Andar Amin Harahap dan Seluruh Golkar Provinsi Se-Indonesia Tegaskan Tegak Lurus Untuk Bahlil Lahadalia
Medan Sumut24.co Beredarnya selebaran poster terkait Munaslub Partai Golkar merupakan berita bohong. Untuk itu, Ketua DPD Partai Golkar Su
News
Baca Juga:
- Kapolresta Deli Serdang Jalin Silaturahmi dengan Kajari, Perkuat Sinergitas Penegakan Hukum
- Wakapolres Padangsidimpuan Hadiri Pemusnahan 6,36 Kg Ganja dan 152,21 Gram Sabu Oleh Kejari
- Kejari Asahan Luncurkan "Jaksa Sahabat Pendidik", Kolaborasi Kawal Anggaran dan Cegah Penyimpangan di Dunia Pendidikan
Padangsidimpuan – Warga Desa Batu Sundung, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), resmi mengajukan gugatan praperadilan terhadap Kejaksaan Negeri (Kejari) Paluta dan Jaksa Agung RI. Gugatan ini diajukan menyusul penghentian penyelidikan kasus dugaan korupsi dalam program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) oleh Kelompok Tani "Taruna Tani" di desa tersebut.
Gugatan tersebut didaftarkan di Pengadilan Negeri Padangsidimpuan dengan nomor perkara 03/Pid.Pra/2025/PN.Psp. Warga yang diwakili oleh Anwar Sadat Siregar dkk menggandeng tim kuasa hukum dari Kantor Hukum Marwan Rangkuti & Rekan untuk memperjuangkan kasus ini.
"Kami sangat kecewa dengan keputusan Kejari Paluta yang menghentikan penyelidikan dugaan korupsi ini. Oleh karena itu, kami mengajukan praperadilan agar ada transparansi dan kejelasan hukum dalam kasus ini," ujar Anwar Sadat Siregar, Kamis (27/2), di kantor kuasa hukumnya di Padangsidimpuan.
Dugaan Kejanggalan dalam Penyelidikan
Kuasa hukum warga, Marwan Rangkuti, mengungkapkan bahwa Kejari Paluta dalam suratnya tertanggal 23 Januari 2025 menyatakan bahwa kasus dugaan korupsi tersebut "belum menemukan adanya bukti permulaan yang cukup". Padahal, menurut warga, mereka telah memberikan keterangan yang jelas dan lengkap kepada penyidik.
Lebih lanjut, Marwan menilai bahwa proses penyelidikan yang dilakukan Kejari Paluta tidak transparan dan terkesan ada upaya untuk menghentikan kasus ini. Salah satu kejanggalan yang disoroti adalah saat penyidik melakukan cek lokasi tanpa melibatkan pihak pelapor, melainkan justru mengundang para terlapor.
"Kajari Paluta juga belum pernah melakukan pemeriksaan ahli atau audit investigasi oleh BPKP/BPK terkait dugaan kerugian negara, tetapi tiba-tiba menyimpulkan bahwa tidak ada bukti permulaan yang cukup. Ini jelas menunjukkan bahwa ada yang tidak beres dalam proses penyelidikan," tegas Marwan.
Kasus Dugaan Korupsi Dana PSR
Kasus ini bermula dari dugaan penyelewengan dana Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang diterima Kelompok Tani "Taruna Tani" di Desa Batu Sundung. Program yang bertujuan untuk mendukung petani sawit itu memiliki anggaran sekitar Rp4,86 miliar, namun warga menduga ada penyalahgunaan dalam pengelolaannya.
Dengan adanya gugatan praperadilan ini, warga berharap agar Pengadilan Negeri Padangsidimpuan dapat mengungkap fakta-fakta yang selama ini tertutup dan memastikan bahwa kasus ini ditangani dengan serius oleh aparat penegak hukum.rel
Medan Sumut24.co Beredarnya selebaran poster terkait Munaslub Partai Golkar merupakan berita bohong. Untuk itu, Ketua DPD Partai Golkar Su
News
Lom Lom Suwondo Turun ke Lokasi Remaja Hanyut, Dorong Pencarian Lebih Maksimal
News
MEDAN Sumut24.co Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara, H. Andar Amin Harahap, meminta seluruh jajaran pengurus dan kader Partai Golkar d
News
ARSIP Dukung Prabowo dan Kapolri, Desak Dugaan Penyadapan Diusut Tuntas Siapa Dalang dan Apa Motifnya?
News
Enam Tahun Miftahul Husna, Lom Lom Suwondo Harapkan Pesantren Terus Berkontribusi bagi Pembangunan SDM
News
Polda Sumut Edukasi Pengemudi Truk di Medan, Utamakan Keselamatan daripada Kecepatan
News
Dukung Operasi Patuh Toba 2026, Biddokkes Polda Sumut Periksa Kesehatan Personel
News
Prabowo Bakal Jadi Saksi Persidangan Kasus Penyadapan Ilegal LSP dkk? Sahat Simatupang Kesaksian Presiden Penting Ungkap Dugaan Makar
News
PB Pendawa Indonesia Ajak Masyarakat Dukung Flowerenia Pramevie Andhyta di 50 Semifinalis GADIS Sampul 2026
News
Medan sumut24.co Aktivitas judi tembak ikan yang sebelumnya disebutsebut telah tutup, kini diduga kembali beroperasi di kawasan Jalan Spe
Hukum