Polresta Deli Serdang Ungkap Kasus Narkotika, Amankan pengedarnya beserta 82,62 Gram Sabu, Ekstasi dan Ganja
Polresta Deli Serdang Ungkap Kasus Narkotika, Amankan pengedarnya beserta 82,62 Gram Sabu, Ekstasi dan Ganja
News
Baca Juga:
- Farid Wajdi Soroti Polemik Universal Gloves: Temuan Ombudsman Jangan Berhenti di Kertas
- Penanaman Tanaman Pohon Pelindung MPW PP Sumatera Utara, Ijeck Ajak Jaga Lingkungan dan Perkuat Kader dengan Pelatihan SAR
- Gerakan Indonesia ASRI Langit Biru Warnai HUT ke-25 Partai Demokrat, Bupati Asahan : Sinergi Jaga Lingkungan Kunci Kesejahteraan Warga
Workshop ini menjadi wadah penting bagi para jurnalis untuk memperdalam perspektif dalam mengangkat isu-isu lingkungan secara adil, faktual, dan bertanggung jawab, Samosir, 27 Mei 2025.
Workshop yang berlangsung dari tanggal 26 hingga 28 Mei 2025 ini menghadirkan Wisnu Nugroho, tokoh jurnalis senior yang tak asing lagi di dunia media nasional. Mantan Pemimpin Redaksi Kompas.com periode 2016–2024 ini membagikan ilmu dan pengalamannya dalam membedah peran media dalam membentuk opini publik, khususnya di tengah gempuran informasi yang kerap bias dan tendensius di media sosial.
Wisnu Nugroho memulai karier jurnalistiknya di Harian Kompas sejak tahun 2001. Kariernya terus menanjak, pernah bertugas di berbagai kota seperti Surabaya, Yogyakarta, hingga ditugaskan meliput kegiatan Istana Kepresidenan pada periode 2004–2009.
Dari pengalamannya tersebut, ia berhasil menulis sejumlah buku reflektif seperti Tetralogi Sisi Lain SBY, Kisah Tujuh Penjuru, hingga Masinis yang Melintasi Badai.
Tak hanya sebagai jurnalis, Wisnu juga aktif di dunia akademik. Ia menyelesaikan pendidikan S1 di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, melanjutkan S2 di Universitas Indonesia, serta mengikuti program fellowship dari GIZ di International Institute for Journalism, Berlin. Sejak tahun 2015, ia menjadi dosen tetap di jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Serpong.
*Peliputan Lingkungan di Era Polarisasi Digital*
Dalam sesi workshop, Wisnu mengungkapkan bahwa dunia digital saat ini sedang berada dalam era yang rawan terhadap polarisasi.
Ia menyatakan, "Kita hidup di era yang sangat mudah untuk memuja atau membenci seseorang, lalu langsung ribut karenanya di media sosial."
Hal ini membuat para jurnalis memiliki tanggung jawab besar untuk tetap memegang teguh prinsip dasar jurnalisme.
Ia menegaskan bahwa, "Kewajiban pertama jurnalisme adalah pada kebenaran." Pernyataan ini menjadi pondasi utama dalam proses peliputan isu lingkungan yang kerap kali bersinggungan dengan kepentingan politik, ekonomi, dan kelompok masyarakat tertentu.
Hari kedua kegiatan Media Capacity Building PT Agincourt Resources di Samosir memberikan kontribusi besar dalam memperkuat kapasitas jurnalis dalam hal etika, akurasi, dan objektivitas.
Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan jurnalistik yang relevan dan berbobot adalah investasi penting demi kualitas informasi yang lebih baik, khususnya dalam isu-isu yang menyangkut masa depan bumi dan generasi mendatang.zal
Polresta Deli Serdang Ungkap Kasus Narkotika, Amankan pengedarnya beserta 82,62 Gram Sabu, Ekstasi dan Ganja
News
Memulihkan kepercayaan Tempat yang layak bagi Taiwan di dunia bebas
News
PB PENDAWA INDONESIA BANGUN SINERGI DENGAN IMIGRASI KELAS II TPI BELAWAN
News
Rapat Paripurna Penetapan Perda APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 di Hadiri Bupati Solok
News
Pengukuhan Ketua KAN Sulit Air Dihadiri Bupati Solok
News
Illiza Bersinar di PRIWOLA 2026
News
Eks Panglima GAM Pimpin PSI Aceh
News
Ridwan Dukung GEGT MKI Sumut, Dorong Sinergi Sosialisasi Listrik Desa
News
Empat Tahun Hidup Bersama Psoriasis Setelah Vaksin Ketiga Covid19, di Mana Tanggung Jawab Negara?
News
sumut24.co ASAHAN, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menerima audiensi Panitia Wisuda Sarjana Institut Agama Islam Daar Al
News