Pancasila Digali dari Akar Budaya Bangsa
Pancasila Digali dari Akar Budaya Bangsa
kota
Baca Juga:
- Anggaran Melonjak 7 Kali Lipat Jadi Rp 3,7 Miliar, Dugaan Korupsi dan Pelanggaran Lingkungan di Dinkes Asahan Memanas
- Tuntutan Ringan Kasus Korupsi Aset PTPN II Senilai 263 Miliar: Tanda Tanya Besar di Balik Langkah Penegak Hukum
- JPU Tuntut 5 Terdakwa Korupsi Tata Kelola Pertamina Jilid II Hingga 12 Tahun Penjara
MEDAN — Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara mengaku sedang mendalami kasus dugaan korupsi Program Peningkatan Peran Keluarga Berencana (P2KB) di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura). Salah satu pejabat yang terindikasi kuat terlibat dalam pusaran hukum ini yakni, Muhammad Suib Sitorus, mantan Kadis P2KB Labura.
"Ya, lagi pendalaman pengumpulan data dan tahap wawancara," ujar Pelaksana Harian Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejatisu, Muhammad Husairi menjawab konfirmasi wartawan, Sabtu (4/10/2025).
Suib Sitorus yang kini menjabat Asisten Administrasi Umum (Asmum) Setdaprovsu dan mantan Sekretaris Daerah Labura itu, disebut Husairi telah diperiksa penyelidik Kejatisu atas dugaan kasus dimaksud pada 12 September lalu, dalam kapasitasnya sebagai Kuasa Pengguna Anggaran atau KPA.
Muhammad Husairi menyatakan berdasarkan pendalaman yang dilakukan pihaknya, semua data tengah dianalisa secara cermat sebelum menaikkan status para oknum yang terlibat sebagai tersangka. Dia menyebut tahapnya saat ini adalah masih klarifikasi.
"Masih wawancara. Dianalisa datanya dan wawancara," ungkap seraya belum menyebut detail sudah berapa orang atau pihak yang telah dipanggil sekaitan kasus tersebut.
Berdasarkan data yang dibeberkan Koalisi Masyarakat Anti-Korupsi (KAMAK) Sumut, terdapat empat item kejanggalan realisasi anggaran atas kegiatan yang dulunya dikelola Suib Sitorus. Yakni antara lain:
•Administrasi kantor & program KB: Rp 3,954 miliar dari Rp 4,152 miliar (95%). Angka yang hampir penuh ini dinilai janggal dan rawan mark-up.
•Pemasangan kontrasepsi: Rp 297,2 juta dari Rp 343 juta (86,66%).
•Pembinaan pelayanan KB/KR: Rp 34,4 juta dari Rp 40,5 juta (85,03%), diduga digelembungkan dengan laporan fiktif.
•Pengembangan pusat informasi & konseling remaja (KKR): Rp 128,1 juta dari Rp 128,7 juta (99,54%), bahkan disebut sebagian fiktif.
KAMAK mengungkap adanya indikasi penyimpangan anggaran hingga Rp1,6 miliar dari total belanja Dinas P2KB sebesar Rp 8,239 miliar. Dari jumlah itu, hanya Rp 6,631 miliar yang bisa dipertanggungjawabkan, sementara Rp 1,607 miliar dinilai tidak jelas penggunaannya. Dana yang bersumber dari APBD Labura itu diduga raib melalui rekayasa laporan dan kegiatan fiktif.
"Seharusnya anggaran ini digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga dan kesehatan masyarakat. Tapi praktik korupsi justru merampas hak rakyat Labura," tegas Koordinator KAMAK, Azmi Hadly. ***
Pancasila Digali dari Akar Budaya Bangsa
kota
sumut24.coJAKARTA, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (PLN UIP SBU) kembali menorehkan prestasi melalui partisip
News
sumut24.co SERDANG BEDAGAI, Musyawarah Kabupaten (Muskab) I Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) resmi m
News
Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji&039un,Jenderal (Purn) TNI Ryamizard Ryacudu Berpulang di Usia 75 Tahun
kota
Gerak Cepat Polsek Padang Bolak!Kebakaran Kios Minyak di Padang Lawas Utara Picu Kepanikan Warga, Korban Dilarikan ke Rumah Sakit
kota
Ucok Kapala Bosi&rdquo Ikut Diamankan Usai Temuan Ganja 6,8 Kg di Lapas Salambue
kota
Kapolres AKBP Wira Prayatna Pimpin Deklarasi Anti Narkoba, Padangsidimpuan Gaungkan Perang Melawan Narkoba
kota
Bupati Madina Saipullah Nasution Motivasi 200 Santri Darul Ikhlas Jadilah Generasi Qurani Penakluk Tantangan Zaman
kota
Belawan sumut24.co PT Belawan New Container Terminal (BNCT) bersama Bea dan Cukai Belawan berkolaborasi dalam kegiatan penyaluran hewan qu
kota
sumut24.co MEDAN, Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus meme
kota