Sulaiman di Ujung Tanduk, Diduga Coba “Menelikung” Bobby Nasution Soal Mega Proyek RS Haji Medan Rp448 Miliar
Sulaiman di Ujung Tanduk, Diduga Coba &ldquoMenelikung&rdquo Bobby Nasution Soal Mega Proyek RS Haji Medan Rp448 Miliar
kota
Baca Juga:Oleh : H. Ahmad Jabidi RitongaKetua LKP DPW PKB Sumatera Utara
Tantangan Besar: De-Ideologisasi Politik dan Kaderisasi yang Rapuh Kita hidup di tengah zaman yang mengalami de-ideologisasi—suatu kondisi ketika ideologi tidak lagi menjadi pijakan utama dalam gerakan politik. Partai-partai cenderung mengabaikan nilai dasar perjuangan dan lebih menekankan pada popularitas tokoh,
strategi media, dan logika elektoral. Kaderisasi pun tak jarang berubah menjadi kegiatan
formalitas, tanpa penanaman nilai dan cita-cita.
Tantangan ini juga menyentuh partai berbasis nilai seperti PKB. Banyak kader muda yang
masuk partai dengan semangat tinggi, tetapi kehilangan arah karena tidak mendapatkan
pendampingan ideologis yang memadai. Mereka aktif di lapangan, tapi tidak memahami
ruh perjuangan. Mereka giat dalam kampanye, tapi tidak menjiwai gagasan-gagasan dasar
partai. Ini adalah masalah serius yang harus dijawab secara struktural dan kultural
kaderisasi. Politik uang, politik pencitraan, dan loyalitas semu membuat kader lebih berpikir soal "apa yang saya dapat" daripada "apa yang saya perjuangkan". Akibatnya, kita menyaksikan fenomena kader musiman—aktif menjelang pemilu, lalu menghilang setelahnya. Konteks PKB: Ideologi yang Kaya, Tapi Sering Terlupakan Sebagai partai yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU), PKB memiliki kekayaan ideologis yang sangat mendalam. Gagasan hubbul wathan minal iman (cinta tanah air adalah bagian dari iman), Islam Nusantara, dan komitmen kebangsaan yang inklusif, seharusnya menjadi bahan bakar utama dalam pembinaan kader. Namun dalam praktiknya, tidak semua struktur partai mampu mentransformasikan nilainilai ini ke dalam sistem kaderisasi yang sistematis dan berkelanjutan. Akibatnya, sebagian kader PKB lebih mengenal jargon kampanye daripada pemikiran para ulama pendiri bangsa. Mereka hafal prosedur pemilu, tapi asing terhadap prinsip tasamuh, tawazun, dan ta'addudiyah yang menjadi karakter keislaman dalam tradisi NU. Membangun Loyalitas Kader: Jalan yang Tidak Instan Membangun kader loyal bukanlah pekerjaan instan. Ia memerlukan proses panjang,
bertahap, dan konsisten. Untuk itu, ada beberapa langkah strategis yang bisa diperkuat di
tubuh PKB:
Kesimpulan
Meneguhkan Loyalitas di Tengah Arus Kita tidak bisa menutup mata terhadap gelombang de-ideologisasi yang melanda dunia politik. Tapi sebagai kader dan pengurus PKB, kita justru harus menjadikan tantangan ini sebagai momen untuk menegaskan jati diri. Di tengah badai pragmatisme, kita harusmenjadi nahkoda yang menuntun arah. Di tengah pasar politik yang ramai dengan transaksi, kita harus menjadi penjaga nilai.Loyalitas bukanlah hasil iming-iming, tetapi buah dari proses pembinaan, peneladanan, dan penghayatan nilai-nilai luhur. PKB memiliki semua bahan untuk itu—tinggal bagaimana kita, sebagai kader dan pengurus, sungguh-sungguh menjadikannya kekuatan hidup dalam gerakan politik. Mari kita teguhkan komitmen untuk menjadi kader-kader yang tidak hanya loyal pada struktur, tapi juga setia pada perjuangan. Karena sesungguhnya, politik tanpa loyalitas adalah gerakan tanpa ruh. Dan partai tanpa kader ideologis adalah tubuh tanpa jiwa.***
Sulaiman di Ujung Tanduk, Diduga Coba &ldquoMenelikung&rdquo Bobby Nasution Soal Mega Proyek RS Haji Medan Rp448 Miliar
kota
YOGYAKARTA Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai resepsi pernikahan Ignatius Windu Hastomo (Igo) dengan Lim Xin Rui (Emily) yan
Seleb
MEDAN, SUMUT24.CO Wakil Ketua DPRD Deli Serdang, H. Hamdani Syaputra SE resmi meraih gelar Magister Hukum (MH) dari Fakultas Hukum Universit
Profil
HMTI Minta PLN Benahi Manajemen, Jangan Rakyat yang Dirugikan
kota
Pemadaman Berskala Nasional, KAMAK Ini Bukan Lagi Masalah Sistem, Tapi Sudah Korsleting Moral
kota
Polsek Tanjung Morawa Berhasil Amankan Pelaku Bobol Rumah
kota
Mengurai Sengkarut Posisi Sekda Antara Meritokrasi Birokrasi dan Syahwat Politik Kepala Daerah
kota
Dibalik Temuan BPK, LHKPN Kadis PUPR Tapsel Rp2,28 Miliar Jadi Perbincangan, Diduga Sering Nongkrong Ketimbang Awasi Proyek?
kota
WTP 12 Kali BerturutTurut Dipertaruhkan? Temuan BPK Rp1,3 Miliar di PUPR Tapsel Picu Desakan Copot Kadis
kota
MEDAN Pemadaman listrik massal yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi hingga Aceh membuat publik m
News