KH. Akhmad Khambali: Kenaikan Harga BBM dan Gejolak Ekonomi Global Jangan Sampai Membebani Rakyat Kecil
KH. Akhmad Khambali Kenaikan Harga BBM dan Gejolak Ekonomi Global Jangan Sampai Membebani Rakyat Kecil
kota
Baca Juga:
- Polresta Deli Serdang Gelar Bakti Kesehatan Donor Darah Dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026
- Polri Tak Hanya Jaga Keamanan, Polres Padang Lawas Hadir Beri Layanan Kesehatan untuk Masyarakat
- Polres Asahan Musnahkan Lebih Dari 14 Kg Sabu Dan 1.400 Lebih Cartridge Vape Narkotika, Diperkirakan Selamatkan 16.000 Jiwa
Tapsel | Sumut24.co
Sepanjang tahun 2025, Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) mencatat penurunan angka kriminalitas yang cukup signifikan. Berdasarkan Rilis Akhir Tahun (RAT) 2025, jumlah tindak pidana di wilayah hukum Polres Tapsel turun hingga 48,75 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Yon Edi Winara, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi penegakan hukum yang dibarengi langkah preventif serta keterlibatan masyarakat.
"Berdasarkan data yang kami himpun, terjadi penurunan kejahatan sebesar 48,75 persen sepanjang 2025, atau rata-rata sekitar 9,75 persen per bulan," ujar AKBP Yon Edi Winara saat memaparkan Rilis Akhir Tahun di Mapolres Tapsel, Selasa (30/12/2025).
Meski menunjukkan tren positif, data yang disampaikan juga membuka ruang evaluasi. Sepanjang 2025, Polres Tapsel mencatat 928 laporan tindak pidana, namun baru 614 perkara yang berhasil diselesaikan. Artinya, tingkat penyelesaian perkara (crime clearance) masih berada di angka 66,16 persen.
Angka tersebut dinilai cukup baik, namun masih menyisakan lebih dari 300 kasus yang belum tuntas. Kondisi ini memunculkan catatan kritis terkait efektivitas penanganan perkara, khususnya pada kasus-kasus yang bersentuhan langsung dengan rasa keadilan masyarakat.
Kapolres mengakui bahwa penguatan fungsi penyelidikan, percepatan respon laporan warga, serta patroli di wilayah rawan gangguan kamtibmas menjadi fokus utama jajarannya. Namun, publik berharap peningkatan kuantitas penanganan juga diikuti kualitas penegakan hukum yang transparan dan berkeadilan.
Di sisi lain, Polres Tapsel menaruh perhatian serius pada pemberantasan narkoba melalui Program Jihad Melawan Narkoba. Selama 2025, aparat berhasil mengungkap sejumlah kasus besar dengan barang bukti lebih dari 3 kilogram sabu dan hampir 20 kilogram ganja, serta mengamankan 156 tersangka.
"Pemberantasan narkoba menjadi prioritas karena dampaknya merusak generasi muda. Dari pengungkapan ini, kami perkirakan lebih dari 20 ribu jiwa berhasil diselamatkan dari bahaya narkotika," jelas Kapolres.
Namun demikian, maraknya kasus narkoba yang masih terungkap dalam jumlah besar juga menjadi sinyal bahwa peredaran gelap narkotika di Tapanuli Selatan belum sepenuhnya terkendali. Upaya penindakan perlu dibarengi strategi pencegahan yang lebih masif, termasuk edukasi dan pengawasan berbasis komunitas.
Dalam bidang kejahatan keuangan negara, Polres Tapsel mengklaim berhasil menyelamatkan lebih dari Rp536 juta uang negara dari pengungkapan kasus korupsi dana desa. Langkah ini dinilai sejalan dengan komitmen Polri dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang bersih.
Meski demikian, publik berharap penanganan perkara korupsi tidak berhenti pada angka penyelamatan uang negara semata, tetapi juga memberikan efek jera dan transparansi proses hukum agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian terus meningkat.
Secara umum, kinerja Polres Tapanuli Selatan sepanjang 2025 menunjukkan kemajuan yang patut diapresiasi. Namun, tantangan ke depan tidak ringan.
Penyelesaian perkara yang belum optimal, pemberantasan narkoba yang masih masif, serta tuntutan transparansi menjadi pekerjaan rumah yang harus dijawab secara konkret pada tahun-tahun mendatang.
Kemudian, saat bencana banjir bandang melanda Garoga dan Batang Toru, Polres Tapsel bersama Polda Sumatera Utara menerjunkan perahu karet dan tim SAR untuk mengevakuasi warga terdampak, terutama kelompok rentan dan warga sakit.
Selain evakuasi, kepolisian juga melakukan pengumpulan sampel kayu gelondongan di Sungai Garoga guna menyelidiki dugaan faktor manusia, termasuk alih fungsi lahan.
Namun hingga akhir 2025, publik masih menanti kejelasan hasil investigasi tersebut. Transparansi dan tindak lanjut hukum dinilai krusial agar bencana serupa tidak kembali terulang.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
KH. Akhmad Khambali Kenaikan Harga BBM dan Gejolak Ekonomi Global Jangan Sampai Membebani Rakyat Kecil
kota
MEDAN Ketua Komisi IV DPRD Kota Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak, diduga mendapat intervensi politik terkait penanganan aset Pemerintah
kota
Semoga Jadi Haji Mabrur&rdquo, Pesan Menyentuh Wali Kota H. Letnan Dalimunthe Saat Sambut Jamaah Haji Padangsidimpuan
kota
Tak Perlu Khawatir, Data Dijamin Aman! Bupati Padang Lawas Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
kota
Pengajian Sejuta Selawat di Madina Jadi Sorotan, Bupati Saipullah Serukan Madina Bersih Narkoba
kota
Rifky Budi Setiawan Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cum Laude dari Universitas Sumatera Utara
kota
BANDUNG sumut24.co Bandung, 15 Juni 2026 Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat menggelar Turnamen Sepak Bola Piala Danseskoad dalam
Sport
Polresta Deli Serdang Gelar Bakti Kesehatan Donor Darah Dalam Rangka Hari Bhayangkara ke80 Tahun 2026
kota
Pemkab Paluta Gaspol Sensus Ekonomi 2026, Pendataan Door to Door Dimulai
kota
Polri Tak Hanya Jaga Keamanan, Polres Padang Lawas Hadir Beri Layanan Kesehatan untuk Masyarakat
kota