Coaching Clinic Kejuaraan Antar Klub Voli II Diikuti 46 Atlet, Berlangsung Sukses
Coaching Clinic Kejuaraan Antar Klub Voli II Diikuti 46 Atlet, Berlangsung Sukses
Sport
Baca Juga:
- Satlantas Polres Padangsidimpuan Gerak Cepat Atasi Jalan Licin Akibat Tumpahan Solar di Simpang Silandit
- Polres Madina Gempur Kejahatan! Puluhan Kasus Narkoba, Pembunuhan hingga Predator Anak Berhasil Dibongkar
- Digerebek Polres Padangsidimpuan, Pengedar Sabu di Palopat Pijorkoling Ditangkap Bersama Puluhan Paket Narkoba
Ratusan massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Agama Islam Kabupaten Padang Lawas menggelar aksi damai menuntut percepatan proses hukum kasus penganiayaan anak di bawah umur yang belakangan ini menjadi sorotan publik.
Dengan jumlah massa mencapai lebih dari 100 orang, para mahasiswa mengaku kecewa terhadap lambannya penanganan kasus tersebut.
Menurut mereka, tindakan ini bukan sekadar persoalan hukum, tetapi juga menyangkut perlindungan hak asasi manusia bagi korban yang masih di bawah umur.
Aksi yang berlangsung hampir dua jam tersebut awalnya tak dihadiri oleh Kapolres Padang Lawas.
Namun, kejutan datang ketika Ketua DPRD Kabupaten Padang Lawas, Luat Hasibuan dari Partai Gerakan Indonesia Raya, hadir di tengah-tengah massa.
Ia bahkan ikut menyuarakan desakan agar pihak kepolisian segera mempercepat penanganan kasus ini.
"Saya hadir untuk mendorong Kapolres Padang Lawas agar secepat mungkin memproses kasus ini. Kekerasan terhadap anak adalah pelanggaran serius terhadap hukum dan hak asasi manusia, sehingga tidak boleh dibiarkan berlarut-larut," ujar Luat Hasibuan di sela aksi.
Tak lama kemudian, Ketua DPRD bersama sejumlah perwakilan mahasiswa dipersilakan masuk ke ruang Kapolres Padang Lawas. Pertemuan ini akhirnya membuat Kapolres hadir langsung di hadapan massa untuk memberikan penjelasan.
Lebih lanjut, Kapolres Palas AKBP Dodik Yuliyanto, S.I.K., menegaskan bahwa kasus ini bukan diabaikan dan proses hukumnya tetap berjalan.
"Perkara seperti ini tidak bisa diproses secara instan. Kami ingin memastikan seluruh bukti dan prosedur hukum terpenuhi agar hasilnya kuat di pengadilan. Kami mohon mahasiswa dan masyarakat bersabar, serta ikut mendampingi proses ini," ungkap Kapolres.
Meski demikian, mahasiswa berharap langkah-langkah konkret segera terlihat, mengingat kasus ini telah menyita perhatian masyarakat luas dan memunculkan kekhawatiran akan keamanan anak-anak di daerah tersebut.
Aksi damai ini menjadi bukti bahwa kepedulian publik terhadap perlindungan anak semakin tinggi, dan harapannya, proses hukum dapat berjalan transparan serta tuntas demi keadilan bagi korban.zal
Coaching Clinic Kejuaraan Antar Klub Voli II Diikuti 46 Atlet, Berlangsung Sukses
Sport
PONTIANAK sumut24.coMarketdriven economy yang sudah puluhan tahun jadi arus utama di Indonesia dituding sebagai penyebab terjadinya ket
News
sumut24.co Oleh Abdullah RasyidMahasiswa Doktoral Ilmu Pemerintahan IPDN Pendiri GREAT Institute. Pengurus Pusat PII Energi bersih terl
News
Bupati Gus Irawan Kobarkan &ldquoPerang Sampah&rdquo, Ratusan ASN Tapsel Turun Bersihkan Pasar Sipirok
kota
Lahan Sawit Luas Tapi DBH Kecil, Wabup Paluta Basri Harahap Curiga Ada yang Tak Beres
kota
Rupiah Terus Melemah, Dolar AS Tembus Rp18.095 Ada Apa dengan Bangsa Ini?
kota
DPD ASPRIMA Sumut Resmi Dikukuhkan, Perkuat Sinergi Kampus dan Industri untuk Mencetak Talenta Unggul
kota
Alumni JPNN Turun Gunung, Anto Genk Didorong Maju Ketua PWI Sumut
kota
sumut24.co ASAHAN, Dugaan korupsi yang merebak di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN) menuai sorotan tajam dari pengawas sosial. Forum War
News
sumut24.co JakartaPemenuhan gizi sejak dini merupakan fondasi krusial dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Saat ini, para o
Tips