Padangsidimpuan | Sumut24.co
Baca Juga:
Kepolisian Resor (Polres) Padangsidimpuan bergerak cepat menangani persoalan yang melibatkan warga Desa Manunggang Julu, Kota Padangsidimpuan, dan warga Desa Sigalangan, Kabupaten Tapanuli Selatan. Konflik yang sempat memicu ketegangan tersebut akhirnya berhasil diselesaikan melalui mediasi yang berlangsung pada Minggu (22/3/2026).
Mediasi dilakukan di Mapolres Padangsidimpuan dengan menghadirkan kedua belah pihak yang berselisih. Sejumlah pejabat kepolisian turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kasat Reskrim, Kasat Intelkam, personel SPKT, Bhabinkamtibmas, serta orang tua dari para remaja yang terlibat.
Insiden ini bermula sekitar pukul 16.00 WIB ketika dua remaja kakak beradik melintas dari Desa Manunggang menuju Desa Sigalangan. Saat melintas di jalan tersebut, keduanya mengaku ditembaki menggunakan pistol mainan oleh sekelompok anak-anak yang berada di pinggir jalan.
Merasa tidak nyaman dengan kejadian itu, kedua remaja tersebut melaporkan peristiwa tersebut ke Pos Pengamanan (Pos PAM) 3 Manunggang. Petugas yang menerima laporan kemudian bersama kedua remaja tersebut mendatangi lokasi kejadian.
Setibanya di lokasi, petugas menemukan sejumlah anak-anak yang sedang bermain tembak-tembakan menggunakan pistol mainan. Namun, ketika didatangi petugas, anak-anak tersebut langsung berlarian meninggalkan tempat.
Petugas kemudian menemui sekelompok remaja yang sedang berkumpul di dekat sebuah kilang padi di sekitar lokasi kejadian. Di tempat tersebut, petugas memberikan arahan agar para remaja tersebut menasihati anak-anak yang bermain tembak-tembakan agar tidak mengulangi perbuatan yang dapat memicu kesalahpahaman.
Namun situasi sempat memanas ketika terjadi cekcok antara seorang remaja bernama Anwar dengan kakak dari Dandi. Ketegangan itu berhasil dilerai oleh petugas Pos PAM yang berada di lokasi.
Setelah kejadian tersebut, kedua remaja kakak beradik itu meninggalkan tempat. Tidak lama kemudian, ayah dari Dandi mendatangi Pos PAM 3 Manunggang untuk menanyakan terkait kejadian yang menimpa anaknya.
Petugas kemudian memanggil para remaja yang sebelumnya berkumpul di dekat kilang padi untuk dimintai keterangan sekaligus dilakukan mediasi awal. Namun saat pertemuan berlangsung di Pos PAM, terjadi kembali ketegangan antara pihak yang berselisih.
Untuk mencegah konflik semakin meluas, petugas akhirnya mengarahkan kedua belah pihak ke Mapolres Padangsidimpuan guna dilakukan mediasi secara resmi.
Mediasi tersebut dihadiri oleh sejumlah pihak, di antaranya Kasat Reskrim AKP H. Naibaho, Kasat Intelkam IPTU Eko Bertom J.C. Panjaitan, Kanitdik I Satreskrim IPDA Rahmat Pardamean, Bhabinkamtibmas AIPTU D.L. Tobing, serta Kepala Desa Manunggang Julu Gunawan Dalimunthe. Selain itu, orang tua dari para remaja yang terlibat juga turut hadir.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak akhirnya sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan. Mereka sepakat untuk berdamai dan tidak melanjutkan persoalan ini ke jalur hukum di kemudian hari.
Selain itu, sebagai bentuk penyelesaian adat, kedua pihak juga sepakat memberikan "upah-upah" sebagai simbol perdamaian.
Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan, AKP H. Naibaho, S.H., M.H., menegaskan bahwa pihak kepolisian mengedepankan pendekatan persuasif dan kekeluargaan dalam menyelesaikan konflik masyarakat.
"Kami bersyukur kedua belah pihak dapat menahan diri dan sepakat menyelesaikan masalah ini secara damai. Kepolisian akan terus hadir untuk menjaga situasi tetap kondusif serta mendorong penyelesaian masalah melalui musyawarah," ujar AKP H. Naibaho.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anak agar tidak melakukan hal-hal yang berpotensi menimbulkan konflik di lingkungan masyarakat.
Usai mediasi, pihak kepolisian juga mengambil sejumlah langkah antisipatif untuk mencegah terjadinya konflik lanjutan. Personel Pos PAM 3 Manunggang melakukan patroli secara berkesinambungan di wilayah tersebut.
Selain itu, Bhabinkamtibmas juga melaksanakan kegiatan sambang dan memberikan pembinaan serta penyuluhan kepada masyarakat di lokasi kejadian. Sementara itu, Sat Intelkam melakukan deteksi dini dan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News