8 PMI Gagal Bekerja di Malaysia, Nakhoda dan ABK Kapal Diamankan
8 PMI Gagal Bekerja di Malaysia, Nakhoda dan ABK Kapal Diamankan
kota
Baca Juga:
- Diduga Bebas Beraksi, Pelangsir Angkut 180 Liter Pertalite Subsidi di SPBU Transit Batangkuis
- Jaga Ekosistem Batang Toru, AKBP WIRA PRAYATNA Paparkan Strategi Teknologi Lawan Kejahatan Hutan
- Wali Kota Padangsidimpuan Dampingi Gubernur Sumut Tinjau Jembatan Batang Angkola dan Pembangunan Sekolah Rakyat
Tapsel | Sumut24.co
Sorotan terhadap aktivitas tambang emas yang dikelola PT Agincourt Resources (PTAR) di Batang Toru kembali menguat. Sejumlah tokoh masyarakat adat menilai kontribusi perusahaan belum sebanding dengan dampak eksploitasi sumber daya alam yang telah berlangsung lebih dari satu dekade.
Kritik tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Parsadaan Marga Pulungan, Muhammad Erwin Pulungan, Selasa (24/02/2026). Ia mempertanyakan transparansi perusahaan serta manfaat nyata yang diterima masyarakat di sekitar wilayah tambang, khususnya di kawasan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Salah satu isu yang paling disorot adalah pembagian deviden. Berdasarkan informasi yang beredar, pemerintah daerah disebut hanya menerima sekitar 5 persen deviden, dengan rincian 3 persen untuk Tapanuli Selatan dan 2 persen untuk Sumatera Utara.
Erwin menilai angka tersebut terlalu kecil jika dibandingkan dengan potensi keuntungan tambang emas yang telah beroperasi selama kurang lebih 14 tahun. Ia bahkan menyebut nilai deviden yang mencapai sekitar Rp60 miliar per tahun perlu dibuka secara transparan kepada publik.
"Pemerintah daerah dan pusat perlu mengevaluasi ulang skema pembagian hasil agar lebih berkeadilan dan memberikan dampak signifikan bagi pembangunan daerah," ujarnya.
*390 Hektare Lahan Bekas Tambang Belum Optimal Direklamasi*
Selain persoalan deviden, kondisi lahan pasca tambang juga menjadi perhatian serius. Erwin menyebut terdapat empat lubang tambang dengan total luasan sekitar 390 hektare yang dinilai belum direboisasi secara optimal.
Ia menegaskan, dalam praktik pertambangan yang baik, pembukaan area baru seharusnya diiringi dengan reklamasi atau penanaman kembali pada area yang telah selesai dieksploitasi.
"Jika tidak, risiko kerusakan lingkungan jangka panjang bisa semakin besar," ungkapnya.
Kekhawatiran juga muncul terkait keberadaan fasilitas pengolahan dan danau penampungan limbah di kawasan hulu Batang Toru.
Masyarakat mempertanyakan standar keamanan serta mitigasi risiko apabila terjadi kebocoran yang berpotensi mencemari lingkungan.
Kritik juga diarahkan pada dampak sosial-ekonomi di tujuh desa lingkar tambang. Hingga kini, menurut Erwin, masyarakat belum merasakan perubahan signifikan dari keberadaan tambang emas tersebut.
Ia mencontohkan Desa Napa yang memiliki situs sejarah penting seperti Bagas Godang, masjid tua, dan makam Tuan Syekh Abdul Qodir Pulungan—tokoh yang disebut sebagai keturunan Raja Mandung Pulungan, pembuka wilayah Batang Toru pada era 1800-an.
"Kami harap aktivitas pertambangan tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga memperhatikan pelestarian nilai sejarah, budaya, dan kesejahteraan warga setempat," ucapnya.
Parsadaan Marga Pulungan juga mendesak pemerintah pusat melakukan audit menyeluruh terhadap operasional PTAR. Mereka meminta evaluasi dilakukan secara objektif, termasuk terhadap aspek lingkungan, sosial, hingga skema pembagian keuntungan.
"Masyarakat menegaskan tidak menolak investasi. Namun, investasi yang diharapkan adalah yang berkelanjutan, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi daerah," pungkasnya.red
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
8 PMI Gagal Bekerja di Malaysia, Nakhoda dan ABK Kapal Diamankan
kota
Brimob Polda Sumut All Out Amankan Piala AFF U19 ASEAN Toba 2026
kota
Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari
kota
Piala Dunia 2026 Bergulir, Polda Sumut Buka Nobar Gratis untuk Masyarakat hingga Laga Final
kota
DPWAMIN Sumut Bongkar Dugaan Permainan Proyek Rp5 Miliar di Deli Serdang, Kejati Diminta Turun Tangan
Hukum
sumut24.co PRAPAT, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara secara resmi membuka Pekan Inovasi dan Investasi sekaligus mencanangkan pelaksanaan S
News
APBD Kota Padangsidimpuan Belum Menjadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi, Saatnya Transformasi FiskalOleh Rusydi Nasution, STP, MM (IPB)Ketua Part
Profil
sumut24.co MedanKabar gembira bagi para pencinta buku dan keluarga di Kota Medan. Menyambut musim libur sekolah, bazar buku internasional
Info
Dapur Indonesia, Pesta Singapura Membongkar Rantai Nilai yang Timpang Oleh Abdullah RasyidMahasiswa Doktoral Ilmu Pemerintahan IPDN dan Pen
Politik
Medan, Kejuaraan Bola Voli MAVI Cup II Korwil Sumatera Utara resmi ditutup di Sport Center GOR Voli, Kamis (11/6/2026), setelah menyajikan l
Sport