Semak Belukar Jadi Akhir Pelarian Pengedar Narkoba di Klambir V, Medan Helvetia.
Semak Belukar Jadi Akhir Pelarian Pengedar Narkoba di Klambir V, Medan Helvetia.
kota
Baca Juga:
- Pimpin Apel Pemerintahan, Wali Kota Tanjungbalai Tekankan OPD Harus Bertanggung Jawab dan Kerja Maksimal
- Perkuat Sinergi Pengamanan Objek Vital Nasional, PLN dan Polda Aceh Kolaborasi Dukung Keandalan Kelistrikan Serta Ketahanan Energi
- Wujud Sinergi Dan Kolaborasi, BPN Aceh Serahkan 21 Sertipikat HGB PLTA Peusangan Kepada PLN
Aceh - Seorang anak kecil berjalan tertatih di atas batang kayu dan lumpur sisa bencana. Tubuhnya kotor, langkahnya ragu. Di sekelilingnya, rumah-rumah warga lenyap tersapu bencana alam. Ironisnya, di tengah kehancuran itu, sebuah masjid masih berdiri kokoh—seolah menjadi satu-satunya penopang harapan di tengah absennya perlindungan nyata dari negara.
Bencana ini kembali memperlihatkan pola lama yang terus berulang: alam rusak, rakyat jadi korban, dan penanganan datang setelah semuanya terlambat. Anak-anak, kelompok paling rentan, dipaksa menghadapi trauma tanpa jaminan pemulihan yang jelas. Mereka tidak hanya kehilangan rumah, tetapi juga rasa aman dan masa depan.
Hingga saat ini, warga terdampak mengeluhkan minimnya kehadiran negara dalam penanganan pascabencana. Distribusi bantuan dinilai lamban, pendataan korban tidak transparan, dan upaya mitigasi hampir tidak pernah dilakukan sebelum bencana terjadi. Padahal, kawasan ini disebut-sebut telah lama masuk zona rawan banjir dan longsor.
Bencana bukan semata musibah alam. Kerusakan lingkungan, alih fungsi lahan, pembalakan liar, serta buruknya tata kelola wilayah menjadi faktor yang patut dipertanyakan. Namun, nyaris tidak ada pihak yang dimintai pertanggungjawaban atas kerusakan yang berujung petaka bagi warga.
Masjid yang tetap berdiri di tengah puing menjadi simbol ironi: iman rakyat lebih kokoh daripada sistem perlindungan negara. Ketika rumah hancur dan anak-anak melangkah di atas sisa kehidupan mereka, yang hadir justru solidaritas warga, bukan negara yang seharusnya paling bertanggung jawab.
Foto ini bukan sekadar dokumentasi bencana, melainkan cermin kegagalan kebijakan. Selama penanganan bencana masih bersifat reaktif dan bukan pencegahan, selama kerusakan lingkungan dibiarkan tanpa penegakan hukum, maka anak-anak akan terus menjadi saksi sekaligus korban dari kelalaian yang sama.
Bencana boleh disebut takdir, tetapi penderitaan yang berulang adalah akibat dari pembiaran.
Semak Belukar Jadi Akhir Pelarian Pengedar Narkoba di Klambir V, Medan Helvetia.
kota
sumut24.co ASAHAN, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Asahan, Ny. Yusnila Indriati Taufik, memimpin rangkaian kegiatan Bhakti Sosial Keagama
News
Medan sumut24.co Kawasan Pasar Kampung Lalang di Kecamatan Medan Sunggal sering terlihat semrawut dan macet, jadi sorotan tajam karena akt
kota
sumut24.co ASAHAN , Sebanyak 16 relawan Satuan Pelayanan Pemenangan Gizi (SPPG) Mekar Sari di Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan, meras
News
Bupati Gus Irawan Dorong Kajian Batang Toru Jadi Kebijakan Nyata Pascabencana
kota
sumut24.co MEDAN, Rektor Universitas Negeri Medan (UNIMED), Prof. Dr. Baharuddin, ST., M.Pd., secara resmi mengukuhkan seluruh mahasiswa ba
kota
sumut24.co MEDAN, Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si mengatakan kemampuan berkomunikasi menjadi
kota
sumut24.co SERGAI, Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila (MPW PP) Sumatera Utara menggelar kegiatan Penanaman Tanaman Pohon Pelindung d
News
sumut24.co Nias BaratPemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus memperkuat pelaksanaan Universal Health Coverage (UHC) gun
Umum
sumut24.co NiasWakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya menegaskan peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Nias Barat memb
Umum