Wabup Achmad Fauzan Apresiasi Gotong Royong Warga Lubuk Barumun, 20 Ribu Benih Ikan Ditebar
Wabup Achmad Fauzan Apresiasi Gotong Royong Warga Lubuk Barumun, 20 Ribu Benih Ikan Ditebar
News
Baca Juga:
JAKARTA – Keiikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BOP) harus dipandang sebagai artikulasi strategis dari semangat Gerakan Non-Blok (GNB) yang berakar pada nilai-nilai Dasa Sila Bandung di Konferensi Asia-Afrika 1955. Di tengah meningkatnya rivalitas global dan fragmentasi geopolitik, BOP tidak lagi sekadar simbol, melainkan instrumen untuk menegaskan posisi Indonesia: tidak memihak pada kekuatan besar, namun aktif menjadi penjaga perdamaian dunia.
Spirit ini bukan hal baru. Sejak era Soekarno, Indonesia telah menempatkan diri sebagai motor diplomasi global melalui inisiasi Gerakan Non Blok (GNB), peran aktif dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa, hingga konsistensi dalam mendorong dekolonisasi dan keadilan internasional. Warisan historis tersebut kini menemukan relevansinya kembali dalam konteks global yang semakin multipolar.
Dalam praktiknya, kiprah internasional Indonesia terus terlihat nyata. Indonesia aktif mengirimkan pasukan penjaga perdamaian dunia di bawah misi PBB, terlibat dalam berbagai forum multilateral, serta memainkan peran sebagai jembatan dialog antarnegara yang berkonflik. Sikap ini juga tegas tercermin dalam komitmen Indonesia untuk terus mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina, sebagai bagian dari amanat konstitusi dalam menolak segala bentuk penjajahan di atas dunia.
Presiden Prabowo Subianto dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat peran tersebut melalui pendekatan diplomasi yang lebih progresif dan adaptif. Dalam kerangka BOP, Indonesia didorong tidak hanya menjadi penggagas, tetapi juga penggerak utama dalam membangun mekanisme dialog global yang inklusif dan berkelanjutan, termasuk dalam mendorong penyelesaian konflik yang berkeadilan bagi rakyat Palestina.
Menanggapi hal ini tokoh nasional Abdullah Rasyid menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk konsistensi sekaligus penguatan posisi Indonesia di panggung dunia. "BOP adalah penegasan jati diri Indonesia sebagai bangsa yang mempelopori gerakan non-blok yang tidak tunduk pada tekanan kekuatan besar, tetapi aktif memperjuangkan perdamaian. Termasuk konsistensi kita dalam membela kemerdekaan Palestina sebagai amanat konstitusi dan nilai kemanusiaan universal," ujarnya.
Di tengah bayang-bayang rivalitas kekuatan besar yang dulu tercermin dalam blok seperti NATO dan Pakta Warsawa, dan kini hadir dalam konfigurasi baru, kehadiran Indonesia sebagai kekuatan non-blok yang aktif menjadi semakin relevan dan dibutuhkan.
Dengan demikian, keikutsertaan Indionesia dalam BOP menegaskan bahwa politik luar negeri bebas-aktif bukan sekadar prinsip normatif, tetapi telah teruji dalam praktik diplomasi Indonesia di tingkat global. Tidak memihak pada kekuatan manapun, namun tegas berpihak pada perdamaian, kemerdekaan bangsa-bangsa, serta keadilan dan kemanusiaan universal.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Wabup Achmad Fauzan Apresiasi Gotong Royong Warga Lubuk Barumun, 20 Ribu Benih Ikan Ditebar
News
Kisah Jumat Sore Kasat Reskrim Polres Padang Lawas Sambangi Ibu Tunggal hingga Abang Becak
News
Sekda Palas Panguhum Nasution Tegas Cek Bangunan KDKMP Harus Sesuai Fakta, Jangan Ditambah atau Dikurangi
News
Antrean BBM Mengular di Padangsidimpuan, Pemko Soroti Dugaan Pelangsiran, Pertamina Dipanggil
News
Masa Tanggap Darurat Berakhir, Korban Kebakaran Kantin Padangsidimpuan Terima Rp18 Juta
News
&lrmMasa Tanggap Darurat Banjir Bandang Arosuka Diperpanjang Dan Pemkab Solok Perkuat Penanganan dan Kesiapsiagaan
News
Puluhan Pemuda Salayo Gotong Royong Bersihkan Lumpur dan Selamatkan aset Dinas Pariwisata Kabupaten Solok
News
Megawati Perintahkan Kader Hadir di Tengah Rakyat, PDI Perjuangan Sumut Beri Tali Asih Korban MBG di Karo
News
Sang Pakar Intelijen Duduki Posisi Kabaintelkam Mabes Polri
News
Menhan Beradab di Tengah Candu Pasukan Siber
News