BDR Siswa Kota Solok Diperpanjang hingga 16 September.
BDR Siswa Kota Solok Diperpanjang hingga 16 September.
News
Baca Juga:
Kasus penganiayaan yang menimpa Ahmad Hasibuan, hingga kini membuat korban lumpuh dan kembali memicu sorotan tajam publik. Dari enam tersangka yang telah ditetapkan, hanya dua yang berhasil diamankan sementara empat lainnya masih bebas berkeliaran. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius soal ketegasan aparat penegak hukum, khususnya kinerja Bontor Desmon sebagai Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan.
Dalam klarifikasi kepada media, Selasa (24/02/2026), Bontor Desmon menyatakan bahwa dua tersangka telah diamankan oleh Polsek dan sedang menjalani pemeriksaan. Ia menambahkan, "Doakan supaya empat orang lagi bisa segera diamankan."
Namun, pernyataan tersebut belum mampu meredam kritik publik. Penanganan kasus penganiayaan berat ini dinilai lamban, sehingga menimbulkan risiko melarikan diri bagi para tersangka. Publik mempertanyakan apakah aparat sudah bekerja dengan maksimal sejak penetapan status hukum tersangka.
Penasihat hukum korban, Junius Nduru, menegaskan bahwa kaburnya empat tersangka merupakan akibat langsung dari lambannya proses penindakan. "Ini perkara serius, korbannya lumpuh. Ketika tersangka sudah ditetapkan tetapi tidak segera ditindak, risiko mereka melarikan diri sangat besar. Dan itu yang terjadi," ujarnya.
Lebih lanjut, Junius menyoroti alasan keterbatasan personel yang dikemukakan Kanit Reskrim Polsek Padang Bolak. Menurutnya, kekurangan personel tidak seharusnya menjadi pembenaran tertundanya penegakan hukum dalam kasus dengan dampak serius bagi korban.
Publik juga mempertanyakan langkah penyidik yang disebut sempat meminta waktu untuk mediasi pada Jumat, 13 Februari 2026. Langkah ini menuai kritik karena perkara telah berada pada tahap penetapan tersangka, sehingga risiko hilangnya bukti dan melarikan diri tersangka meningkat.
Kini, masyarakat menuntut tindakan nyata. Transparansi, kecepatan dan ketegasan aparat kepolisian menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan publik serta memberikan rasa keadilan bagi korban. Tidak hanya sekadar klarifikasi, tetapi aksi konkret untuk menangkap empat tersangka yang masih buron menjadi indikator profesionalisme aparat, khususnya Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan.
Publik menilai, tanpa langkah cepat dan tegas, kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian akan semakin menipis. Kasus Ahmad Hasibuan menjadi ujian penting bagi aparat untuk menunjukkan bahwa penegakan hukum di Indonesia, terutama di wilayah Teritorial Polres Tapanuli Selatan, tidak boleh kompromi, terutama ketika nyawa dan kesehatan korban berada dalam risiko.red
BDR Siswa Kota Solok Diperpanjang hingga 16 September.
News
TPPKK Kota Solok Menggelar Lomba Ekspose Koordinator Kelompok Dasawisma Tingkat Kota Solok Tahun 2026.
kota
SK Golkar Sumut Akhirnya Terbit, Andar Amin Resmi Pimpin Untuk Periode 2025&ndash2030
News
Tak Mau Ada Kendala Saat Bertugas, Kapolres Tapsel Pastikan Armada Polisi Siap Operasional
News
Kapolres Tapsel Hadiri Maulid Nabi 1448 H, Tekankan Pentingnya Kebersamaan Jaga Kamtibmas Persaudaraan Jadi Kekuatan Daerah
News
Prabowo Copot Purbaya dari Menkeu
News
BELAWAN I SUMUT24.COTim Macan Polres Pelabuhan Belawan mengamankan satu orang pemuda yang diduga terlibat aktivitas tawuran serta menyita e
News
sumut24.co MedanAnggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan 2027 Rp6,98 triliun lebih. Hal itu berdasarkan Kebijakan Umum Ang
kota
SELAMAT BERKARYA DAN SUKSES, SUAHASIL NAZARAMENGEMBALIKAN KEKUATAN EKONOMI INDONESIA DI TENGAH TEKANAN RAKYA
News
sumut24.co MedanWakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya menyaksikan penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) Ruang Bersam
Umum