Publik Berhak Tahu! Proyek Infrastruktur Padangsidimpuan Gagal Tender, Transparansi Anggaran 2026 Dipertanyakan
Publik Berhak Tahu! Proyek Infrastruktur Padangsidimpuan Gagal Tender, Transparansi Anggaran 2026 Dipertanyakan
News
Baca Juga:
Medan — Anggota DPRD Sumatera Utara Fraksi PDI Perjuangan, Hasyim, SE, menyampaikan komentar tegas namun penuh penghormatan pada Momentum Hari Guru Nasional, dengan menekankan bahwa keberpihakan negara terhadap guru tidak boleh berhenti pada ucapan seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam kebijakan yang terukur dan konsisten.
Menurut Hasyim, guru adalah profesi yang memikul tanggung jawab paling strategis dalam perjalanan bangsa. "Jika masa depan Indonesia ingin dibuat lebih baik, maka jawabannya ada pada guru. Mereka adalah penjaga masa depan anak-anak kita," ujarnya.
Ia menilai bahwa kondisi guru, terutama di daerah, masih menghadapi banyak ketimpangan, baik dari sisi kesejahteraan, beban tugas, maupun status kepegawaian. Banyak guru honorer, katanya, bekerja dengan penghasilan yang tidak sebanding dengan pengabdian mereka. "Ini kenyataan yang tidak boleh kita abaikan. Guru adalah aset negara, bukan tenaga cadangan," tegas Hasyim, SE.
Sebagai legislator, Hasyim menekankan bahwa DPRD memiliki komitmen untuk terus mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak kepada penguatan profesi guru. Ia menegaskan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan untuk pendidikan harus berorientasi pada kualitas guru, bukan hanya pembangunan fisik. "Dinding sekolah bisa dibangun kapan saja. Tetapi karakter bangsa hanya bisa dibangun oleh guru," katanya.
Hasyim juga menekankan bahwa guru memerlukan perlindungan hukum yang kuat dari pemerintah. Ia menyoroti masih adanya guru yang mengalami tekanan, intimidasi, bahkan ancaman ketika menjalankan tugas profesionalnya. "Guru harus merasa aman ketika mendidik. Negara harus menjamin itu," ujarnya.
Dalam pandangannya, pendidikan di Sumatera Utara akan kuat apabila guru diberikan ruang untuk berkembang, dihargai secara layak, dan dibekali dengan pelatihan yang sesuai tuntutan zaman. "Tantangan pendidikan hari ini semakin rumit. Guru harus dipersenjatai dengan kompetensi yang relevan," tegasnya.
Hasyim menambahkan bahwa Hari Guru tidak boleh menjadi hari untuk mengulang janji-janji lama yang tidak pernah tuntas. Baginya, ini adalah saatnya melakukan koreksi atas seluruh kekurangan sistem. "Jika kita benar-benar menghargai guru, maka kebijakan harus berubah, bukan hanya kata-kata," katanya.
Menutup pernyataannya, Hasyim, SE menyampaikan penghormatan terdalam kepada seluruh guru di Sumatera Utara. "Tidak ada yang lebih mulia daripada orang yang mengajarkan ilmu dan membentuk karakter generasi. Selamat Hari Guru. Semoga perjuangan kalian tidak pernah sia-sia," tutupnya dengan nada penuh penghargaan.rel
Publik Berhak Tahu! Proyek Infrastruktur Padangsidimpuan Gagal Tender, Transparansi Anggaran 2026 Dipertanyakan
News
Musa Rajekshah Hadiri Mubes XI Pemuda Pancasila, Japto Soerjosoemarno Kembali Ditetapkan sebagai Ketua Umum
News
KPLP Richwell Hutagakung Ingatkan Tahanan Baru Lapas Padangsidimpuan Disiplin dan Kesehatan Jadi Prioritas
News
Operasi Sarang Narkoba di Silayanglayang, Tiga Pria Positif Sabu, Polres Padangsidimpuan Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Bandar
News
Kabut Asap Kiriman Masuk Medan, BMKG Deteksi Sebaran di Seluruh Sumut
News
Terekam CCTV Pencuri 5 HP di Ringkus Unit Reskrim Polsek Medan Sunggal
News
sumut24.co MEDAN, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara mendukung pemerataan akses listrik melalui Program Bantuan Pa
kota
Lindungi Siswa dari Kabut Asap, Bupati Madina Saipullah Nasution Berlakukan Pembelajaran Jarak Jauh
News
Wakapolres Padangsidimpuan Hadiri Pemusnahan 6,36 Kg Ganja dan 152,21 Gram Sabu Oleh Kejari
News
Silaturahmi Perdana Gus Sonny ke PWNU Sumut, KH Marahalim Tekankan Pentingnya Menjaga Harmoni
News