Ijeck Juara APRC 2026 dan Nasional Rally 2026, Torehkan Prestasi Gemilang di Tobasari
Ijeck Juara APRC 2026 dan Nasional Rally 2026, Torehkan Prestasi Gemilang di Tobasari
News
Baca Juga:
Di tengah gejolak global yang tak menentu, Indonesia berada pada titik krusial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Pemerintah pusat sudah memberi arah lewat semangat Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, sementara Bank Indonesia menghadirkan terobosan seperti Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk mengalirkan dana perbankan ke sektor riil. Tujuannya jelas: membuka lapangan kerja baru, menghidupkan ekonomi rakyat, dan menjaga stabilitas jangka panjang.
Namun, pertanyaan yang lebih mendesak justru ada di daerah: apakah Sumatera Utara siap membaca dan memanfaatkan momentum ini? Apakah gubernur benar-benar memiliki visi dan keberanian untuk mengintegrasikan pertumbuhan ekonomi dengan nilai keislaman, yang menjadi roh mayoritas masyarakat di provinsi ini?
Sumut sering dibanggakan sebagai miniatur Indonesia, dengan keragaman budaya dan agama. Tetapi, harus diakui, kebijakan pembangunan daerah masih kerap pragmatis, lebih mengejar proyek jangka pendek ketimbang desain jangka panjang yang berpihak pada rakyat. Padahal, dengan basis penduduk Muslim yang dominan, terutama di wilayah seperti Mandailing Natal yang dikenal sebagai "Serambi Mekkah"-nya Sumut, seharusnya ada model pembangunan ekonomi berbasis syariah yang nyata—bukan sekadar jargon.
Inilah letak tantangan kepemimpinan di Sumut. Nilai-nilai Islam yang menekankan keadilan, keseimbangan, dan kemaslahatan sejatinya sejalan dengan agenda ekonomi inklusif. Tetapi apakah gubernur berani menantang status quo, memutus lingkaran kebijakan yang hanya menguntungkan segelintir elite, dan benar-benar membangun sistem yang berpihak pada masyarakat luas?
Jika Sumut gagal membaca peluang ini, provinsi ini hanya akan menjadi penonton di tengah transformasi ekonomi nasional. Momentum emas akan lewat, sementara rakyat tetap berkutat dengan pengangguran, kemiskinan, dan ketimpangan.
Pertumbuhan ekonomi dan nilai keislaman bukan dua kutub yang berlawanan. Keduanya bisa berjalan seiring. Hanya saja, butuh kepemimpinan visioner—gubernur yang tidak sekadar menjadi administrator anggaran, tetapi pemimpin yang berani mengambil langkah besar demi masa depan rakyat Sumut yang lebih adil, sejahtera, dan bermartabat.***
Ijeck Juara APRC 2026 dan Nasional Rally 2026, Torehkan Prestasi Gemilang di Tobasari
News
Polsek Beringin Amankan 3 Orang Remaja Diduga Kawanan Geng Motor Bersenjata
kota
sumut24.co ASAHAN, Limbah makanan yang selama ini kerap menjadi masalah lingkungan, kini berhasil diubah menjadi sesuatu yang bernilai guna
News
sumut24.co ASAHAN, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., secara khusus mendorong Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) unt
News
sumut24.co JakartaIndustri keuangan syariah nasional mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan total nilai aset menembus Rp 3.1
Ekbis
sumut24.co MEDAN Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos menegaskan pemerintah memiliki kewajiban membantu masyaraka
kota
Kapolres Tapsel AKBP Anton Santoso Rangkul Wartawan, Kritik Jadi Bahan Evaluasi
kota
Bupati Madina Tegaskan Bansos Harus Tepat Sasaran, Data Warga Miskin Bakal Diverifikasi Langsung
kota
Lahan Tidur 6 Hektare Disulap Jadi Kebun Hidroponik, Wabup Basri Bidik Paluta Jadi Pemasok MBG
kota
Menuju Jambore Nasional XII 2026, Kapolres Paluta Titip Pesan Khusus kepada Kontingen Pramuka
kota