Sabtu, 30 Mei 2026

Dinas Pariwisata Sumut Dinilai “Melawan” Instruksi Gubernur, Sekdis Akui Tak Paham Materi yang Dipresentasikan

Administrator - Senin, 24 November 2025 17:10 WIB
Dinas Pariwisata Sumut Dinilai “Melawan” Instruksi Gubernur, Sekdis Akui Tak Paham Materi yang Dipresentasikan
Istimewa

MEDAN — Kebijakan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution untuk memperketat disiplin komunikasi publik kembali dipertanyakan, setelah Dinas Pariwisata Sumut menunjukkan sikap yang dinilai mengabaikan instruksi langsung pimpinan.

Baca Juga:

Dalam konferensi pers Pemprov Sumut, Senin (24/11), Kepala Dinas Pariwisata Sumut Yuda Pratiwi tidak hadir dan hanya mengutus Sekretaris Dinas Ibnu Akbar bersama dua staf. Langkah ini jelas bertentangan dengan perintah Bobby yang sebelumnya menegaskan bahwa kepala OPD wajib hadir sendiri, kecuali jika sedang menjalankan tugas resmi di luar daerah.

Namun persoalan semakin memperburuk citra dinas tersebut ketika Ibnu, yang mewakili Kadis, hanya membacakan garis besar kinerja Dinas Pariwisata tanpa penjelasan teknis, tanpa data, dan tanpa uraian indikator capaian. Kualitas pemaparan dinilai dangkal dan jauh dari standar komunikasi publik yang diharapkan.

Situasi menjadi lebih memprihatinkan saat Ibnu, ketika diwawancarai usai acara, secara terbuka mengakui bahwa ia tidak memahami materi yang baru saja ia bacakan.

> "Saya kurang paham," kata Ibnu.

Pernyataan blak-blakan ini menunjukkan kelemahan serius dalam internal Dinas Pariwisata Sumut, sekaligus menimbulkan pertanyaan besar: mengapa materi yang tidak dipahami justru dipresentasikan di forum resmi pemerintah yang disaksikan publik dan media?

Instruksi Bobby sebelumnya sudah sangat jelas. Ia menegaskan konferensi pers OPD bukan formalitas seremonial, tetapi sarana untuk memberikan informasi akurat dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

> "Kepala dinas harus hadir, kecuali sedang bertugas resmi di luar daerah. Informasi publik harus disampaikan langsung oleh sumber utama, bukan pihak yang tidak menguasai materi," tegas Bobby.

Namun ketidakhadiran Yuda Pratiwi serta pengakuan Ibnu bahwa ia tidak memahami bahan presentasi adalah bentuk kontradiksi terang-terangan terhadap arahan gubernur. Situasi ini menyoroti lemahnya koordinasi internal dan minimnya keseriusan OPD dalam menjalankan tugas komunikasi publik.

Hingga berita ini diterbitkan, Kadis Pariwisata Yuda Pratiwi belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan ketidakhadirannya. Sementara itu, publik menunggu apakah Pemprov Sumut akan mengambil langkah korektif atas sikap tidak disiplin yang jelas-jelas merusak kredibilitas instruksi gubernur.

Kasus ini bukan sekadar soal ketidakhadiran seorang pejabat, tetapi cerminan lemahnya komitmen terhadap transparansi dan profesionalisme birokrasi di tubuh Pemprov Sumut.red

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kabupaten Asahan Cetak Rekor Istimewa Raih Opini WTP Kesepuluh Kali Beruntun Dari BPK RI
Di Bawah Pengawasan Kapolres Padangsidimpuan AKBP Dr. Wira Prayatna, Malam Takbiran Idul Adha 1447 H Berjalan Lancar
Bupati Asahan Lepas Pawai Takbiran Idul Adha 1447 H : Pusatkan Sholat Ied dan Kurban di Alun-Alun Kisaran
Kejahatan "Kera Putih" di Lingkungan Dinas Kehutanan Sumut Terbongkar : Bisnis Kayu Ilegal Beroperasi Bertahun-Tahun, Diduga Ada Oknum yang Dibekingi
Antonius Tumanggor Dorong Masyarakat Batak Tidak Abaikan Urus Akta Nikah, KK dan KTP
Antonius Tumanggor Dorong Masyarakat Batak Tidak Abaikan Urus Akta Nikah, KK dan KTP
komentar
beritaTerbaru