Jelang Porprovsu 2026, KONI Sumut Intensifkan Pembinaan Atlet
sumut24.co MedanKomite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara (Sumut) mengintensifkan pembinaan atlet melalui Program Pembinaan
Umum
Baca Juga:
- Tim Gabungan Satresnarkoba dan Polsek Medan Baru Ungkap Gudang Penyimpanan 5 Kg iSabu Jaringan Cina - Malaysia - Indonesia
- Polresta Deli Serdang Diminta Profesional Tangani Korupsi Dana Desa Rugemuk dan Penjualan Tanah Milik PT PS
- Tegur Orang Mabuk, Pemuda Ini Malah Dikeroyok dan Ditikam, 4 Pelaku Ditangkap Satreskrim Polres Padangsidimpuan
Tapsel | Sumut24.co
Sepanjang tahun 2025, Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) mencatat penurunan angka kriminalitas yang cukup signifikan. Berdasarkan Rilis Akhir Tahun (RAT) 2025, jumlah tindak pidana di wilayah hukum Polres Tapsel turun hingga 48,75 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Yon Edi Winara, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi penegakan hukum yang dibarengi langkah preventif serta keterlibatan masyarakat.
"Berdasarkan data yang kami himpun, terjadi penurunan kejahatan sebesar 48,75 persen sepanjang 2025, atau rata-rata sekitar 9,75 persen per bulan," ujar AKBP Yon Edi Winara saat memaparkan Rilis Akhir Tahun di Mapolres Tapsel, Selasa (30/12/2025).
Meski menunjukkan tren positif, data yang disampaikan juga membuka ruang evaluasi. Sepanjang 2025, Polres Tapsel mencatat 928 laporan tindak pidana, namun baru 614 perkara yang berhasil diselesaikan. Artinya, tingkat penyelesaian perkara (crime clearance) masih berada di angka 66,16 persen.
Angka tersebut dinilai cukup baik, namun masih menyisakan lebih dari 300 kasus yang belum tuntas. Kondisi ini memunculkan catatan kritis terkait efektivitas penanganan perkara, khususnya pada kasus-kasus yang bersentuhan langsung dengan rasa keadilan masyarakat.
Kapolres mengakui bahwa penguatan fungsi penyelidikan, percepatan respon laporan warga, serta patroli di wilayah rawan gangguan kamtibmas menjadi fokus utama jajarannya. Namun, publik berharap peningkatan kuantitas penanganan juga diikuti kualitas penegakan hukum yang transparan dan berkeadilan.
Di sisi lain, Polres Tapsel menaruh perhatian serius pada pemberantasan narkoba melalui Program Jihad Melawan Narkoba. Selama 2025, aparat berhasil mengungkap sejumlah kasus besar dengan barang bukti lebih dari 3 kilogram sabu dan hampir 20 kilogram ganja, serta mengamankan 156 tersangka.
"Pemberantasan narkoba menjadi prioritas karena dampaknya merusak generasi muda. Dari pengungkapan ini, kami perkirakan lebih dari 20 ribu jiwa berhasil diselamatkan dari bahaya narkotika," jelas Kapolres.
Namun demikian, maraknya kasus narkoba yang masih terungkap dalam jumlah besar juga menjadi sinyal bahwa peredaran gelap narkotika di Tapanuli Selatan belum sepenuhnya terkendali. Upaya penindakan perlu dibarengi strategi pencegahan yang lebih masif, termasuk edukasi dan pengawasan berbasis komunitas.
Dalam bidang kejahatan keuangan negara, Polres Tapsel mengklaim berhasil menyelamatkan lebih dari Rp536 juta uang negara dari pengungkapan kasus korupsi dana desa. Langkah ini dinilai sejalan dengan komitmen Polri dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang bersih.
Meski demikian, publik berharap penanganan perkara korupsi tidak berhenti pada angka penyelamatan uang negara semata, tetapi juga memberikan efek jera dan transparansi proses hukum agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian terus meningkat.
Secara umum, kinerja Polres Tapanuli Selatan sepanjang 2025 menunjukkan kemajuan yang patut diapresiasi. Namun, tantangan ke depan tidak ringan.
Penyelesaian perkara yang belum optimal, pemberantasan narkoba yang masih masif, serta tuntutan transparansi menjadi pekerjaan rumah yang harus dijawab secara konkret pada tahun-tahun mendatang.
Kemudian, saat bencana banjir bandang melanda Garoga dan Batang Toru, Polres Tapsel bersama Polda Sumatera Utara menerjunkan perahu karet dan tim SAR untuk mengevakuasi warga terdampak, terutama kelompok rentan dan warga sakit.
Selain evakuasi, kepolisian juga melakukan pengumpulan sampel kayu gelondongan di Sungai Garoga guna menyelidiki dugaan faktor manusia, termasuk alih fungsi lahan.
Namun hingga akhir 2025, publik masih menanti kejelasan hasil investigasi tersebut. Transparansi dan tindak lanjut hukum dinilai krusial agar bencana serupa tidak kembali terulang.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
sumut24.co MedanKomite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara (Sumut) mengintensifkan pembinaan atlet melalui Program Pembinaan
Umum
sumut24.co MedanGuna memperkuat komitmen dalam menghadirkan pengalaman berkendara terbaik bagi masyarakat Indonesia, Mobil Lubricants r
Umum
Medan sumut24.co Di ujung sebuah gang yang tampak biasa, ketika malam masih memeluk Kota Medan dengan sunyi nya, tim gabungan Satuan Resna
Hukum
Polsek Medan Area Ungkap Maling Besi di Yuki AR Hakim
kota
Polsek Medan Kota Ungkap Dugaan Penipuan Modus Proyek Fiktif
kota
KONI Medan Dukung The Khourt Independence Padel Tournament 2026, Wadah Lahirkan Atlet Baru
News
Driver Ojol Tewas Terlindas Truk Tangki Cpo di Jalan Sisingamangaraja Medan
kota
&lrmRealisasi Pendapatan Asli Dareah (PAD) Sumut Sudah Terealisasi 50 Persen Lebih dari Target 2026
kota
Sutrisno Pangaribuan Minta BobbySurya Hentikan Rencana Berkantor di Nias Hanya Pencitraan dan Berpotensi Boros APBD
kota
Bupati Buka MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Deli Serdang, 419 Siswa Mulai Masuk Asrama
kota