTerbaru