Polresta Deli Serdang Ungkap Kasus Narkotika, Amankan pengedarnya beserta 82,62 Gram Sabu, Ekstasi dan Ganja
Polresta Deli Serdang Ungkap Kasus Narkotika, Amankan pengedarnya beserta 82,62 Gram Sabu, Ekstasi dan Ganja
News
Baca Juga:
Kala terik matahari yang menyengat di Huta Tonga, Kecamatan Angkola Sangkunur, deru mesin dan dentuman palu menjadi simfoni pembangunan. Namun, di balik semangat Satgas TMMD ke-127 Kodim 0212/TS membangun Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), terselip kisah tentang pengabdian yang melampaui rasa sakit.
Pada Rabu (25/02/2026), sebuah insiden kecil namun bermakna terjadi. Di tengah kesibukan merangkai kayu dan menyusun bata, seorang prajurit harus menahan langkahnya. Sebuah paku berkarat yang tersembunyi di balik tanah tak sengaja terinjak, menembus alas kaki hingga melukai kakinya.
Tanpa perlu diminta, Sertu A. Siregar, tim medis yang selalu siaga di lokasi, langsung bergerak cepat. Di atas tanah merah berbatu, beralaskan peralatan medis sederhana, ia memberikan pertolongan pertama.
Pemandangan ini menjadi potret nyata betapa beratnya medan pengabdian. Sertu A. Siregar dengan telaten membersihkan luka rekannya, memastikan infeksi tidak menjalar, sembari memberikan kata-kata penyemangat agar sang prajurit tetap kuat.
Tak ada keluhan dari prajurit yang terluka; baginya, rasa perih di kaki tak sebanding dengan harapan warga Huta Tonga untuk memiliki rumah yang layak.
"Kami di sini satu keluarga. Luka satu orang adalah luka kami semua. Tugas kami adalah memastikan tidak ada yang tertinggal, agar pembangunan rumah untuk warga ini selesai tepat waktu," ujar Sertu A. Siregar pelan namun penuh penekanan.
TMMD bukan sekadar proyek pembangunan fisik. Di setiap paku yang tertancap dan setiap luka yang dibalut, ada nilai kemanusiaan dan kemanunggalan yang mendalam.
Para prajurit Kodim 0212/TS ini mempertaruhkan kesehatan dan keselamatan mereka demi satu tujuan melihat senyum warga saat menempati rumah barunya nanti.
Kaki yang terluka mungkin akan sembuh dalam beberapa hari, namun jejak pengabdian para prajurit di Angkola Sangkunur ini akan tertanam selamanya di hati masyarakat Kabupaten Tapanuli Selatan.
Mereka adalah bukti bahwa seragam loreng bukan sekadar simbol kekuatan, tapi juga pelindung yang siap berkorban hingga hal terkecil sekalipun.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Polresta Deli Serdang Ungkap Kasus Narkotika, Amankan pengedarnya beserta 82,62 Gram Sabu, Ekstasi dan Ganja
News
Memulihkan kepercayaan Tempat yang layak bagi Taiwan di dunia bebas
News
PB PENDAWA INDONESIA BANGUN SINERGI DENGAN IMIGRASI KELAS II TPI BELAWAN
News
Rapat Paripurna Penetapan Perda APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 di Hadiri Bupati Solok
News
Pengukuhan Ketua KAN Sulit Air Dihadiri Bupati Solok
News
Illiza Bersinar di PRIWOLA 2026
News
Eks Panglima GAM Pimpin PSI Aceh
News
Ridwan Dukung GEGT MKI Sumut, Dorong Sinergi Sosialisasi Listrik Desa
News
Empat Tahun Hidup Bersama Psoriasis Setelah Vaksin Ketiga Covid19, di Mana Tanggung Jawab Negara?
News
sumut24.co ASAHAN, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menerima audiensi Panitia Wisuda Sarjana Institut Agama Islam Daar Al
News