Baca Juga:
Medan – Sebuah gagasan penelitian tidak selalu berhenti di ruang kelas atau laboratorium. Ketika mendapatkan ruang untuk berkembang, sebuah penelitian dapat menjadi pengetahuan baru, membuka peluang inovasi, hingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Semangat tersebut menjadi bagian dari perjalanan Dr. Najla Lubis, S.T., M.Si., dosen Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB), yang berhasil memperoleh pendanaan penelitian melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdikti Saintek) Tahun 2026.
Penelitian yang didanai mengangkat tema "Karakterisasi Enzim dari Ekoenzim Limbah Pertanian". Riset ini berangkat dari potensi limbah pertanian yang masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi sesuatu yang lebih bernilai melalui pemanfaatan ekoenzim.
Bagi Dr. Najla, keberhasilan memperoleh pendanaan tersebut bukan hanya tentang diterimanya sebuah proposal penelitian. Lebih dari itu, pendanaan menjadi kesempatan untuk membawa gagasan yang telah dikembangkan ke tahap penelitian yang lebih jauh.
"Saya sangat senang sekali karena saya bisa mengembangkan penelitian ini. Nantinya penelitian ini dapat disosialisasikan kepada masyarakat dan dapat dikembangkan oleh masyarakat," ungkap Dr. Najla.
Dari Limbah Pertanian Menjadi Potensi yang Bernilai
Penelitian mengenai ekoenzim limbah pertanian memiliki ruang manfaat yang lebih luas karena menyentuh persoalan pemanfaatan sumber daya yang berada di sekitar masyarakat.
Limbah pertanian yang selama ini berpotensi hanya menjadi sisa aktivitas produksi dapat dikaji lebih jauh melalui pendekatan ilmiah. Melalui penelitian karakterisasi enzim, terdapat peluang untuk memahami potensi yang terkandung di dalam ekoenzim tersebut sehingga dapat dikembangkan menjadi bagian dari inovasi yang lebih bermanfaat.
Di sinilah penelitian perguruan tinggi memiliki peran penting. Riset tidak hanya menghasilkan data atau publikasi, tetapi juga dapat menjadi jembatan antara pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat.
Bagi Dr. Najla, harapannya adalah hasil penelitian tersebut nantinya tidak berhenti sebagai hasil akademik, tetapi dapat disosialisasikan dan dikembangkan oleh masyarakat.
Dengan demikian, manfaat penelitian diharapkan dapat bergerak dari lingkungan akademik menuju ruang yang lebih luas—memberikan pengetahuan, membuka wawasan mengenai pemanfaatan limbah pertanian, serta mendorong masyarakat untuk melihat sumber daya di sekitarnya dari perspektif yang lebih inovatif.
Ketika Dukungan Kampus Menjadi Bagian dari Perjalanan Riset
Di balik keberhasilan sebuah proposal penelitian, terdapat proses panjang yang membutuhkan ketekunan. Mulai dari menyusun gagasan, menuangkannya dalam proposal, memenuhi berbagai persyaratan, hingga mengikuti proses pengusulan dan pencairan pendanaan.
Dalam proses tersebut, Dr. Najla merasakan langsung dukungan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNPAB.
Menurutnya, LPPM berperan dalam membantu proses pengusulan proposal hingga pencairan pendanaan.
"LPPM sangat membantu kami dalam pengusulan proposal dan pencairan pendanaan. Saya sangat terbantu oleh LPPM UNPAB," jelasnya.
Dukungan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan dosen dalam memperoleh pendanaan penelitian tidak berdiri sendiri. Ada ekosistem yang perlu dibangun agar ide-ide penelitian dapat memiliki kesempatan untuk berkembang.
Melalui pendampingan tersebut, dosen mendapatkan dukungan dalam menghadapi proses pengusulan pendanaan sehingga dapat lebih fokus mengembangkan gagasan penelitian yang memiliki nilai akademik dan potensi manfaat.
Bagi UNPAB, keberhasilan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya riset di lingkungan perguruan tinggi. Ketika dosen diberikan ruang, pendampingan, dan dorongan untuk terus mencoba, semakin banyak gagasan yang berpeluang berkembang menjadi penelitian yang berdampak.
Tidak Berhenti pada Satu Proposal
Bagi Dr. Najla, mendapatkan pendanaan bukanlah akhir dari perjalanan. Justru, keberhasilan tersebut menjadi dorongan untuk terus mengembangkan penelitian dan ilmu pengetahuan.
Ia pun menyampaikan pesan kepada para dosen agar tidak mudah menyerah dalam proses mengembangkan penelitian maupun mengajukan proposal pendanaan.
"Pesan saya untuk dosen-dosen lain, dan untuk saya sendiri sebagai dosen, agar terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan penelitian serta tidak putus asa untuk membuat proposal," pesannya.
Pesan tersebut menjadi refleksi bahwa perjalanan seorang akademisi dalam menghasilkan penelitian membutuhkan konsistensi. Tidak setiap proposal akan langsung mendapatkan pendanaan, tetapi setiap proses dapat menjadi pengalaman untuk memperbaiki gagasan dan menghasilkan penelitian yang lebih kuat.
Semangat untuk terus mencoba inilah yang menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun budaya penelitian di perguruan tinggi.
Dari Riset, Menuju Dampak yang Lebih Luas
Keberhasilan memperoleh pendanaan Kemdiktisaintek 2026 menjadi lebih dari sekadar pencapaian individu. Bagi UNPAB, capaian ini mencerminkan bagaimana dukungan institusi dapat menjadi bagian dari perjalanan dosen dalam mengembangkan gagasan dan menghasilkan karya penelitian.
Di sisi lain, penelitian "Karakterisasi Enzim dari Ekoenzim Limbah Pertanian" membawa harapan agar ilmu yang dikembangkan di lingkungan kampus dapat memberikan manfaat di luar kampus.
Ketika hasil penelitian dapat diperkenalkan kepada masyarakat, pengetahuan akademik memiliki peluang untuk berubah menjadi pemahaman dan praktik yang lebih nyata. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga berpotensi menjadi bagian dari proses pemanfaatan dan pengembangan hasil penelitian.
Inilah nilai penting dari sebuah ekosistem riset: mendorong lahirnya gagasan, memberikan dukungan untuk mengembangkannya, dan membuka jalan agar hasilnya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui LPPM, UNPAB terus mendorong dosen untuk berani mengembangkan ide penelitian, mengikuti peluang pendanaan, dan menghasilkan karya yang memiliki kontribusi bagi ilmu pengetahuan serta masyarakat.
Perjalanan Dr. Najla menjadi salah satu Our Story UNPAB—sebuah cerita tentang bagaimana sebuah gagasan penelitian mendapatkan kesempatan untuk tumbuh, didukung oleh lingkungan akademik, dan diarahkan menuju manfaat yang lebih luas.
Karena bagi UNPAB, riset bukan sekadar tentang mendapatkan pendanaan. Riset adalah tentang bagaimana pengetahuan dikembangkan hari ini untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat di masa depan.rel
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News