Diduga Bayi Alami Patah Tulang Saat Persalinan di Puskesmas Binanga, Keluarga Kecewa, Aktivis Desak Investigasi
Diduga Bayi Alami Patah Tulang Saat Persalinan di Puskesmas Binanga, Keluarga Kecewa, Aktivis Desak Investigasi
kota
Baca Juga:
- Tanpa TPS Permanen Limbah B3 Di 30 Puskesmas di Asahan, Pemkab dan DPRD hingga Pemerintah Pusat Terancam Gugatan Warga
- Tanpa Izin dan Tanpa Tempat Penyimpanan, Pengelolaan Limbah Medis di Puskesmas Asahan Terancam Pidana, Diminta Penegak Hukum Turun Tangan
- Kembali Tercemar, Limbah Karet Diduga Milik PTPN III Gunung Para Mengapung di Sungai Bahilang, Warga Desak Investigasi
Tapsel -Sorotan publik terhadap PT Agincourt Resources (PT AR) kembali menguat setelah perusahaan tambang emas Martabe itu mempublikasikan hasil uji laboratorium kualitas air sisa proses penambangan, Minggu (15/2/2026).
Langkah tersebut dilakukan saat polemik bencana banjir dan longsor di kawasan Batangtoru belum sepenuhnya reda, serta di tengah belum jelasnya keputusan final pemerintah terkait kelanjutan operasional tambang.
Dalam pernyataan resminya, PT Agincourt Resources menyebutkan bahwa hasil pengujian menunjukkan air sisa proses tambang telah memenuhi baku mutu sesuai ketentuan pemerintah. Parameter seperti pH, Total Suspended Solid (TSS), kadar sianida bebas, serta kandungan logam terlarut diklaim masih berada dalam ambang batas aman.
Publikasi ini dinilai sebagian pihak sebagai sinyal kesiapan perusahaan untuk kembali beroperasi, meskipun sanksi dan evaluasi dari pemerintah belum sepenuhnya tuntas.
Sekretaris Parsadaan Marga Pulungan Dohot Anak Boruna, H. Muhammad Erwin Pulungan, mempertanyakan waktu dan tujuan publikasi hasil uji tersebut.
Menurutnya, di tengah situasi pascabencana dan kekhawatiran masyarakat terhadap potensi dampak lingkungan, publikasi itu justru menimbulkan tanda tanya baru.
"Alih-alih membuat masyarakat tenang, warga di sekitar aliran Sungai Batangtoru justru merasa was-was. Mereka khawatir terhadap potensi pencemaran dan dampaknya bagi keselamatan," ujarnya kepada sejumlah media, Selasa (17/2/2026).
Erwin juga menyoroti narasi yang menyebut masyarakat tidak mengalami gangguan kesehatan seperti penyakit kulit dalam dua tahun terakhir. Namun, ia mengungkapkan sebagian warga memang tidak lagi menggunakan air sungai untuk konsumsi, melainkan membeli air minum dalam kemasan.
Ia menduga keterangan yang diangkat dalam publikasi tersebut belum tentu merepresentasikan seluruh suara masyarakat terdampak.
Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memerintahkan penghentian sementara operasional tambang di kawasan hulu DAS Batangtoru untuk dilakukan evaluasi menyeluruh. Audit lingkungan komprehensif disebut akan dilakukan, termasuk kemungkinan proses hukum apabila ditemukan pelanggaran.
Masyarakat berharap pemerintah pusat benar-benar cermat meneliti pengelolaan air limbah yang dialirkan ke Sungai Batangtoru agar tidak menimbulkan dampak jangka panjang bagi ekosistem maupun warga.
Selain isu limbah, Erwin juga menyinggung dugaan berkurangnya tutupan hutan di sekitar wilayah tambang yang dinilai memperparah risiko banjir dan longsor beberapa bulan lalu.
Banjir bandang yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Batangtoru menyebabkan kerugian material dan korban jiwa. Sejumlah organisasi lingkungan sebelumnya telah mengingatkan potensi bencana di kawasan DAS Batangtoru.
Erwin menyatakan pihaknya mendukung langkah tegas pemerintah pusat terkait evaluasi izin operasional tambang. Ia juga meminta agar perusahaan memberikan ganti rugi kepada masyarakat desa lingkar tambang sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sosial.
"Bantuan alat kebersihan dan pangan saja tidak cukup. Bagaimana dengan warga yang kehilangan rumah? Itu perlu solusi nyata," tegasnya.
Ia turut menyoroti transparansi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) serta mendesak pelaksanaan reboisasi dan reklamasi di wilayah kontrak karya yang luasnya mencapai lebih dari 130 ribu hektare.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan final pemerintah terkait kelanjutan operasional tambang emas Martabe. Situasi di Batangtoru masih menjadi perhatian luas, baik dari sisi pemulihan pascabencana maupun aspek perlindungan lingkungan.
Sorotan terhadap PT Agincourt Resources diperkirakan akan terus berlanjut seiring proses evaluasi yang sedang berjalan. Masyarakat berharap transparansi, akuntabilitas, serta keselamatan lingkungan menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan yang diambil.red
Diduga Bayi Alami Patah Tulang Saat Persalinan di Puskesmas Binanga, Keluarga Kecewa, Aktivis Desak Investigasi
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Calvinj meninjau langsung lokasi ledaka
kota
Perkuat Sinergi, BRI BO Subuhuan Jajaki Kerjasama Dengan RSU Permata Madina Sibuhuan
kota
sumut24.co JakartaPerdana Menteri (PM) Republik India, Yang Mulia Shri Narendra Modi, melaksanakan Kunjungan Kenegaraan ke Indonesia pada
kota
Rianto, SH., MH Apresiasi Sikap Ketua Dewan Pers dan Ketua Umum PWI yang Mengecam Pernyataan Hotman Paris yang Dinilai Merendahkan Profesi W
kota
Momen Peringatan Hari Jadi Kabupaten Palas ke 19, BRI Kolaborasi Dukung Program Pemerintah Untuk Pertumbuhan Ekonomi
kota
sumut24.co GunungsitoliSuasana hangat dan penuh semangat menyambut kedatangan Wakil Gubernur Sumatera Utara, H. Surya, di UPTD Pelayanan S
kota
Bunda Indah Ajak Ribuan Perempuan Semarakkan Hari Kebaya Nasional 2026 di Medan, Gaungkan Kebaya sebagai Identitas Bangsa
kota
Guru Besar Ilmu Politik Sebut Presiden Prabowo Tegak Lurus pada Konstitusi, Tidak Ada Ruang untuk Intervensi Hukum
kota
Praperadilan Dikabulkan, PN Padangsidimpuan Nyatakan Penetapan Tersangka Kadishub Alfian Tidak Sah, Langsung Bebas dari Tahanan
kota