Suvenir “Butterfly Magic” DPW LSM PAKAR Sumut Menjadi Perhatian dan Kekaguman Peserta Delegasi W-20

MEDAN | SUMUT24.co
Danau TOBA adalah salah satu ciptaan Tuhan yang sangat indah. Sebagai salah satu Destinasi Pariwisata yang banyak digandrungi oleh wisatawan Lokal dan Manca Negara ini, akan semakin lebih lagi bila dalam menata Alam dan Ekosistem yang ada di Danau TOBA ini mendapatkan sentuhan para ahli yang profesional dan dengan jiwa seni yang  tinggi.
Menyikapi hal tersebut, Ketua DPW LSM PAKAR Prov. Sumatera Utara Ir. Linceria Nainggolan mengimplementasikan bagaikan sebuah Butterfly Magic lah kiranya program peningkatan kwalitas Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia di kawasan Danau TOBA agar tercipta Danau TOBA yang super Unik untuk menjadi Destinasi Wisata yang Mendunia dan Super Prioritas para Wisatawan.
Suvenir “Butterfly Magic” yang langsung diberikan kepada beberapa Perwakilan Delegasi Manca Negara yang ikut serta dalam Event W-20 yang diselenggarakan di Hotel Niagara dari tanggal 18 -21 Juli 2022 yang lalu mendapat respon positif dari para Delegasi bahkan diluar prediksi para Delegasi W-20 yang menerima Butterfly Magic.
Ada 6 Delegasi yang menerima Butterfly Magic tersebut salah satu diantaranya dari Australia, beliau sangat senang dan kaget saat membuka souvernir dengan mengatakan : wow ,,, I see ,,,, dengan seyum sumringgah Delegasi Australia mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPW LSM PAKAR Prov. Sumatera Utara Ir. Linceria Nainggolan.
Dapat disimpulkan, respon positif dari para Delegasi Manca Negara menjadi masukan bagi Pemerintah Pemprovsu dalam mengelola Kawasan Danau TOBA sebagai salah satu Destinasi Wisata menambah Devisa Negara dan Daerah.
Sambung Linceria, hal tersebut juga mendapat support dari Bapak Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bapak Sandiago Uno yang juga sangat senang dan kaget saat menerima souvenir Butterfly Magic yang langsung diserahkan oleh Ketua DPW LSM PAKAR Prov. Sumatera Utara.
Aktivis Sosial dan Pemerhati Pariwisata secara khusus Kawasan Danau TOBA ini juga telah mempelopori penanganan Red Devil atau lebih dikenal dengan Ikan Setan Merah di Kawasan Danau TOBA bersama Bapak Bupati Ir. Poltak Sitorus berharap bahwa pengelolaan wisata Danau TOBA secara Terpadu dan Profesional akan meningkatkan Ekonomi kreatif bagi lapisan masyarakat terutama para Nelayan yang menggantungkan hidupnya dari tangkapan Ikan yang ada dikawasan Danau TOBA juga para pelaku bisnis dan Usaha yang menunjang wisata yang inklusif.(W02)