Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut Ungkap LKN Sita 1.958.44 Gr Sabu, 141 Kg Ganja dan 10 Tersangka.
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut Ungkap LKN Sita 1.958.44 Gr Sabu, 141 Kg Ganja dan 10 Tersangka.
News
Baca Juga:
Oleh: H. Syahrir Nasution
Managing Director PECI – Indonesia
Demokrasi sejatinya bukan sekadar mekanisme pemilihan umum atau pergantian kekuasaan secara periodik. Demokrasi tanpa akuntabilitas hanya akan melahirkan otoritarianisme terselubung, di mana kekuasaan digunakan bukan untuk melayani rakyat, melainkan untuk melindungi kepentingan segelintir elite.
Ungkapan "kekuasaan tanpa integritas" menemukan maknanya dalam vonis 165 tahun penjara terhadap Najib Razak, mantan Perdana Menteri Malaysia. Putusan tersebut bukan hanya peristiwa hukum, tetapi simbol runtuhnya kekuasaan yang disalahgunakan, sekaligus cermin nyata ketegasan penegakan hukum (law enforcement) tanpa pandang bulu.
Ketika Hukum Menang atas Kekuasaan
Kasus Najib Razak menjadi kajian hukum yang sangat penting bagi Indonesia. Di sana terlihat dengan jelas bahwa hukum mampu berdiri di atas kekuasaan, bukan tunduk kepadanya. Dari kursi Perdana Menteri hingga ke balik jeruji besi, hukum dijalankan sebagaimana mestinya.
Inilah gambaran law enforcement yang bukan sekadar retorika, bukan pula praktik NATO (No Action, Talk Only). Hukum dijalankan secara konkret, tegas, dan berani, bahkan ketika yang duduk di kursi pesakitan adalah mantan kepala pemerintahan.
Posisi Kekuasaan sebagai Faktor Pemberat
Dalam perkara Najib Razak, pengadilan menegaskan bahwa posisi terdakwa sebagai kepala pemerintahan justru menjadi faktor pemberat utama. Kekuasaan yang seharusnya digunakan untuk melindungi rakyat, malah dimanipulasi untuk menutupi kejahatan terhadap rakyatnya sendiri.
Hal ini menjadi pelajaran penting, terlebih bagi Indonesia, di mana kepala pemerintahan sekaligus kepala negara memiliki kekuasaan yang sangat besar. Jika kekuasaan tersebut tidak dibingkai oleh integritas dan moralitas, maka kehancuran sistemik hanya tinggal menunggu waktu.
Equality Before the Law: Antara Jargon dan Kenyataan
Indonesia menganut prinsip equality before the law, namun pertanyaannya:
apakah prinsip ini benar-benar dijalankan atau sekadar digaungkan?
Vonis Najib Razak membuka mata publik bahwa supremasi hukum hanya akan bermakna jika penegak hukum memiliki integritas, keberanian, dan moralitas. Jangan sampai terjadi ironi: palu hakim tajam untuk rakyat kecil, tetapi tumpul untuk pemilik modal dan kekuasaan.
Demokrasi Tanpa Akuntabilitas adalah Ancaman
Najib Razak terbukti memanipulasi kekuasaan politiknya untuk menutupi kejahatan korupsi. Ini menjadi peringatan keras bahwa demokrasi tanpa pengawasan dan akuntabilitas hanya akan melahirkan rezim otoriter dalam kemasan demokratis.
Vonis tersebut merupakan pesan dramatis dan berharga bagi bangsa-bangsa yang mengaku sebagai negara hukum:
kekuasaan tanpa integritas pada akhirnya akan membawa kehancuran bagi negara dan kehidupan berbangsa.
Momentum Refleksi bagi Indonesia
Bagi Indonesia, kasus ini harus menjadi momentum refleksi dan kebangkitan dalam penegakan hukum. Supremasi hukum tidak boleh berhenti sebagai slogan, tetapi harus diwujudkan melalui komitmen nyata dalam memberantas korupsi — dari pucuk pimpinan hingga lapisan terbawah.
Reformasi hukum berbasis integritas adalah keniscayaan. Hanya dengan penegakan hukum yang adil, proporsional, dan berlandaskan kemanusiaan, Indonesia dapat benar-benar berdiri sebagai negara hukum yang berkeadilan, beradab, dan berintegritas.
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut Ungkap LKN Sita 1.958.44 Gr Sabu, 141 Kg Ganja dan 10 Tersangka.
News
Manggarai Barat Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Program Kemnaker Peduli menyalurkan bantuan bagi warga terdampak gempa bu
News
Bali Perkembangan persyaratan perdagangan dan rantai pasok global menuntut pemenuhan hakhak dasar tenaga kerja menjadi bagian penting b
News
Diduga Maling Jemuran, Pria Ditangkap Warga Perumahan Kuis Indah Permai
News
Jual Sabu untuk Modal Resepsi Nikah, Pria di Deli Serdang Ditangkap
News
Nyaru Jadi Penarik Betor, BNNP Sumut Tangkap Pengedar 126 Kg Ganja
kota
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Kelompok Peneliti dari Politeknik Negeri Padang Kunjungi Kabupaten Pakpak Bharat hari ini (11/09). Dr. Nurul Fauz
News
sumut24.co ASAHAN, Menciptakan keamanan yang kondusif sekaligus menyelamatkan generasi muda dari pengaruh buruk, Kapolres Asahan AKBP Adi D
News
sumut24.co ASAHAN, Polres Asahan terus memperkokoh jembatan komunikasi dengan elemen masyarakat yang berbasis agama dan kebudayaan. Kali in
News
Wawancara Seleksi Calon Dewan Pengawas PDAM
News