Kabar Permintaan Damai Rp1,2 Miliar Terdengar, Penyebab Gagalnya Proses Mediasi
sumut24.co , Medan, Kuasa hukum Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos., dari Kantor Hukum Fernando Raja Sipahutar dan
kota
Baca Juga:
- Tanpa TPS Permanen Limbah B3 Di 30 Puskesmas di Asahan, Pemkab dan DPRD hingga Pemerintah Pusat Terancam Gugatan Warga
- Tanpa Izin dan Tanpa Tempat Penyimpanan, Pengelolaan Limbah Medis di Puskesmas Asahan Terancam Pidana, Diminta Penegak Hukum Turun Tangan
- Kembali Tercemar, Limbah Karet Diduga Milik PTPN III Gunung Para Mengapung di Sungai Bahilang, Warga Desak Investigasi
Tapsel -Sorotan publik terhadap PT Agincourt Resources (PT AR) kembali menguat setelah perusahaan tambang emas Martabe itu mempublikasikan hasil uji laboratorium kualitas air sisa proses penambangan, Minggu (15/2/2026).
Langkah tersebut dilakukan saat polemik bencana banjir dan longsor di kawasan Batangtoru belum sepenuhnya reda, serta di tengah belum jelasnya keputusan final pemerintah terkait kelanjutan operasional tambang.
Dalam pernyataan resminya, PT Agincourt Resources menyebutkan bahwa hasil pengujian menunjukkan air sisa proses tambang telah memenuhi baku mutu sesuai ketentuan pemerintah. Parameter seperti pH, Total Suspended Solid (TSS), kadar sianida bebas, serta kandungan logam terlarut diklaim masih berada dalam ambang batas aman.
Publikasi ini dinilai sebagian pihak sebagai sinyal kesiapan perusahaan untuk kembali beroperasi, meskipun sanksi dan evaluasi dari pemerintah belum sepenuhnya tuntas.
Sekretaris Parsadaan Marga Pulungan Dohot Anak Boruna, H. Muhammad Erwin Pulungan, mempertanyakan waktu dan tujuan publikasi hasil uji tersebut.
Menurutnya, di tengah situasi pascabencana dan kekhawatiran masyarakat terhadap potensi dampak lingkungan, publikasi itu justru menimbulkan tanda tanya baru.
"Alih-alih membuat masyarakat tenang, warga di sekitar aliran Sungai Batangtoru justru merasa was-was. Mereka khawatir terhadap potensi pencemaran dan dampaknya bagi keselamatan," ujarnya kepada sejumlah media, Selasa (17/2/2026).
Erwin juga menyoroti narasi yang menyebut masyarakat tidak mengalami gangguan kesehatan seperti penyakit kulit dalam dua tahun terakhir. Namun, ia mengungkapkan sebagian warga memang tidak lagi menggunakan air sungai untuk konsumsi, melainkan membeli air minum dalam kemasan.
Ia menduga keterangan yang diangkat dalam publikasi tersebut belum tentu merepresentasikan seluruh suara masyarakat terdampak.
Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memerintahkan penghentian sementara operasional tambang di kawasan hulu DAS Batangtoru untuk dilakukan evaluasi menyeluruh. Audit lingkungan komprehensif disebut akan dilakukan, termasuk kemungkinan proses hukum apabila ditemukan pelanggaran.
Masyarakat berharap pemerintah pusat benar-benar cermat meneliti pengelolaan air limbah yang dialirkan ke Sungai Batangtoru agar tidak menimbulkan dampak jangka panjang bagi ekosistem maupun warga.
Selain isu limbah, Erwin juga menyinggung dugaan berkurangnya tutupan hutan di sekitar wilayah tambang yang dinilai memperparah risiko banjir dan longsor beberapa bulan lalu.
Banjir bandang yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Batangtoru menyebabkan kerugian material dan korban jiwa. Sejumlah organisasi lingkungan sebelumnya telah mengingatkan potensi bencana di kawasan DAS Batangtoru.
Erwin menyatakan pihaknya mendukung langkah tegas pemerintah pusat terkait evaluasi izin operasional tambang. Ia juga meminta agar perusahaan memberikan ganti rugi kepada masyarakat desa lingkar tambang sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sosial.
"Bantuan alat kebersihan dan pangan saja tidak cukup. Bagaimana dengan warga yang kehilangan rumah? Itu perlu solusi nyata," tegasnya.
Ia turut menyoroti transparansi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) serta mendesak pelaksanaan reboisasi dan reklamasi di wilayah kontrak karya yang luasnya mencapai lebih dari 130 ribu hektare.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan final pemerintah terkait kelanjutan operasional tambang emas Martabe. Situasi di Batangtoru masih menjadi perhatian luas, baik dari sisi pemulihan pascabencana maupun aspek perlindungan lingkungan.
Sorotan terhadap PT Agincourt Resources diperkirakan akan terus berlanjut seiring proses evaluasi yang sedang berjalan. Masyarakat berharap transparansi, akuntabilitas, serta keselamatan lingkungan menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan yang diambil.red
sumut24.co , Medan, Kuasa hukum Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos., dari Kantor Hukum Fernando Raja Sipahutar dan
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, meluncurkan program inovasi Monitoring Aman Terpadu Medan Deli (Mata Deli), Min
kota
sumut24.co MedanKemeriahan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Medan ke436 berlangsung semarak di Kecamatan Medan Amplas. Dari pagi, ratusan masy
kota
sumut24.co MedanPanitia Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026 mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penawaran tiket
kota
Rombongan UAS Dihadang Massa di Kutai Barat, Polisi Tabligh Akbar Tetap Berjalan Kondusif
kota
sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota Tanjungbalai memanfaatkan ajang Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke50 sebagai sarana memperkenalk
News
Wagub Sumut Surya Jajal Membatik di Stan Taman Budaya, Tegaskan Komitmen Lestarikan Warisan Budaya
kota
Buka PRSU ke50, Wagub Sumut Surya Tegaskan PRSU Jadi Etalase Pembangunan dan Penggerak Ekonomi Daerah
kota
115 Wartawan Kawal Publikasi PRSU Emas, Pemprov Sumut, PPSU dan FWP Perkuat Kolaborasi Informasi
kota
sumut24.co JAKARTA, Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan tarif listrik PT PLN (Persero) Triwulan
News