Marlis Pohan Usulkan "Tiang Utilitas Bersama" Atasi Kabel Semrawut di Medan
MEDAN Praktisi dan pemrakarsa proyek infrastruktur, Marlis Pohan (MP), mengusulkan konsep Tiang Utilitas Bersama (shared multiutility p
News
Baca Juga:
Berdasarkan pemetaan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, sebaran titik bahaya itu paling banyak berasal dari Kabupaten Deli Serdang dan Mandailing Natal, disusul sejumlah wilayah lain seperti Simalungun, Toba Samosir, dan Kota Medan.
Kepala Kesbangpol Sumut, Muliono, mengatakan bahwa data ini merupakan hasil pemetaan nasional BNN RI yang menilai tingkat kerawanan penyalahgunaan narkoba berdasarkan faktor sosial, ekonomi, geografis, dan akses distribusi peredaran.
Dari hasil tersebut, Sumut menempati posisi cukup rawan, meskipun mengalami penurunan signifikan dibanding tahun 2019, ketika Sumut masih berada di peringkat pertama secara nasional dalam kasus narkoba.
"Tahun 2019 kita berada di peringkat satu nasional. Tapi sekarang, berkat kolaborasi berbagai pihak dan gerakan Desa Bersinar, jumlah titik merah kita menurun tajam menjadi hanya 23 desa dan kelurahan," ujar Muliono dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (14/10).
Dari total 23 zona merah narkoba, Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menjadi daerah dengan jumlah titik rawan terbanyak, masing-masing menyumbang 5 hingga 6 lokasi zona merah.
Deli Serdang, sebagai kabupaten penyangga utama Kota Medan, tercatat memiliki 5 desa berstatus bahaya, yaitu:
•Desa Amplas (Percut Sei Tuan)
•Desa Sunggal Kanan (Sunggal)
•Desa Lama (Pancur Batu)
•Desa Namo Rube Julu dan Sampe Cita (Kutalimbaru).
Sementara itu, Kabupaten Mandailing Natal menjadi wilayah lain dengan konsentrasi tinggi, dengan enam desa rawan narkoba yang seluruhnya berlokasi di Kecamatan Panyabungan Timur dan Tambangan, antara lain :
•Desa Pardomuan
•Desa Huta Tinggi
•Desa Huta Bangun
•Desa Tanjung Julu
•Desa Banjar Lancat
•Desa Rao Rao Dolok
Selain dua kabupaten tersebut, Kota Medan juga tercatat menyumbang tiga titik merah, yakni Kelurahan Sidorejo (Medan Tembung), Tanjung Gusta (Medan Helvetia), dan Lalang (Medan Sunggal).
Di luar itu, Kota Pematang Siantar dan Kabupaten Toba Samosir (Toba) juga masuk daftar daerah dengan potensi tinggi, masing-masing mencatat dua hingga tiga titik merah seperti Marihat Jaya, Simarimbun, Baringin Pancur Nauli di Siantar dan Pagar Batu serta Lumban Ruhap di Toba.
Wilayah lain yang masuk kategori merah antara lain Kabupaten Simalungun, Serdang Bedagai, dan Labuhanbatu Utara, yang memiliki satu hingga dua titik bahaya.
Kesbangpol mencatat penurunan drastis jumlah zona merah narkoba ini tak lepas dari keberhasilan program Desa Bersinar (Bersih Narkoba) yang kini sudah menjangkau 300 desa di seluruh Sumatera Utara.
Setiap desa dibekali 15 orang relawan anti-narkoba yang bertugas memberikan edukasi, sosialisasi, dan deteksi dini terhadap perilaku penyalahgunaan.rel
MEDAN Praktisi dan pemrakarsa proyek infrastruktur, Marlis Pohan (MP), mengusulkan konsep Tiang Utilitas Bersama (shared multiutility p
News
Dipimpin Rahudman Harahap, Muktamar VIII IPHI di Bali Kembali Percayakan Erman Suparno Nahkodai Organisasi
kota
sumut24.co ASAHAN, Aliansi Masyarakat dan Pemuda Bandar Pulau (AMPB) melaksanakan aksi penyampaian aspirasi secara damai di halaman Kantor
News
sumut24.co Medan, Anggota DPRD Medan Modesta Marpaung SKM S Keb (Partai Golkar) mengaku peduli dan mendukung penuh program Pemko Medan terk
kota
Medan sumut24.co Ketua Perkumpulan Dosen Indonesia Sorak Gema Intelektual, Imanuel Tarigan, menegaskan bahwa pelayanan publik pada hakikat
kota
sumut24.co ASAHAN , Menyemarakkan Hari Bhayangkara ke80 Tahun 2026, Polres Asahan melangkah lebih dekat ke tengah masyarakat melalui kegia
News
sumut24.co ASAHAN , Keberhasilan pengembangan kasus yang dimulai dari penemuan sejumlah butir etomidate akhirnya mengantarkan tim kepolisia
News
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Asahan secara resmi mencanangkan seka
News
KH. Akhmad Khambali Kenaikan Harga BBM dan Gejolak Ekonomi Global Jangan Sampai Membebani Rakyat Kecil
kota
MEDAN Ketua Komisi IV DPRD Kota Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak, diduga mendapat intervensi politik terkait penanganan aset Pemerintah
kota