DPD PDI Perjuangan Sumut Desak Penanganan Cepat Siswa MTsN 2 Kisaran, Jangan Ulangi Kasus Karo
DPD PDI Perjuangan Sumut Desak Penanganan Cepat Siswa MTsN 2 Kisaran, Jangan Ulangi Kasus Karo
News
Baca Juga:
- Tak Mau Ada Kendala Saat Bertugas, Kapolres Tapsel Pastikan Armada Polisi Siap Operasional
- Mancing Bareng Polres Padangsidimpuan Pererat Hubungan Polri, Warga, dan Media: 300 Kg Ikan Mas Jumbo Ditebar di Depan Peserta
- Polres Pelabuhan Belawan Tangkap 13 Pemuda Terkait Geng Motor dan Tawuran Sita 4 Sajam dan Ketapel
Tapsel | Sumut24.co
Sepanjang tahun 2025, Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) mencatat penurunan angka kriminalitas yang cukup signifikan. Berdasarkan Rilis Akhir Tahun (RAT) 2025, jumlah tindak pidana di wilayah hukum Polres Tapsel turun hingga 48,75 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Yon Edi Winara, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi penegakan hukum yang dibarengi langkah preventif serta keterlibatan masyarakat.
"Berdasarkan data yang kami himpun, terjadi penurunan kejahatan sebesar 48,75 persen sepanjang 2025, atau rata-rata sekitar 9,75 persen per bulan," ujar AKBP Yon Edi Winara saat memaparkan Rilis Akhir Tahun di Mapolres Tapsel, Selasa (30/12/2025).
Meski menunjukkan tren positif, data yang disampaikan juga membuka ruang evaluasi. Sepanjang 2025, Polres Tapsel mencatat 928 laporan tindak pidana, namun baru 614 perkara yang berhasil diselesaikan. Artinya, tingkat penyelesaian perkara (crime clearance) masih berada di angka 66,16 persen.
Angka tersebut dinilai cukup baik, namun masih menyisakan lebih dari 300 kasus yang belum tuntas. Kondisi ini memunculkan catatan kritis terkait efektivitas penanganan perkara, khususnya pada kasus-kasus yang bersentuhan langsung dengan rasa keadilan masyarakat.
Kapolres mengakui bahwa penguatan fungsi penyelidikan, percepatan respon laporan warga, serta patroli di wilayah rawan gangguan kamtibmas menjadi fokus utama jajarannya. Namun, publik berharap peningkatan kuantitas penanganan juga diikuti kualitas penegakan hukum yang transparan dan berkeadilan.
Di sisi lain, Polres Tapsel menaruh perhatian serius pada pemberantasan narkoba melalui Program Jihad Melawan Narkoba. Selama 2025, aparat berhasil mengungkap sejumlah kasus besar dengan barang bukti lebih dari 3 kilogram sabu dan hampir 20 kilogram ganja, serta mengamankan 156 tersangka.
"Pemberantasan narkoba menjadi prioritas karena dampaknya merusak generasi muda. Dari pengungkapan ini, kami perkirakan lebih dari 20 ribu jiwa berhasil diselamatkan dari bahaya narkotika," jelas Kapolres.
Namun demikian, maraknya kasus narkoba yang masih terungkap dalam jumlah besar juga menjadi sinyal bahwa peredaran gelap narkotika di Tapanuli Selatan belum sepenuhnya terkendali. Upaya penindakan perlu dibarengi strategi pencegahan yang lebih masif, termasuk edukasi dan pengawasan berbasis komunitas.
Dalam bidang kejahatan keuangan negara, Polres Tapsel mengklaim berhasil menyelamatkan lebih dari Rp536 juta uang negara dari pengungkapan kasus korupsi dana desa. Langkah ini dinilai sejalan dengan komitmen Polri dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang bersih.
Meski demikian, publik berharap penanganan perkara korupsi tidak berhenti pada angka penyelamatan uang negara semata, tetapi juga memberikan efek jera dan transparansi proses hukum agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian terus meningkat.
Secara umum, kinerja Polres Tapanuli Selatan sepanjang 2025 menunjukkan kemajuan yang patut diapresiasi. Namun, tantangan ke depan tidak ringan.
Penyelesaian perkara yang belum optimal, pemberantasan narkoba yang masih masif, serta tuntutan transparansi menjadi pekerjaan rumah yang harus dijawab secara konkret pada tahun-tahun mendatang.
Kemudian, saat bencana banjir bandang melanda Garoga dan Batang Toru, Polres Tapsel bersama Polda Sumatera Utara menerjunkan perahu karet dan tim SAR untuk mengevakuasi warga terdampak, terutama kelompok rentan dan warga sakit.
Selain evakuasi, kepolisian juga melakukan pengumpulan sampel kayu gelondongan di Sungai Garoga guna menyelidiki dugaan faktor manusia, termasuk alih fungsi lahan.
Namun hingga akhir 2025, publik masih menanti kejelasan hasil investigasi tersebut. Transparansi dan tindak lanjut hukum dinilai krusial agar bencana serupa tidak kembali terulang.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
DPD PDI Perjuangan Sumut Desak Penanganan Cepat Siswa MTsN 2 Kisaran, Jangan Ulangi Kasus Karo
News
Deliserdang sumut24.co Dalam rangka menyambut HUT Korpasgat ke79, Resimen Hanud 1 Pasgat dan PIA Ardhya Garini Ranting 013 Resimen Arhan
News
Medan sumut24.co Sebagai simbol dan wujud penghormatan, kesinambungan kepemimpinan, dan penghargaan atas pengabdian selama bertugas,person
News
Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Berhasil Amankan Seorang Pria dan Sita 4,32 Gram Shabu
News
MEDAN, SUMUT24.CO General Manager PLN UID Sumatera Utara, Rizky Mochamad, menegaskan komitmen PLN dalam mendukung program pemerintah, khusus
News
sumut24.co MedanPemerintah Kota (Pemko) Medan terus mendorong percepatan sertifikasi aset daerah sebagai bagian dari upaya pengamanan dan
kota
sumut24.co Jakarta Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menegaskan komitmennya untuk menjaga keuangan negara dan memastikan Anggaran
Ekbis
sumut24.co MedanAnggota Komisi 4 DPRD Medan El Barino Shah SH MH minta Aparat Penegak Hukum (APH) dalami dugaan jual beli proyek fisik di
kota
Peringati Maulid Nabi Forum Minang Sati Sampaikan Aspirasi Kolaborasi dengan Pemko Medan
News
Ratusan Miliar dalam 20 Koper KPK Harus Bongkar Ke Mana Uang HGB Bogor Mengalir
News