All Indonesia: Menyatukan Pintu Masuk, Pelayanan, dan Promosi Negeri
All Indonesia Menyatukan Pintu Masuk, Pelayanan, dan Promosi Negeri
News
Baca Juga:
- Mendesak Copot Kadis Perhubungan, GEMPPAR Geruduk Tiga Instansi di Asahan, Kejari Janji Tindak Lanjut Dugaan Pelanggaran Hukum
- Ketua ABPEDNAS Soroti Pengelolaan Dana Operasional BPD Paya Gambar: Harus Transparan dan Dipertanggungjawabkan
- Sosialisasi Pemberdayaan Perempuan di Desa Paya Gambar Telan Anggaran Rp17,8 Juta, Rincian Belanja Dipertanyakan
Tapsel | Sumut24.co
Warga Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, masih menyimpan trauma mendalam pasca banjir bandang dahsyat yang melanda wilayah mereka pada 25 November 2025.
Banjir datang secara bertahap sejak dini hari hingga siang hari, membawa lumpur dan kayu gelondongan dari kawasan perbukitan.
Salah seorang warga, Herianda Situmeang, mengungkapkan banjir terjadi dalam empat gelombang yang membuat warga tak sempat bersiap.
Kejadiannya sekitar jam 4 subuh. Itu tahap pertama," ujar Herianda saat ditemui, Kamis, (15/1/2025).
Ia menjelaskan, banjir kembali datang pada pukul 08.00 WIB dan merendam seluruh wilayah Desa Garoga. Meski sempat surut, bencana belum berakhir.
"Satu jam kemudian datang lagi banjir ketiga, air sudah setinggi lutut di rumah-rumah warga," lanjutnya.
Gelombang keempat menjadi yang paling parah. Sekitar pukul 11.00 WIB, air bah datang dengan membawa material berat.
"Tahap keempat itu sudah bawa kayu bercampur lumpur," katanya.
Saat ditanya terkait dugaan penyebab banjir bandang, Herianda mengaku tidak mengetahui secara pasti.
"Kurang tahu perusahaan mana, tapi yang jelas banjir itu membawa batang-batang kayu besar," ungkapnya.
Warga lainnya, Khairuddin Mustafa Panggabean, menyampaikan bahwa meskipun ada rencana pembangunan kembali desa, warga masih dihantui rasa takut.
"Kami sebenarnya senang kalau dibangun lagi, tapi kayu-kayu masih banyak di atas. Jadi kami belum berani menempati lagi untuk beberapa tahun ke depan," ujarnya.
Hal senada disampaikan Pandapotan, yang menceritakan bagaimana warga terpaksa mengungsi demi keselamatan.
"Setelah air naik selutut, kami langsung pergi ke anggoli (mengungsi) selama tiga hari," katanya.
Ia menambahkan, material kayu yang datang berasal dari kawasan pegunungan.
"Kayu itu datang banyak, dari gunung," ujarnya singkat.
Sementara itu, Adi Hasibuan mengungkapkan dampak banjir bandang di Desa Garoga tergolong sangat fatal. Ia menyebut banyak warga menjadi korban jiwa.
"Warga di sekitar sini banyak yang jadi korban. Sekitar 60 orang meninggal, dan masih ada 15 orang lagi yang belum ditemukan, khusus wilayah Garoga," tuturnya.
Adi juga menggambarkan kondisi saat banjir mencapai puncaknya.
"Jam 11 siang air naik. Tingginya sampai 4 meter di jalan raya. Yang datang itu bukan air saja, tapi lumpur dan kayu gelondongan," pungkasnya.
Hingga kini, warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah dan pihak terkait, baik dalam penanganan korban, pemulihan lingkungan, maupun jaminan keamanan sebelum mereka kembali menetap di Desa Garoga.zal
All Indonesia Menyatukan Pintu Masuk, Pelayanan, dan Promosi Negeri
News
PATEN!! SATLAP TRI CAKTI DAN SATGAS GABUNGAN GAGALKAN PERDAGANGAN BIJIH TIMAH KERING & "PERDANA" UNTUK BALOK TIMAH ILEGAL DI PELABUHAN PELIN
kota
2.000 HafizHafizah PTAC Labura Gelar Munajat Kebangsaan, Doakan Wakil Jaksa Agung RI Prof. Asep Nana Mulyana
kota
sumut24.co ASAHAN , Menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.S
News
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten Asahan terus berupaya mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan per
News
Medan sumut24.co Satresnarkoba Polrestabes Medan, menggerebek sebuah rumah kos yang jadi gudang pemasok narkoba antar pulau di kawasan Med
Hukum
sumut24.co MedanSebagai salah satu metropolitan terbesar di Indonesia yang terus berkembang pesat, Medan memiliki ritme mobilitas yang sang
Ekbis
2.000 Bungkus Vape Getar asal Malaysia Gagal Beredar di Medan
kota
Begal Sadis Bacok Korban 8 Kali, Rampas Uang Rp.900 Ribu
kota
Medan Sumut24.coGubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak Dewan Harian Daerah (DHD) 45 Sumatera Utara untuk terus menj
Politik