Jumat, 11 September 2026

RS Pirngadi Rawat 4 Balita Korban Perdagangan Bayi di Belawan

Administrator - Kamis, 08 Desember 2016 10:56 WIB
RS Pirngadi Rawat 4 Balita Korban Perdagangan Bayi di Belawan

Medan | Sumut24

Baca Juga:

Pasca digerebeknya salah satu rumah diduga penjualan bayi oleh petugas dari Polres Pelabuhan Belawan, kini Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan merawat empat balita korban perdagangan bayi itu, Rabu (7/12).

Adapun jenis kelamin dari keempat balita tersebut, yakni tiga perempuan dan satu laki laki. Keempatnya mendapat perawatan di ruang berbeda.

Kasubbag Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi Medan, Edison Perangin angin SH MKes menuturkan, keempat bayi ini masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Selasa (6/12) sekira pukul 20.53.

Usai dilakukan pemeriksaan, tepat pukul 00.30 (7 Des 2016), keempatnya dibawa ke ruangan anak untuk penanganan lebih lanjut.

Adapun bayi pertama dibawa ke ruang Neo Tanjung untuk mendapatkan perawatan karena ada gangguan Inspeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA).

“Bayi ini memiliki berat badan 3.820 gram, panjang 55 cm, jenis kelamin laki laki. Usia satu bulan 13 hari. Kondisi secara umum sehat. Namun ada gangguan ISPA,” ujar Edison.

Untuk bayi kedua, kata Edison kembali, juga mendapatkan perawatan yang sama di Ruang Neo Nati, karena mengalami ISPA.

“Berat badannya 4500 gram, panjang 63 cm, jenis kelamin perempuan, usia dua bulan 15 hari, kondisi secara umum sehat, tapi ada gangguang ISPA,” jelasnya.

Untuk bayi ketiga, lanjut Edison, berjenis kelamin perempuan, dengan berat badan 3.280 gram, dan memiliki panjang 51 cm. “Usianya 21 hari, dan kondisinya sehat,” timpalnya.

Sedangkan bayi keempat ini, berjenis kelamin perempuan, dengan berat badan 6,5 kg, panjang 75 cm, usia diperkirakan 2-3 tahun. “Bayi yang satu ini perlu mendapatkan perawatan lebih lanjut. Sebab, berdasarkan diagnosis dokter, kondisinya demam, anemia (HB rendah). Sekarang lagi dirawat di Ruang 3 Anak,” tandasnya.

Intinya, kata Edison, tidak semua bayi yang perlu perawatan. Karena hanya satu bayi saja yang kondisinya perlu perawatan. “Sementara dua bayi yang ISPA hanya sesak sedikit,” ungkapnya.

Dalam penanganan ini, rumah sakit milik Pemko Medan itu membuka pintu bagi para dermawan yang merasa terketuk dari insiden ini, untuk mengulurkan tangan membantu penyediaan asupan gizi dan kebutuhan lainnya.

“Kalau rumah sakit sifatnya hanya memberikan perawatan saja. Tapi untuk asupan gizinya seperti susu, bedak, minyak angin, dan keperluan bayu lainnya, kita membuka diri jika ada dermawan yang membantu untuk keempat bayi ini,” pungkasnya.(W04)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Demi Keluarga, 150 Penyelamat Lingkungan TPA Terjun Bertaruh Nyawa; Rico Waas Hadirkan Jaminan Perlindungan Sosial
Terobosan Rico Waas, Pelayanan Administrasi Kependudukan Kini Bisa Diakses di 21 Kecamatan
Air Rendam Pondok Zikir Thoriqat Ahli Syattariyah di Simpang Gambus, Diduga Dampak Luapan Hulu Sungai
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Banjir Rob, Pesisir Medan Belawan–Labuhan–Marelan Wajib Waspada
DPD PDI Perjuangan Sumut Dukung Penuh Langkah Ketua DPRD Karo Iriani Tarigan Kawal Tuntas Kasus Keracunan MBG
Gus Irawan Kembali Nahkodai HKTI Sumut, Petani Jadi Fokus Utama
komentar
beritaTerbaru