Ketua Gen Z Sumut Berbagi 100 Porsi Nasi dan 5 Karung Beras Sambut HUT RI ke-81
Ketua Gen Z Sumut Berbagi 100 Porsi Nasi dan 5 Karung Beras Sambut HUT RI ke81
kota
Baca Juga:
JAKARTA – Keiikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BOP) harus dipandang sebagai artikulasi strategis dari semangat Gerakan Non-Blok (GNB) yang berakar pada nilai-nilai Dasa Sila Bandung di Konferensi Asia-Afrika 1955. Di tengah meningkatnya rivalitas global dan fragmentasi geopolitik, BOP tidak lagi sekadar simbol, melainkan instrumen untuk menegaskan posisi Indonesia: tidak memihak pada kekuatan besar, namun aktif menjadi penjaga perdamaian dunia.
Spirit ini bukan hal baru. Sejak era Soekarno, Indonesia telah menempatkan diri sebagai motor diplomasi global melalui inisiasi Gerakan Non Blok (GNB), peran aktif dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa, hingga konsistensi dalam mendorong dekolonisasi dan keadilan internasional. Warisan historis tersebut kini menemukan relevansinya kembali dalam konteks global yang semakin multipolar.
Dalam praktiknya, kiprah internasional Indonesia terus terlihat nyata. Indonesia aktif mengirimkan pasukan penjaga perdamaian dunia di bawah misi PBB, terlibat dalam berbagai forum multilateral, serta memainkan peran sebagai jembatan dialog antarnegara yang berkonflik. Sikap ini juga tegas tercermin dalam komitmen Indonesia untuk terus mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina, sebagai bagian dari amanat konstitusi dalam menolak segala bentuk penjajahan di atas dunia.
Presiden Prabowo Subianto dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat peran tersebut melalui pendekatan diplomasi yang lebih progresif dan adaptif. Dalam kerangka BOP, Indonesia didorong tidak hanya menjadi penggagas, tetapi juga penggerak utama dalam membangun mekanisme dialog global yang inklusif dan berkelanjutan, termasuk dalam mendorong penyelesaian konflik yang berkeadilan bagi rakyat Palestina.
Menanggapi hal ini tokoh nasional Abdullah Rasyid menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk konsistensi sekaligus penguatan posisi Indonesia di panggung dunia. "BOP adalah penegasan jati diri Indonesia sebagai bangsa yang mempelopori gerakan non-blok yang tidak tunduk pada tekanan kekuatan besar, tetapi aktif memperjuangkan perdamaian. Termasuk konsistensi kita dalam membela kemerdekaan Palestina sebagai amanat konstitusi dan nilai kemanusiaan universal," ujarnya.
Di tengah bayang-bayang rivalitas kekuatan besar yang dulu tercermin dalam blok seperti NATO dan Pakta Warsawa, dan kini hadir dalam konfigurasi baru, kehadiran Indonesia sebagai kekuatan non-blok yang aktif menjadi semakin relevan dan dibutuhkan.
Dengan demikian, keikutsertaan Indionesia dalam BOP menegaskan bahwa politik luar negeri bebas-aktif bukan sekadar prinsip normatif, tetapi telah teruji dalam praktik diplomasi Indonesia di tingkat global. Tidak memihak pada kekuatan manapun, namun tegas berpihak pada perdamaian, kemerdekaan bangsa-bangsa, serta keadilan dan kemanusiaan universal.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Ketua Gen Z Sumut Berbagi 100 Porsi Nasi dan 5 Karung Beras Sambut HUT RI ke81
kota
H. Ruslan Momen 17 Agustus Tepat untuk Bangkitkan Kembali Cinta Tanah Air
kota
Khidmat HUT ke81 RI di SMPSMA Santo Thomas 3, Danton Paskibraka Darel Tamba Bercitacita Kibarkan Merah Putih di Istana Negara
kota
EmakEmak Gaul Kibarkan Merah Putih di Puncak Gunung Teletabis, Serukan Indonesia Berdaulat dan Makmur
kota
Wali Kota Binjai Lantik Pengurus Solidaritas Pasar Hongkong Periode 2026&ndash2031
kota
Bakopam Sumut Gelar Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke81 di Dua Lokasi
kota
Semangat Kemerdekaan,BRI BO Sibuhuan Gelar Upacara HUT ke81 RI
kota
Semarak HUT RI ke81, Guru dan Jajaran TPI Medan Gelar Makan Bersama dan Lomba Kemerdekaan di Pantai Sri Mersing
kota
TANJUNG MORAWA Sumut24.coPT Perkebunan Nusantara I (Persero) Regional 1 menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang T
Umum
sumut24.co TANJUNGBALAI, Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Tanjungbalai berlangsung me
News