Penataan Aset Dibahas, Pemko Tanjungbalai Minta PT KAI Lakukan Perpanjangan MoU Pasar TPO
sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai melakukan rapat koordinasi bersama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) D
News
Baca Juga:
Langkah itu mencakup deteksi dini potensi gangguan ketertiban umum, pembinaan tempat hiburan malam, kolaborasi lintas instansi, hingga pembentukan karakter pelajar melalui program Satpol PP Mitra Pelajar.
Kasatpol PP Sumut Moettaqin Hasrimi yang diwakili Kabid Penegakan Perundang-undangan, JE Bangun, menegaskan bahwa deteksi dini menjadi fondasi utama dalam menjaga ketertiban umum di wilayah Sumut.
"Kami rutin memantau daerah-daerah yang dinilai rawan terhadap gangguan ketertiban. Ini bagian dari upaya kami agar masalah bisa dicegah sebelum membesar," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (28/10).
Ia menjelaskan, Satpol PP bekerja sama dengan Kesbangpol dalam pemetaan wilayah-wilayah yang berpotensi menimbulkan gangguan sosial, termasuk penyalahgunaan narkoba dan aktivitas tanpa izin.
"Arahan dari Pak Gubernur jelas, kita harus tahu lebih dulu di mana potensi gangguan bisa muncul," katanya.
Upaya deteksi dini tersebut juga diperkuat melalui patroli gabungan bersama TNI dan Polri, serta koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota. Langkah ini, kata JE Bangun, bukan hanya sebagai bentuk pengawasan, tetapi juga untuk menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.
"Kami tidak bisa bekerja sendiri. Penegakan ketertiban memerlukan kolaborasi antarinstansi agar langkah di lapangan lebih efektif dan terukur," tegasnya.
Selain pengawasan lapangan, Satpol PP Sumut juga menempuh pendekatan persuasif terhadap dunia usaha. Salah satunya dengan melakukan pembinaan dan penyuluhan kepada pengelola tempat hiburan malam, bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Dinas Perizinan.
"Kami tidak serta-merta menindak. Sebelum itu, kami lakukan pembinaan agar pelaku usaha memahami aturan yang berlaku," ungkapnya.
JE Bangun menyebut, pembinaan dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution, terutama setelah penertiban beberapa tempat hiburan malam di Medan.
"Pendekatan edukatif ini penting agar pengusaha sadar tanggung jawab hukumnya, bukan sekadar takut razia," katanya.
Ia menambahkan, dialog terbuka antara Satpol PP dan pelaku usaha menjadi metode yang terbukti efektif. Melalui forum tersebut, pengelola dapat menyampaikan kendala yang dihadapi, sementara pemerintah memberikan panduan hukum yang jelas.
"Kami ingin menegakkan aturan tanpa menimbulkan keresahan sosial," sebutnya.
Langkah pembinaan juga disertai dengan sinergi bersama OPD lain. Satpol PP berkoordinasi dengan Dinas Sosial dalam penanganan gelandangan dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), serta dengan Kesbangpol dalam mencegah potensi konflik sosial.
"Setiap penertiban harus dilakukan secara manusiawi dan berkeadilan. Prinsip kami, ketertiban harus dibangun lewat sinergi, bukan kekerasan," tegasnya.
Tak hanya di ranah publik dan usaha, Satpol PP Sumut juga aktif membangun kesadaran hukum sejak dini melalui program Satpol PP Mitra Pelajar. Program ini dilaksanakan di berbagai SMA di Medan dan kabupaten lain dengan tujuan menanamkan nilai ketertiban dan disiplin pada generasi muda.
"Kami datang langsung ke sekolah untuk memberi penyuluhan tentang bahaya narkoba, geng motor, dan perilaku negatif lain," ungkap JE Bangun.
Menurutnya, edukasi kepada pelajar merupakan bentuk investasi sosial jangka panjang.
"Anak muda adalah aset bangsa. Kalau sejak sekolah mereka paham arti ketertiban, maka Sumut akan memiliki generasi yang taat aturan dan peduli lingkungan sosial," ujarnya.
Satpol PP juga menggandeng Linmas untuk mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) di sejumlah daerah. Program ini bertujuan memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lokal.
"Masyarakat harus ikut terlibat. Ketertiban bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama," tambahnya.
Di akhir keterangannya, JE Bangun menegaskan bahwa Satpol PP Sumut akan terus memperkuat tiga pendekatan utama: deteksi dini, pembinaan humanis, dan edukasi masyarakat.
"Kami ingin penegakan perda tidak hanya soal tindakan tegas, tapi juga pembinaan dan pencegahan. Karena yang paling penting bukan berapa banyak kita menindak, tapi seberapa damai masyarakat yang kita jaga," tutupnya.(Rel)
sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai melakukan rapat koordinasi bersama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) D
News
Hingga Hari H Libur Panjang Isra Mikraj 2026, Lalu Lintas di Empat Ruas Tol Regional Nusantara Alami Peningkatan
kota
Medan sumut24.co Meski telah di terbitkannya Izin Permohonan Gedung Bangunan (PBG) property yang berada di Lingkungan V Psr 1 Tengah Jln.
kota
Bangkitkan Pariwisata di Kota Wisata Parapat, Disbudparekraf Simalungun Akan Gelar Tujuh Event Di Tahun 2026
kota
Dukung Program Prioritas Presiden dan Asta Cita, Bupati Simalungun Hadiri Rakornas di Jakarta
kota
BAKOPAM Sumut Gelar Jum&rsquoat Berkah, Santuni Anak Yatim dan Anak Asuh
kota
Pohon di Tengah Jalan Gang Habis Pikir, Mobil dan Becak Tak Bisa Masuk
kota
MEDAN SUMUT24.CO Pertamina Oil Enduro menggelar turnamen bola voli amal bertajuk Spike for Hope Charity Match pada Sabtu (17/1) di GOR P
News
SERGAI Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dusun II Langsat, Desa Melati II, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai)
News
SERGAI Polres Serdang Bedagai (Sergai) mengamankan seorang sopir angkutan kota (angkot) bernama James Damanik (35) atas dugaan perbuatan
Hukum