Bupati Madina Saipullah Nasution Tancap Gas ke Jakarta, Dana Sawit dan Beasiswa Jadi Senjata Baru Dongkrak Ekonomi
Bupati Madina Saipullah Nasution Tancap Gas ke Jakarta, Dana Sawit dan Beasiswa Jadi Senjata Baru Dongkrak Ekonomi
kota
Baca Juga:
- Saat RDP, Dame Duma Sari Hutagalung Minta Pihak Royal Sumatera Serahkan Aset PSU ke Pemko
- Kuasa Hukum Sebut Putusan Keliru, Jubir COVID-19 Sumut dr. Aris Yudhariansyah Ajukan PK ke Mahkamah Agung
- Lantik Wakil Rektor dan Sekretaris Universitas, Rektor USU Ingatkan Pentingnya Kerja Keras dan Integritas
Di tengah kehampaan itu, ada satu panggung kecil yang setiap hari dinyalakan: sebuah meja konferensi pers, lampu kamera, dan seorang pria yang berdiri sendirian di depannya.
Namanya dr. Aris Yudhariansyah, Juru Bicara dan Public Relation Satgas Covid-19 Sumut.
Sosok yang tak pernah mundur meski seluruh dunia seperti runtuh pelan-pelan.
---
Ketika setiap kata bisa memicu kepanikan, ia memilih untuk tetap bicara
Di belakang kamera, dunia bergetar.
Hoaks mengalir lebih cepat dari oksigen.
Ketakutan menyebar seperti bayangan gelap yang tak bisa dikejar.
Namun setiap hari, ia berdiri.
Menatap kamera yang tidak menawarkan belas kasihan.
Menyampaikan informasi yang tidak selalu ingin didengar publik.
Dan melakukannya dengan suara yang stabil, meski dadanya sendiri penuh tekanan yang tak tampak.
Ada saat ketika ia harus menenangkan masyarakat dari isu lockdown mendadak.
Ada malam ketika ia mengoreksi grafik berulang kali hingga jarum jam lewat dua, tiga, empat pagi.
Ada hari ketika ia menerima puluhan pertanyaan sulit yang bisa mengubah arah kebijakan publik.
Dan di semua itu, ia tetap memilih untuk hadir.
---
Sebuah perang yang tidak terlihat mata, namun menuntut keberanian luar biasa
Tidak banyak yang tahu:
Seorang juru bicara di masa pandemi bukan hanya pembawa informasi.
Ia adalah pengendali emosi kolektif.
Ia adalah penahan gelombang panik.
Ia adalah titik terang di saat gelap terlalu pekat.
Setiap kali ia berkata "kita bisa melewati ini", ia bukan hanya meyakinkan publik — ia sedang mencoba meyakinkan dirinya sendiri.
Salah satu anggota satgas bercerita:
"Kami sering melihat tangannya gemetar sebelum siaran. Tapi ketika kamera menyala, ia berubah seperti seseorang yang ditakdirkan untuk berdiri di sana."
Dalam badai yang tidak mengenal belas kasihan itu, dr. Aris adalah jangkar yang tidak terlihat — namun sangat dirasakan.
---
Kini, ketika badai telah mereda, ia berdiri di persimpangan yang berbeda
Permohonan amnesti untuk dr. Aris kini tengah memasuki kajian pemerintah di bawah Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra.
Namun bagi keluarga, rekan sejawat, jurnalis, dan masyarakat yang dulu menunggu setiap ucapannya, ini bukan hanya perkara hukum.
Ini adalah pengingat.
Bahwa di masa ketika dunia lumpuh, ada seorang juru bicara yang rela berdiri di garis depan risiko komunikasi publik — sebuah medan yang kerap lebih sunyi namun lebih tajam dari medan apa pun.
---
Permohonan amnesti itu bukan permohonan untuk melupakan… tetapi untuk mengingat
Mengingat bahwa ia pernah menjadi suara yang memegang tangan masyarakat saat rasa takut hampir menelan semuanya.
Mengingat bahwa ia pernah menjadi wajah yang menegakkan keberanian ketika semua ingin menyerah.
Mengingat bahwa perannya bukan sekadar membaca data — tetapi menjaga satu provinsi dari kepanikan massal.
Di balik berkas permohonan itu tersimpan ratusan hari siaran, ratusan malam tanpa tidur, ratusan keputusan yang harus ia buat di tengah ketidakpastian.
Kini, setelah semua lampu konferensi pers itu padam, masyarakat bertanya:
Apakah negara mau mendengar suara yang dulu menenangkan kita semua?.red
Bupati Madina Saipullah Nasution Tancap Gas ke Jakarta, Dana Sawit dan Beasiswa Jadi Senjata Baru Dongkrak Ekonomi
kota
sumut24.co JAKARTA, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP SBU) kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan
News
Kapolres Tapsel Rombak Jajaran, AKBP Yon Edi Winara Targetkan Kinerja Lebih Baik Lagi
kota
Serius Tangani Sampah! Bupati Palas PMA Gandeng Mabes TNI, Siapkan Teknologi Canggih 2027
kota
Sejarah Baru! Domino Resmi Jadi Olahraga, Turnamen Perdana Digelar di Padangsidimpuan
kota
JMSI Sumut Apresiasi Gebrakan Kajati Harli Siregar dalam Penegakan Hukum
News
DPD Partai Gerindra Sumut Ucapkan Dirgahayu ke78 Sumatera Utara, Dorong Sumut Lebih Maju
kota
Medan Sumut24.co Bendahara Umum (Bendum) DPD Partai Gerindra Sumatera Utara, Meriyawaty Amelia Prasetio yang akrab disapa Bunda Yin, meneg
News
Ketua DPD PSI Kota Binjai Ditahan Kejari, Terseret Kasus Dugaan Korupsi DKPP
kota
Respons Cepat Petugas Evakuasi Hewan Ternak Demi Jaga Keamanan Pengguna Jalan di Ruas Tol Medan&ndashKualanamu&ndashTebing Tinggi (MKTT)
kota