Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
kota
Baca Juga:
Medan, SUMUT24.co
Pengerjaan proyek drainase yang menghabiskan dana APBD sebesar Rp3,6 miliar di Simpang Jalan Teuku Umar, Kecamatan Medan Polonia, menuai kritik tajam dari masyarakat. Proyek yang seharusnya menjadi solusi untuk mengatasi banjir di kawasan tersebut justru diduga dikerjakan asal-asalan, tanpa memperhatikan standar teknis yang ditetapkan.
Pantauan langsung wartawan di lokasi pada kemarin, menunjukkan kejanggalan pada pemasangan U-ditch beton. Seharusnya, komponen U-ditch dipasang rapat tanpa celah untuk menjamin kekuatan maksimal. Namun, di lokasi proyek, ditemukan celah antara sambungan U-ditch yang diisi dengan cor beton manual. Celah tersebut tidak hanya mengurangi kekuatan struktur, tetapi juga menimbulkan kesan bahwa pengerjaan ini sekadar formalitas belaka.
Lebih parah lagi, timbunan di sepanjang pinggir drainase hanya menggunakan tanah campuran pasir bekas galian. Tanah tersebut tampak tidak dipadatkan dengan baik, sehingga berisiko menimbulkan kerusakan di kemudian hari dan menyebabkan debu yang mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Pengakuan di Lapangan
Seorang pekerja yang ditemui di lokasi mengakui bahwa mereka hanya bekerja sesuai instruksi pemborong. "Kami hanya mengerjakan sesuai yang diperintahkan pemborong, Pak," ujar pekerja itu singkat.
Kabid Drainase Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan, Gibson Panjaitan, saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu, ia juga membenarkan bahwa penimbunan di pinggir drainase hanya menggunakan tanah korekan parit tanpa tambahan material lain.
"Pinggiran hanya ditimbun, bukan dicor. Ditimbun dengan tanah korekan parit itu, ya Bang. Iya Bang, sisa galian," ungkap Gibson, yang saat ini mengaku sedang opname di rumah sakit karena asam lambung.
Gibson menambahkan bahwa drainase ini dirancang untuk mengatasi banjir di kawasan Sun Plaza yang kerap menjadi perhatian publik. Namun, hasil pengerjaan yang terkesan asal jadi ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai efektivitasnya.
Desakan untuk Audit dan Penegakan Hukum
Ketua Jaringan LIPPSU, Ari Sinik, dengan tegas menyatakan bahwa proyek ini harus diaudit secara menyeluruh. Ia menduga adanya praktik yang tidak transparan dalam pengerjaan drainase tersebut, mengingat hasilnya tidak sesuai dengan anggaran yang begitu besar.
"Buat apa dipasang U-ditch kalau Sun Plaza tetap banjir? Anggaran Miliaran seharusnya bisa menyelesaikan masalah, bukan malah menambah persoalan. Ini proyek patut dicurigai hanya akal-akalan untuk menghabiskan anggaran demi keuntungan oknum tertentu," tegas Ari.
Lebih lanjut, Ari menyebutkan bahwa pihaknya akan melayangkan surat resmi kepada Kejaksaan untuk meminta penyelidikan terkait proyek ini. Ia juga menyoroti kondisi Plt Kadis SDABMBK, yang menurutnya harus memberi klarifikasi lebih transparan kepada publik.
"Semoga beliau sakit bukan karena tekanan akibat pemeriksaan oleh inspektorat atau aparat penegak hukum," ujar Ari dengan nada sindiran.
Efektivitas Anggaran di Kota Medan
Proyek drainase ini seharusnya menjadi solusi konkret untuk mengatasi banjir, terutama di kawasan strategis seperti Sun Plaza. Namun, fakta di lapangan justru mengungkapkan ketidaksesuaian pengerjaan dengan standar yang ditetapkan. Hal ini semakin mempertegas perlunya pengawasan ketat dan transparansi dalam pengelolaan anggaran daerah.
Warga Medan kini menanti respons tegas dari pemerintah dan aparat penegak hukum untuk memastikan setiap rupiah dari dana rakyat digunakan secara bertanggung jawab. Jika tidak, drainase yang dibangun dengan biaya fantastis ini hanya akan menjadi simbol pemborosan tanpa manfaat nyata.
(Tim Investigasi)
Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
kota
sumut24.co Medan, Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, mengucapkan selamat datang kepada seluruh tamu pemerintah kota dari berbaga
kota
Semangat &lsquoTampakna do Rantosna&rsquo, Rahudman Harahap Ajak Alumni SMAN 2 Perkuat Solidaritas Menuju Sumut Berkah
kota
Modus Checkin HotelSindikat Curanmor Sikat CRF di Parkiran
kota
GM Geopark Kaldera Toba Geopark Harus Menjadi Instrumen Pemberdayaan Masyarakat
kota
Bank Sumut Luncurkan QResto, Inovasi Digital Bersama Pemkab Deli Serdang untuk Optimalkan Pajak Daerah
kota
Sutrisno Pangaribuan Tuduhan Aksi Mahasiswa Dibayar Hanya Upaya Memecah Gerakan
kota
Strategi Komunikasi Pemerintah Menjaga Narasi, Menjaga Kepercayaan Publik
kota
Pabrik Sepatu Yumeida di Purwodadi Sunggal Terbakar
kota
Taekwondo Championship Sumut 2026 Digelar, Bidik Bibit Atlet Menuju Asian Championship dan Porprov
kota