FABEM-SM dan Masker Pragi Desak Polri–Kejagung Perkuat Sinergi Usut Dugaan Korupsi Suplai Batu Bara PLTU PLN
FABEMSM dan Masker Pragi Desak Polri&ndashKejagung Perkuat Sinergi Usut Dugaan Korupsi Suplai Batu Bara PLTU PLN
kota
Baca Juga:
SOLOK | SUMUT24
Pemerintah Daerah Kota Solok melalui Dinas Pertanian Kota Solok terus berupaya mengembangkan Agrowisata Payo dan bunga krisan di kawasan Batu Patah Payo, Kelurahan Tanahgaram, Kecamatan Lubuak Sikarah, Kota Solok.
Kepala Dinas Pertanian Kota Solok, Ikhvan Marosa di Solok, mengatakan pihaknya sudah mengembangkan komoditas bunga krisan sejak 2017 melalui Agrowisata Payo di wilayah Payo, Kota Solok.
“Akan tetapi hasil panen bunga krisan itu belum mampu memenuhi permintaan pasar regional yang sangat tinggi,” kata Ikhvan Marosa.
Dinas Pertanian Kota Solok pun terus berupaya mengembangkan Agrowisata Payo. Bahkan mulai awal tahun ini telah dikembangkan komoditas kopi payo untuk mendampingi komoditas bunga krisan tersebut.
Agar Agrowisata Payo itu terus berkembang di Kota Solok, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumbar, Safrizal pun menyerahkan pengelolaan green house dari Direktorat Jenderal Hortikultura ke kelompok tani tuah sepakat Payo Kelurahan Tanah Garam.
Safrizal mengatakan paket bantuan itu langsung diserahkan kepada Habisian selaku ketua Kelompok Tani Tuah Sepakat dan disaksikan oleh seluruh undangan yang hadir.
Selain itu, bentuk paket bantuan yang diberikan yaitu berupa bangunan green house yang dibangun menjadi empat bangunan. Kemudian bantuan saprodi berupa pupuk, bibit krisan, dan arang sekam.
Safrizal juga mengatakan bahwa green house yang dibangun oleh pemerintah ini merupakan stimulan bagi kelompok tani agar pengembangan tanaman bunga krisan di kelompok tani tuah sepakat dapat lebih berkembang ke depannya. “Bantuan ini berasal dari APBN dan APBD,” ujar dia.
Pada kesempatan tersebut ia juga berharap ke depannya petani di daerah itu dapat meneruskan dan melanjutkan kegiatan pengembangan bunga krisan walaupun nanti tanpa adanya bantuan dari pemerintah lagi.
Selain itu, ia mengatakan bibit bunga krisan tersebut didatangkan langsung dari Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) Kementerian Pertanian RI di Cipanas.
Merupakan salah satu jenis varietas unggulan bunga krisan yang ditanam di green house yaitu jenis jayanti. Bunga krisan ini dapat dipanen pada umur tiga bulan sepuluh hari.(Eli)
FABEMSM dan Masker Pragi Desak Polri&ndashKejagung Perkuat Sinergi Usut Dugaan Korupsi Suplai Batu Bara PLTU PLN
kota
sumut24.coLabuhanbatu, Tragis, satu unit dump truck yang mengangkut buah sawit terguling di Jalan Lintas Negeri Lama Tanjung Sarang Elang
News
Ijeck Desak Jalur Kereta Api MedanAceh Segera Dituntaskan, Minta TransSumatera Dipercepat
kota
Nekad Curi kabel Tower diciduk Polsek Tanjung Morawa
kota
Mahasiswa Soroti Maraknya Rokok Ilegal Helium, Kakan Bea Cukai Medan Tegaskan Komitmen Berantas Rokok Ilegal
kota
Terkait ASN Nias Jatuh di Apartemen 2 Wanita Ditetapkan Tersangka
kota
Aniaya Polisi dan Kabur saat Disergap Buronan Narkoba Ditangkap di Riau
kota
Sabu 328 Gram Disembunyikan di Jok Motor, Pemasok 2 Sarang Narkoba di Medan Ditangkap
kota
Diduga Tersandung Kasus Narkoba 2 Oknum Polres Samosir Diamankan di Polda Sumut.
kota
Aksi Penanaman 100 Pohon Warnai Milad Dompet Dhuafa ke33Deli serdangsumut24.co Dompet Dhuafa Waspada bersama DD Volunteer Sumatera Utara m
News