Kemnaker Uji 2.100 Calon Ahli K3 Umum Batch 2 untuk Perkuat Budaya Keselamatan Kerja
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggelar Evaluasi Pembinaan dan Sertifikasi Ahli K3 Umum Batch 2 yang diikuti 2.100 pese
News
Baca Juga:
Medan, SUMUT24.co
Pengerjaan proyek drainase yang menghabiskan dana APBD sebesar Rp3,6 miliar di Simpang Jalan Teuku Umar, Kecamatan Medan Polonia, menuai kritik tajam dari masyarakat. Proyek yang seharusnya menjadi solusi untuk mengatasi banjir di kawasan tersebut justru diduga dikerjakan asal-asalan, tanpa memperhatikan standar teknis yang ditetapkan.
Pantauan langsung wartawan di lokasi pada kemarin, menunjukkan kejanggalan pada pemasangan U-ditch beton. Seharusnya, komponen U-ditch dipasang rapat tanpa celah untuk menjamin kekuatan maksimal. Namun, di lokasi proyek, ditemukan celah antara sambungan U-ditch yang diisi dengan cor beton manual. Celah tersebut tidak hanya mengurangi kekuatan struktur, tetapi juga menimbulkan kesan bahwa pengerjaan ini sekadar formalitas belaka.
Lebih parah lagi, timbunan di sepanjang pinggir drainase hanya menggunakan tanah campuran pasir bekas galian. Tanah tersebut tampak tidak dipadatkan dengan baik, sehingga berisiko menimbulkan kerusakan di kemudian hari dan menyebabkan debu yang mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Pengakuan di Lapangan
Seorang pekerja yang ditemui di lokasi mengakui bahwa mereka hanya bekerja sesuai instruksi pemborong. "Kami hanya mengerjakan sesuai yang diperintahkan pemborong, Pak," ujar pekerja itu singkat.
Kabid Drainase Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan, Gibson Panjaitan, saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu, ia juga membenarkan bahwa penimbunan di pinggir drainase hanya menggunakan tanah korekan parit tanpa tambahan material lain.
"Pinggiran hanya ditimbun, bukan dicor. Ditimbun dengan tanah korekan parit itu, ya Bang. Iya Bang, sisa galian," ungkap Gibson, yang saat ini mengaku sedang opname di rumah sakit karena asam lambung.
Gibson menambahkan bahwa drainase ini dirancang untuk mengatasi banjir di kawasan Sun Plaza yang kerap menjadi perhatian publik. Namun, hasil pengerjaan yang terkesan asal jadi ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai efektivitasnya.
Desakan untuk Audit dan Penegakan Hukum
Ketua Jaringan LIPPSU, Ari Sinik, dengan tegas menyatakan bahwa proyek ini harus diaudit secara menyeluruh. Ia menduga adanya praktik yang tidak transparan dalam pengerjaan drainase tersebut, mengingat hasilnya tidak sesuai dengan anggaran yang begitu besar.
"Buat apa dipasang U-ditch kalau Sun Plaza tetap banjir? Anggaran Miliaran seharusnya bisa menyelesaikan masalah, bukan malah menambah persoalan. Ini proyek patut dicurigai hanya akal-akalan untuk menghabiskan anggaran demi keuntungan oknum tertentu," tegas Ari.
Lebih lanjut, Ari menyebutkan bahwa pihaknya akan melayangkan surat resmi kepada Kejaksaan untuk meminta penyelidikan terkait proyek ini. Ia juga menyoroti kondisi Plt Kadis SDABMBK, yang menurutnya harus memberi klarifikasi lebih transparan kepada publik.
"Semoga beliau sakit bukan karena tekanan akibat pemeriksaan oleh inspektorat atau aparat penegak hukum," ujar Ari dengan nada sindiran.
Efektivitas Anggaran di Kota Medan
Proyek drainase ini seharusnya menjadi solusi konkret untuk mengatasi banjir, terutama di kawasan strategis seperti Sun Plaza. Namun, fakta di lapangan justru mengungkapkan ketidaksesuaian pengerjaan dengan standar yang ditetapkan. Hal ini semakin mempertegas perlunya pengawasan ketat dan transparansi dalam pengelolaan anggaran daerah.
Warga Medan kini menanti respons tegas dari pemerintah dan aparat penegak hukum untuk memastikan setiap rupiah dari dana rakyat digunakan secara bertanggung jawab. Jika tidak, drainase yang dibangun dengan biaya fantastis ini hanya akan menjadi simbol pemborosan tanpa manfaat nyata.
(Tim Investigasi)
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggelar Evaluasi Pembinaan dan Sertifikasi Ahli K3 Umum Batch 2 yang diikuti 2.100 pese
News
Wabup Madina Atika Azmi Sidak Lokasi Bencana, Rehabilitasi 17 Hektare Lahan Dikebut Tuntas Mei Ini
kota
Akhirnya Terwujud! Gerak Cepat Bupati Saipullah Nasution, Lion Air Bakal Buka Rute Penerbangan ke Mandailing Natal
kota
Sentuhan Kehangatan Kapolres Samosir di SDN 22 Sigaol Marbun
kota
Polda Sumut Sita 9 Aset Mantan Pejabat BNI Aek Nabara
kota
Mencari Calon Ketua Umum PBNU yang Bersih dan Berakhlak
kota
sumut24.co MedanHarapan baru kini menyelimuti keluarga Salwa Malika Putri, bayi mungil yang sebelumnya berjuang dengan kondisi Palatoschis
kota
sumut24.co MedanPengurusan KTP Beres di Kecamatan, Gebrakan Rico Waas Dekatkan Pelayanan Adminduk ke Warga Medan LabuhanWarga Medan Labu
kota
sumut24.co MedanKomitmen Pemko Medan dalam memperkuat ketahanan keluarga terus ditunjukkan melalui berbagai program strategis. Salah satun
kota
sumut24.co MedanPersatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM) Kota Medan memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Medan melalui kunjungan silatur
kota