Senin, 22 Juni 2026

Inalum Cetak Rekor Emas di Usia 50 Tahun, Laba dan Produksi Tertinggi

Administrator - Senin, 22 Juni 2026 13:22 WIB
Inalum Cetak Rekor Emas di Usia 50 Tahun, Laba dan Produksi Tertinggi
Sumut24.co
Jajaran pimpinan PT Inalum saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025 sekaligus perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi dengan formasi kepemimpinan baru.(Sumut24.co)
sumut24.co -BATUBARA, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), yang merupakan anggota Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID, menutup tahun buku 2025 dengan torehan yang belum pernah dicapai sepanjang lima dekade berdiri.

Baca Juga:
Produsen aluminium terbesar nasional itu membukukan kinerja keuangan, produksi, dan penjualan tertinggi dalam sejarah perusahaan, sehingga posisi Inalum sebagai motor utama hilirisasi aluminium Indonesia.

Capaian monumental tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025 yang digelar di Gedung Energi, SCBD Jakarta, Senin.

Di tengah dinamika industri logam global dan tekanan rantai pasok internasional, pendapatan perusahaan tumbuh 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara laba bersih konsolidasian melonjak 15 persen. EBITDA bahkan mencatat kenaikan 17 persen, menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah perusahaan yang sudah berusia 50 tahun.

Corporate Secretary Inalum, Mahyaruddin AR, menyebut pencapaian itu bukti nyata efektivitas strategi transformasi dan hilirisasi yang dijalankan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.

"Capaian tahun buku 2025 merupakan hasil dari konsistensi transformasi operasional, peningkatan efisiensi, serta kolaborasi seluruh insan Inalum dan dukungan Grup MIND ID.

Sepanjang sejarah perusahaan ini menjadi bukti strategi penguatan daya saing dan hilirisasi yang kami jalankan telah memberikan hasil yang nyata,"ujar Mahyaruddin AR, Senin (22/6/2026) diterima Sumut24.co.

Dijelaskan, Inalum juga mencetak sejarah baru di sektor operasional. Sepanjang tahun 2025, produksi aluminium mencapai 280.082 metrik ton, meningkat sekitar 2 persen secara tahunan. Di saat yang sama, volume penjualan menembus 280.141 metrik ton atau naik sekitar 1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Angka tersebut menjadi capaian produksi dan penjualan tertinggi sejak Inalum berdiri.
Pencapaian ini didorong atas keberhasilan penyelesaian Proyek Pot Upgrading yang menjadi salah satu proyek strategis perusahaan.

Modernisasi 170 tungku reduksi di Potline 2 dengan teknologi arus 235 kA berhasil meningkatkan kapasitas produksi terpasang menjadi sekitar 274 ribu ton per tahun.

"Keberhasilan proyek ini memperkuat daya saing Inalum di tengah meningkatnya kebutuhan aluminium nasional untuk sektor otomotif, konstruksi, energi, dan industri manufaktur berbasis hilirisasi,"ungkapnya.

Selain itu, kinerja impresif diperkuat oleh kondisi fundamental perusahaan yang semakin kokoh.
Inalum berhasil mempertahankan Tingkat Kesehatan Perusahaan pada kategori "AA" dengan klasifikasi "Sehat". Perseroan juga memperoleh Final Rating idAA-/Stable serta Standalone Rating idA+(sa) dari PEFINDO, mencerminkan kapasitas keuangan dan prospek bisnis yang kuat.

Dari sisi tata kelola, penerapan prinsip ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) meningkat signifikan menjadi 87,54 persen pada 2025, dari sebelumnya 81,01 persen. Peningkatan ini bentuk percepatan implementasi standar tata kelola perusahaan kelas regional.

"Pencapaian KPI Kolegial Perseroan tercatat 85,54 persen berdasarkan hasil audit, dengan profil risiko berada pada Level 2 atau kategori terkendali,"sebutnya.

Di luar kinerja bisnis, Inalum memperluas dampak sosial dan lingkungan melalui berbagai program TJSL yang terukur.

Sepanjang 2025, perusahaan menyalurkan beasiswa kepada 145 penerima manfaat, melatih 110 tenaga pendidik, menanam 15.000 pohon mangrove, membangun PLTS di tiga lokasi, serta memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro dan kecil.

"Itu juga menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memastikan pertumbuhan bisnis berjalan beriringan dengan penciptaan nilai sosial dan keberlanjutan lingkungan,"tukasnya.

RUPST juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan.
Dengan formasi kepemimpinan baru.

Susunan Dewan Komisaris terdiri atas Musa Bangun sebagai Komisaris Utama dan Komisaris Independen, Indra Simarta, Ali Said, Hari Soebagijo sebagai Komisaris Independen, serta Kardwiyana Ukar sebagai Komisaris.

Sementara jajaran Direksi dipimpin Melati Sarnita sebagai Direktur Utama, didampingi Ken Permana sebagai Direktur Keuangan, Ivan Ermisyam sebagai Direktur Operasi, Arif Haendra sebagai Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha dan Komersial, serta Kemal Sudiro sebagai Direktur Sumber Daya Manusia dan Transformasi Bisnis.(Jo)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Bambang Sumantri
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
BNCT Catat Arus Petikemas 59.663 TEUs pada April 2026
Kabupaten Asahan Cetak Rekor Istimewa Raih Opini WTP Kesepuluh Kali Beruntun Dari BPK RI
Inalum Tebar 107 Hewan Qurban di Sumut, Perkuat Sosial di Wilayah Operasional
PT Inalum Buka Akses Listrik dan Internet Untuk Desa Terpencil
Inalum Dorong Jurnalisme Berkualitas Lewat Kompetisi IN-Journal
Inalum Turunkan Masyarakat Jadi Garda Depan Pencegahan Karhutla
komentar
beritaTerbaru