Forki DKI Jakarta Menggila di adidas Open 2026, Borong 32 Emas dan Kukuhkan Dominasi Karate Nasional
Forki DKI Jakarta Menggila di adidas Open 2026, Borong 32 Emas dan Kukuhkan Dominasi Karate Nasional
kota
LABURA | SUMUT24
Baca Juga:
- Forki DKI Jakarta Menggila di adidas Open 2026, Borong 32 Emas dan Kukuhkan Dominasi Karate Nasional
- HEBOH! Warga Kasmia Sidimpuan Baru Keluhkan Biaya Masuk Pipa PDAM Diduga Tembus Rp4 Juta, Ini Respons Tirtanadi
- PDAM Tirtanadi Cabang Tapsel Tegaskan SOP Baru Sambungan Air: Warga Diimbau Daftar Resmi, Biaya Rp2 Jutaan
Pemerintah Desa Terang Bulan, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) mengalokasi Anggaran pengeluaran pembiayaan untuk penyertaan modal usaha pada BUMdes sebesar Rp.150 juta, pada tahun anggaran 2018 lalu. Pembiayaan yang menggunakan anggaran Pemerintah Pusat melalui Dana Desa (DD) Terang Bulan, diperuntukkan buat BUMdes di desa tersebut, ternyata banyak kejanggalan.
Informasi dihimpun Sumut24 dari masyarakat, ketidak nyamanan terjadi di BUMdes Terang Bulan. Warga menyebutkan alat musik yang seharusnya disewakan itu kini telah rusak, disebabkan barang yang dibelanjakan ternyata barang bekas.”Bagaimana tidak cepat rusak, dari anggaran sebesarr Rp. 150 juta, ternyata dibelikan keyboard yang bekas’, ujar sumber yang minta namanya tidak disebutkan baru-baru ini.Menurutnya, warga sekitar kewalahan untuk menyewa alat musik yang dibiayai dari pemerintah itu, disebabkan kalau menyewa dari luar Desa mungkin biayanya terlalu besar. “Yang menjadi pertanyaan kita uang sebesar Rp. 150 juta dikemanakan, kenapa harus membeli barang bekas, kan sia-sia uang Pemerintah itu, tidak ada fungsinya bagi masyarakat”, tegasnya.Sumber itu menyebutkan, yang harus bertanggung jawab dalam masalah ini adalah pengelola atau pengurus BUMdes Terang Bulan.”Kami berharap pihak terkait dapat melihat persoalan ini, karena sangat disayangkan, dengan anggaran sebesar itu usaha BUMdes Terang
Bulan tidak berpungsi lagi”, katanya.
Ketua BUMdes Terang Bulan Abdul Kodir saat ditemui mengakui pembelian keyboard dimaksud memang barang bekas’.”Iya bang, memang kita beli yang bekas’, tapi untuk alat-alat lainnya semua beli baru, seperti lespeaker kita rakit’ sama orang,”, katanya sembari menunjukkan biaya pembeliannya kepada wartawan, Senin (4/11) diruang kerjanya.Menurutnya, dana sebesar Rp. 150 juta semua yang terpakai dipotong pajak, begitu juga untuk keyboard yang rusak saat ini belum diperbaiki karena tidak cukupnya biaya operasional.”Sebenarnya ini tidak skill saya, begitu juga biaya pemasukan dan operasional kita tidak sesuai, jadi belum bisa kita perbaiki”, kata ASN yang bertugas di SMA Negeri 1 Aek Natas tersebut. (Indra).
Forki DKI Jakarta Menggila di adidas Open 2026, Borong 32 Emas dan Kukuhkan Dominasi Karate Nasional
kota
HEBOH! Warga Kasmia Sidimpuan Baru Keluhkan Biaya Masuk Pipa PDAM Diduga Tembus Rp4 Juta, Ini Respons Tirtanadi
kota
PDAM Tirtanadi Cabang Tapsel Tegaskan SOP Baru Sambungan Air Warga Diimbau Daftar Resmi, Biaya Rp2 Jutaan
kota
Terungkap! Skema Distribusi Air PDAM Tirtanadi Tapsel&ndashPadangsidimpuan, Ini Fakta Sebenarnya, Dari Pajak Hingga Biaya Pasang
kota
UNIQLO Hadirkan Koleksi Kapsul Musim Panas 2026 UNIQLO F.RISSO, Pakaian Seharihari dengan Sentuhan Seni ItaliaTersedia mulai 22 Juni 2026 J
Umum
Delapan Bulan Terputus, Warga Medan Krio Desak Perbaikan Jembatan PenghubungMedansumut24.co Jembatan penghubung di Jalan Pelita, Desa Medan
News
Disdukcapil Kota Solok Terbitkan Ratusan KIA per Hari
kota
Pemkot Solok Bersama Polres Solok Kota, Sumatera Barat Upaya Mendukung Ketahanan Pangan Nasional Melalui Kolaborasi di Sektor Pertanian.
kota
Tim URC Jatanras Poldasu Ringkus 8 Begal Sadis 3 Diantaranya Ditembak.
kota
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten Asahan secara resmi menyambut kepulangan para jamaah haji asal daerahnya dalam sebuah acara yang be
News