TAKJIL4U, Lebih Banyak Memberi, Lebih Luas Pintu Rezeki

Medan – www.sumut24.co
Ada banyak hal yang selalu diidentikkan dengan bulan Ramadhan. Salah satunya adalah takjil. Kudapan manis yang dinikmati sesaat setelah berbuka puasa dan umumnya memiliki rasa yang manis dengan tekstur lembut agar mudah dimakan setelah berpuasa seharian. Beberapa takjil yang biasa dijual adalah kolak pisang, sop buah, hingga es buah. Ada juga beberapa yang memiliki rasa asin dan gurih seperti berbagai ragam gorengan dan bubur.

Namun tahukah bahwa sebenarnya takjil bukan dimaksudkan untuk menyebut semua kudapan ringan tersebut? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata takjil memiliki arti mempercepat dalam berbuka puasa yang diambil dari bahasa Arab ‘ajila yang bermakna menyegerakan.
Selain diperjual belikan, takjil juga kerap dibagikan secara gratis pada bulan Ramadhan sebagai bentuk sedekah dan berbagi rezeki antar sesama manusia.
Salah satunya adalah gerakan yang dilakukan oleh Persatuan Kebangsaan Pelajar Mahasiswa di Indonesia (PKPMI) Medan pada Sabtu, 23 April 2022 bersamaan dengan 21 Ramadhan 1443H di Konsulat Jenderal Malaysia Medan. Dengan tagline “Lebih Banyak Memberi, Lebih Luas Pintu Rezeki”.

‘Takjil4U’ atau program Agihan Bubur Lambuk ini merupakan program yang pertama kali diadakan oleh PPKMI Medan dan merupakan salah satu inisiatif bagi menghidupkan kembali aktiviti mahasiswa Malaysia yang berada di Medan. Seramai 30 orang mahasiswa turut serta dalam membantu menjayakan program yang dilaksanakan pada pukul 9 pagi WIB.
Program memasak dan pengagihan bubur lambuk ini merupakan satu aktiviti sosial, riadah, dan amal jariah yang sering dilakukan ketika bulan Ramadhan.
Program ini bertujuan untuk meramaikan lagi suasana Ramadhan sesama mahasiswa Malaysia yang berada di Medan. Sasaran utama program Takjil4U sendiri adalah untuk memberi peluang kepada mahasiswa Malaysia untuk bersedekah di bulan mulia ini sekaligus menjalin silaturahim antara mahasiswa Malaysia di Medan.

Bubur Lambuk sendiri adalah bubur khas Melayu yang terbuat dari beras, daging sapi cincang, kacang hijau, bawang merah, bawang putih, jahe, udang kering, air, santan, wortel, seledri, minyak samin, lada hitam, bubuk jintan, kapulaga, kayu manis, cengkeh, dan garam. Untuk lebih menambah selera, bubur lambuk juga bisa diberi berbagai toping seperti bawang goreng, seledri, daun bawang, telur rebus, dan kerupuk.

Menurut sejarah, bubur lambuk dikatakan telah ada sejak zaman Kesultanan Melayu Melaka pada abad ke-15, ketika Parameswara yang kemudian dikenal sebagai Sultan Iskandar Shah setelah memeluk agama Islam menerima kunjungan Maharaja Hun Jen dari Kamboja yang menginginkan sejenis makanan yang mudah untuk ditelan namun tetap terasa enak dan berkhasiat.

Ada lagi sumber lain yang mengatakan bahwa bubur lambuk mulanya dihidangkan di Malaysia, di kawasan Kampung Baru, Kuala Lumpur, oleh seorang juru masak bersama Said pada tahun 1950-an dengan versi bubur lambuk berempah seperti yang dikenal saat ini.
Bubur ini umumnya hanya disediakan sekali dalam setahun atau pada momen-momen tertentu karena merupakan hidangan khas bangsawan yang dibagikan kepada khalayak ramai. Namun seiring perkembangan zaman, bubur ini kemudian dicoba untuk diadaptasi oleh masyarakat sekitar dengan tanpa menggunakan daging yang merupakan barang mewah pada masa itu.

Pada saat ini penyajian bubur lambuk dilakukan secara bergotong-royong di masjid sebelum berbuka puasa, sepanjang bulan Ramadhan. Bubur lambuk ini menjadi lambang perpaduan dan kesatuan bagi penganut Islam di Negeri Jiran. Seperti yang dilakukan oleh PKPMI saat ini.
Bubur lambuk yang telah siap dimasak kemudian dibungkus rapih dan diagihkan selain kepada semua pihak yang telah ikut serta juga kepada warga sekitar Kota Medan, rumah anak yatim dan beberapa rumah orangtua beserta dengan sumbangan berupa sembako yang telah dikumpulkan sebelumnya oleh pihak PKPMI Medan.

Pengarah program Takjil4U, Mohamad Farhan Hafizin, berkata bahwa dia berharap kerjasama yang telah dilakukan pada program ini dapat mengeratkan lagi jalinan silaturahim antara para pelajar bersama Konsulat Jeneral Malaysia Medan.
“Harapan kami, selain mengisi aktviti rohani dan amal kebajikan dalam bulan Ramadhan, secara tidak langsung program ini juga dapat mengeratkan hubungan silaturahim antara rakyat Malaysia dan Indonesia. Kami juga berharap agar program Takjil4U ini mendapat sokongan serta kerjasama daripada semua pelajar Malaysia di Medan dan pihak Konsulat Jeneral Malaysia Medan,”harapnya.

Yang Dipertua (YDP) PKPMI Medan sesi 2022, Nur Haimisha Nadhira, juga turut mengucapkan sekalung penghargaan dan jutaan terima kasih kepada Konsulat Jeneral Malaysia Medan, Agensi lain yang terlibat , PDRM , Tourism Malaysia, Satlantas Polistrabes Kota Medan dan lain lain agensi serta Ibu Perwakilan atas sokongan yang diberikan kepada PKPMI Medan sehingga mereka bisa terus menganjurkan program kemasyarakatan kedepannya, terutama di Medan.

Selain dibantu dalam penyediaan tempat untuk memasak bubur lambuk oleh Konsulat Jeneral Malaysia, kegiatan ini juga mendapat sokongan dari pihak Education Malaysia Indonesia (EMI).(rel)