Sengketa Lahan Belum Usai, Petani Plasma Kelompok 80 Minta Kapolri Tutup Pengoperasian PT DMK
Sengketa Lahan Belum Usai, Petani Plasma Kelompok 80 Minta Kapolri Tutup Pengoperasian PT DMK
kota
Baca Juga:
Berdasarkan pemetaan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, sebaran titik bahaya itu paling banyak berasal dari Kabupaten Deli Serdang dan Mandailing Natal, disusul sejumlah wilayah lain seperti Simalungun, Toba Samosir, dan Kota Medan.
Kepala Kesbangpol Sumut, Muliono, mengatakan bahwa data ini merupakan hasil pemetaan nasional BNN RI yang menilai tingkat kerawanan penyalahgunaan narkoba berdasarkan faktor sosial, ekonomi, geografis, dan akses distribusi peredaran.
Dari hasil tersebut, Sumut menempati posisi cukup rawan, meskipun mengalami penurunan signifikan dibanding tahun 2019, ketika Sumut masih berada di peringkat pertama secara nasional dalam kasus narkoba.
"Tahun 2019 kita berada di peringkat satu nasional. Tapi sekarang, berkat kolaborasi berbagai pihak dan gerakan Desa Bersinar, jumlah titik merah kita menurun tajam menjadi hanya 23 desa dan kelurahan," ujar Muliono dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (14/10).
Dari total 23 zona merah narkoba, Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menjadi daerah dengan jumlah titik rawan terbanyak, masing-masing menyumbang 5 hingga 6 lokasi zona merah.
Deli Serdang, sebagai kabupaten penyangga utama Kota Medan, tercatat memiliki 5 desa berstatus bahaya, yaitu:
•Desa Amplas (Percut Sei Tuan)
•Desa Sunggal Kanan (Sunggal)
•Desa Lama (Pancur Batu)
•Desa Namo Rube Julu dan Sampe Cita (Kutalimbaru).
Sementara itu, Kabupaten Mandailing Natal menjadi wilayah lain dengan konsentrasi tinggi, dengan enam desa rawan narkoba yang seluruhnya berlokasi di Kecamatan Panyabungan Timur dan Tambangan, antara lain :
•Desa Pardomuan
•Desa Huta Tinggi
•Desa Huta Bangun
•Desa Tanjung Julu
•Desa Banjar Lancat
•Desa Rao Rao Dolok
Selain dua kabupaten tersebut, Kota Medan juga tercatat menyumbang tiga titik merah, yakni Kelurahan Sidorejo (Medan Tembung), Tanjung Gusta (Medan Helvetia), dan Lalang (Medan Sunggal).
Di luar itu, Kota Pematang Siantar dan Kabupaten Toba Samosir (Toba) juga masuk daftar daerah dengan potensi tinggi, masing-masing mencatat dua hingga tiga titik merah seperti Marihat Jaya, Simarimbun, Baringin Pancur Nauli di Siantar dan Pagar Batu serta Lumban Ruhap di Toba.
Wilayah lain yang masuk kategori merah antara lain Kabupaten Simalungun, Serdang Bedagai, dan Labuhanbatu Utara, yang memiliki satu hingga dua titik bahaya.
Kesbangpol mencatat penurunan drastis jumlah zona merah narkoba ini tak lepas dari keberhasilan program Desa Bersinar (Bersih Narkoba) yang kini sudah menjangkau 300 desa di seluruh Sumatera Utara.
Setiap desa dibekali 15 orang relawan anti-narkoba yang bertugas memberikan edukasi, sosialisasi, dan deteksi dini terhadap perilaku penyalahgunaan.rel
Sengketa Lahan Belum Usai, Petani Plasma Kelompok 80 Minta Kapolri Tutup Pengoperasian PT DMK
kota
Sekda Medison Lantik Direksi Perumda Tirta Solok Nan Indah,
kota
Gerak Cepat! Laporan Call Center 110 Ditindak, Terduga Pelaku Pencurian Diamankan Polres Padangsidimpuan
kota
Gerak Cepat Resmob Padangsidimpuan, Sindikat Curanmor di Padangsidimpuan Berhasil Dibekuk
kota
PKK Sumut Turun ke Paluta, Program Keluarga Sejahtera Digeber Jelang Indonesia Emas 2045
kota
Curanmor Dini Hari Terungkap Kilat! Dua Pelaku Pencurian HP di Batangtoru Ditangkap Polres Tapsel Tanpa Perlawanan
kota
Sigap! Polres Tapsel Amankan TKP Kebakaran di Sayurmatinggi, Kerugian Capai Ratusan Juta
kota
MEDAN Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sumatera Utara, Iskandar, kembali dipercaya memimpin partai untuk periode terbaru
kota
Begal Adalah Fenomena Nyata Bukan Mitos, TNI AL Turun Tangan. Bukan Intervensi.
kota
Stafsus Menteri Koperasi Dorong Bos Teri Medan Bermitra dengan Koperasi Merah Putih dan Dapur MBG
kota