91 ASN Tapsel Tuntaskan Diklat BPKP, Bupati Gus Irawan Targetkan Dokumen Manajemen Risiko Rampung Sepekan
91 ASN Tapsel Tuntaskan Diklat BPKP, Bupati Gus Irawan Targetkan Dokumen Manajemen Risiko Rampung Sepekan
kota
Baca Juga:
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Medan, Airin Rico Waas, mendorong para pengrajin tenun songket Melayu untuk terus berinovasi melalui penggunaan pewarna alami yang ramah lingkungan.
"Warna alam tidak hanya memperindah wastra Nusantara, tetapi juga menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan serta memperkuat ekonomi kreatif lokal," ungkap Airin saat menghadiri pembukaan kegiatan Pembinaan Wastra Warna Alam Tenun Songket Melayu, kerja sama antara PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan Perkumpulan Warna Alam Indonesia (WARLAMI) di Balairung Istana Maimun, Selasa (4/11/2025).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sultan Deli XIV Sultan Aria Lamanjiji Perkasa Alam Syah, Ketua DWP Kota Medan Ismiralda Wiriya Alrahman, sejumlah pimpinan perangkat daerah, EVP Corporate Communication & Social Responsibility (CCSR) BCA Hera F. Haryn, serta Ketua WARLAMI Myra Widiono.
Airin menyebutkan, kegiatan ini memiliki makna penting karena tidak hanya melestarikan kebudayaan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya perempuan pengrajin. Melalui pelatihan ini, para penenun diharapkan mampu menghasilkan produk yang indah, unik, dan berdaya jual tinggi.
"Tenun songket Melayu bagian tak terpisahkan dari jati diri Kota Medan dan masyarakat Sumatera Utara. Setiap motif dan helaiannya sarat nilai filosofis, keindahan, dan kearifan budaya," ujar Airin.
Ia menegaskan, Pemko Medan melalui Dekranasda berkomitmen melindungi dan mengembangkan wastra Nusantara, termasuk songket Melayu, agar semakin berdaya saing dan bernilai ekonomi tinggi.
Airin juga mengapresiasi kolaborasi antara BCA dan WARLAMI yang dinilainya sebagai langkah strategis memperkuat ekosistem industri kreatif berbasis budaya.
"Kolaborasi ini adalah bentuk pemberdayaan nyata bagi masyarakat, terutama perempuan pengrajin," ujarnya.
Sementara itu, Sultan Deli XIV Sultan Aria Lamanjiji Perkasa Alam Syah menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar pelatihan, melainkan upaya membangkitkan kembali jati diri dan kebanggaan terhadap warisan budaya Melayu melalui pelestarian tenun songket.
Ia mengingatkan, tradisi menenun di tanah Deli telah ada sejak awal 1800-an pada masa Sultan Deli ke-6. Meski sempat meredup akibat masuknya kain impor, semangat menenun tetap hidup hingga kini. Sebanyak 32 pengrajin pun mendapat penghargaan sebagai penjaga warisan budaya Melayu.
"Songket Deli adalah lambang kebesaran dan kemuliaan. Dulu hanya dikenakan bangsawan, kini menjadi warisan bersama yang menyatukan masa lalu, kini, dan masa depan," ujar Sultan Aria seraya berharap kegiatan ini menjadi awal kebangkitan wastra Melayu yang indah, alami, dan bernilai ekonomi kreatif.(Rel)
91 ASN Tapsel Tuntaskan Diklat BPKP, Bupati Gus Irawan Targetkan Dokumen Manajemen Risiko Rampung Sepekan
kota
Drainase Jalinsum Tersumbat, Satlantas Polres Padangsidimpuan Bergerak Cepat Selamatkan Pengguna Jalan
kota
Tinggalkan Open Dumping, Pemkab Madina Siapkan Sistem Controlled Landfill untuk Wujudkan Pengelolaan Sampah Modern
kota
PAD Madina Baru Capai 85,78 Persen, Bupati Saipullah Beberkan Strategi Tingkatkan Pendapatan dan Lindungi Guru
kota
Janji Gandakan Uang dalam 7 Hari, Wanita Ini Dibekuk Polres Padangsidimpuan Usai Rugikan 51 Korban Rp400 Juta
kota
Sat Reskrim Polres Padang Lawas Intensif Patroli Malam, Cegah Begal, Balap Liar hingga Tawuran Remaja
kota
Hadiri Puncak HKG PKK ke54, Ketua TP PKK Simalungun Komit Perkuat Pemberdayaan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045
kota
Kontingen Simalungun Raih Terbaik III di Jamdasu XI 2026, Bupati "Prestasi ini merupakan hasil kerja keras, disiplin, dan kekompakan"
kota
MAS TPI Plus Keterampilan Medan Sambut Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2026/2027
kota
Hari Pertama Sekolah, TPI Medan Sambut Hangat Peserta Didik Baru TA 2026/2027 dengan Tradisi Marhaban dan Tepung Tawar
kota