Tambang Emas Ilegal Madina Bagaikan Dracin, Daftar Nama Terungkap, Haruskah Menunggu Perintah "KAPOLRI"
Tambang Emas Ilegal Madina Bagaikan Dracin, Daftar Nama Terungkap, Haruskah Menunggu Perintah "KAPOLRI"
kota
Baca Juga:
- Keluarga Korban Minta Tangkap Sekelompok Pereman Pelaku Penganiayaan, Busor : Tutup THM NZ Perusak Mental dan Masa Depan Generasi Muda
- PT Toba Pulp Lestari Tbk Tegaskan Komitmen Pengelolaan Hutan Berkelanjutan, Kepatuhan Regulasi, dan Dialog Terbuka
- USU Tutup 2025 Dengan Prestasi: 6 Penghargaan Di Anugerah Diktisaintek
MEDAN | SUMUT24.co – Aksi besar masyarakat Kawasan Danau Toba yang menuntut penutupan pabrik pulp PT Toba Pulp Lestari (TPL) berakhir antiklimaks. Bukan karena kurangnya semangat rakyat, tapi karena absennya sosok yang paling ditunggu: Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution.
Alih-alih menemui massa yang datang ke kantornya, Gubsu justru "menghilang" ke Jakarta, tepat di Hari Pahlawan, 10 November 2025. Langkah ini memantik kritik keras dari berbagai kalangan. Presidium Kornas, Sutrisno Pangaribuan, menilai tindakan Bobby sebagai bentuk kepengecutan dan pengkhianatan moral terhadap rakyat Sumut, khususnya masyarakat Kawasan Danau Toba.
> "Rakyat datang ke kantor Gubsu sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, tapi Bobby malah kabur. Ia takut diminta bersikap soal penutupan TPL," ujar Sutrisno.
Janji dan "Prank" Politik Bobby
Tak lama berselang dari pelantikannya sebagai Gubsu, Bobby sempat menjanjikan keterwakilan warga HKBP dalam jabatan strategis pemerintahan. Namun, janji itu berubah menjadi ironi. Togap Simangunsong, jemaat HKBP Rawamangun Jakarta, dilantik sebagai Sekda Sumut pada 11 Juli 2025 — hanya untuk pensiun tiga bulan kemudian.
"HKBP dan warga Danau Toba kena prank. Banyak tokoh lokal yang layak, tapi justru dipilih pejabat yang hanya menjabat tiga bulan," ujar Sutrisno.
"Kabur" ke Jakarta, Numpang Gemerlap Gelar Pahlawan
Di hari yang sama ketika massa aksi menggelar protes di Medan, Bobby justru muncul di Istana Negara, Jakarta. Ia hadir dalam acara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Rondahaim Saragih Garingging. Namun, Sutrisno menegaskan, undangan istana hanya diperuntukkan bagi keluarga atau ahli waris, bukan kepala daerah.
"Tidak ada gubernur lain yang hadir di istana. Bobby ke Jakarta bukan karena undangan resmi, tapi karena cari alasan untuk kabur dari rakyatnya," tegas Sutrisno.
Sebagai pembanding, Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jatim) maupun Ahmad Luthfi (Pj Gubernur Jateng) tidak hadir mendampingi penerima gelar pahlawan asal daerah masing-masing.
Massa Aksi Butuh Gubernur, Bukan Wakil
Kehadiran massa aksi pro Tutup TPL di kantor Gubernur Sumut seharusnya menjadi momentum penting bagi Bobby untuk menunjukkan kepemimpinan moral dan keberpihakan terhadap rakyat. Namun, alih-alih tampil di depan publik, ia justru memerintahkan Wakil Gubernur, Musa Rajekshah alias Surya, untuk menerima massa.
"Surya tidak dibutuhkan untuk mewakili Gubsu. Rakyat ingin pemimpinnya hadir, bukan sembunyi," kata Sutrisno.
TPL dan Jejak Politik Pilgubsu
Dalam analisanya, Sutrisno menyebut ketakutan Bobby bisa jadi berakar pada relasi politik dengan TPL. "TPL punya sejarah 'berteman baik' dengan setiap Gubernur Sumut. Bobby juga diduga mendapat dukungan dari jaringan TPL dan karyawannya pada Pilgubsu 2024 lalu," ungkapnya.
Karenanya, lanjutnya, Bobby memilih "jalan aman": kabur ke Jakarta daripada harus menghadapi rakyat dan menjelaskan posisinya soal tutup TPL.
Pahlawan yang Takut Rakyat
Ironinya, pelarian Bobby ke Jakarta terjadi tepat pada Hari Pahlawan. Sementara rakyat Danau Toba memperjuangkan kelestarian tanah leluhur mereka, sang gubernur justru mencari panggung seremonial di Istana Negara.
"Warga Kawasan Danau Toba yang dulu cinta buta pada menantu Jokowi kini melihat kenyataan pahit: pemimpin pujaan mereka pengecut," kata Sutrisno pedas.
Ia menutup pernyataannya dengan sindiran tajam:
> "Bobby berani bilang 'jangan mundur' kepada guru honorer, tapi tidak berani mengucapkan kata yang sama kepada rakyat Kawasan Danau Toba."
Tambang Emas Ilegal Madina Bagaikan Dracin, Daftar Nama Terungkap, Haruskah Menunggu Perintah "KAPOLRI"
kota
Antusiasme Tinggi! 111 Pendaftar Ikuti Verifikasi Seleksi Polri 2026 di Padangsidimpuan
kota
Balita Hilang di SPBU Hutalombang, Polres Padang Lawas Sigap Memulangkan ke Orang Tua
kota
Bupati Madina Dorong Pelestarian Tradisi Lubuk Larangan untuk Ekosistem dan Masyarakat
kota
Lebih dari 3,5 Juta Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara Hingga H7 Idulfitri 1447H/2026
kota
Kapolresta Deli Serdang Pantau Aktivitas Arus Balik Lebaran 1447 H di Bandara Kualanam
kota
Dugaan Narasi Negatif terhadap Kejaksaan Negeri Karo Diduga Ganggu Proses Hukum Kasus Korupsi Profile Desa
kota
Sergai sumut24.co Tim Biro Sumber Daya Manusia (Ro SDM) Polda Sumatera Utara bersama jajaran Polres Serdang Bedagai melakukan monitoring d
News
Sergai sumut24.co Seorang pria ditemukan meninggal dunia di areal perkebunan kelapa sawit PTPN IV Kebun Adolina, Kecamatan Perbaungan, Kab
Hukum
Tanjungbalai PT Bank Sumut (Perseroda) terus menegaskan perannya sebagai motor penggerak digitalisasi keuangan daerah sekaligus mitra stra
News