Rabu, 12 Agustus 2026

Istana Kotapinang yang Miliki Nilai Sejarah Kini tak Berbentuk

Administrator - Jumat, 10 Juni 2016 04:36 WIB
Istana Kotapinang yang Miliki Nilai Sejarah Kini tak Berbentuk

KOTAPINANG | SUMUT24

Baca Juga:

Istana Kotapinang yang memiliki nilai sejarah kini tinggal sebuah bangunan yang tak berbentuk dan hancur. Seharusnya,pemerintah menjaga dan merawat bangunan peninggalan sejarah ini.

H Sonaji Nasution (80), seorang tokoh masyarakat Kotapinang di kediamannya menjelaskan, sebelum zaman kemerdekaan ia kerap diajak orangtuanya masuk ke Istana yang berbentuk panggung tersebut.

“Ketika peralihan kekuasaan dari Jepang ke pemerintah revolusi Indonesia, Istana Kotapinang diserahkan kepada kantor museum peninggalan bersejarah,” kenangnya.

Istana yang telah ditinggalkan Raja Mustapa Kamal karena raja di Tanglao pemerintahan revolusi Indonesia yang dituduh berpihak kepada penjajah Belanda.

“Dulu raja menaikkan bendera Belanda di atas istana,sehingga rakyatnya marah dan menuduh raja membantu Belanda,dan saat peralihan raja dan keturunnya ditangkap,” terangnya mengingat peristiwa itu meskipun usianya baru sepuluh tahun pada waktu itu.

Sonaji yang saat ini tinggal di kampung Durian bisa mungkin merupakan orang yang tertua di Kotapinang. Namun ingatan pria uzur itu masih baik hanya kondisi badannya yang sudah lemah.

Sonaji yang beberapa tahun lalu diangkat menjadi ketua lembaga budaya Kotapinang berharap agar para generasi sekarang jangan melupakan sejarah.

Karena Presiden Soekarno selalu mengingatkan kepada kita jangan sekali kali melupakan sejarah. Karena ini menjadikan ingatan yang harus kita tanamkan.

“Jadi betapa ruginya kita, sebuah bangunan sejarah Istana Kota Pinang kini terlupakan dan sudah tidak berbentuk lagi,” katanya dengan nada sedih.

Di lain sisi, kakek tua itu ketika ditanya apakah ada bantuan pemerintah kepada dirinya karena ada program di Dinas Kesehatan Labusel untuk Lansia. Orang tua itu pun menjelaskan, tidak pernah mendapat bantuan.”Segala bentuk bantuan tidak pernah saya rasakan,” sebutnya.

Harapan Sonaji agar pemerintah mau terpanggil membenahi peniggalan sejarah yang ada di Kotapinang ini. Sonaji juga memperhatikan para Lansia karena juga bagian dari rakyat yang harus diperhatikan.

Sementara itu, Baginda Hasibuan, tetangga Sonaji mengatakan, pemerintah Labusel juga harus tanggap terhadap peninggalan bersejarah dan prasarana lain. Karena masih banyak di wilayah pusat kota yang belum tersentuh pembangunan.

Seperti daerah kampung Durian ini banyak orangtua penduduk asli Kota Pinang yang tinggal di sini. Kondisi jalan setapak yang dipergunakan mereka sudah rusak parah.

“Jalan yang kami lalui ini dibangun masa pak Milwan, sudah rusak dan perlu diperbaikan agar para orang tua bisa enak berjalan,” harapnya. (zai)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval Nanusa Pimpin Sertijab Kasat Samapta, AKP Yusup Resmi Gantikan AKP Irwan
Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval Nanusa Gegoh Desky Cek Dapur SPPG, Pastikan Makanan Aman dan Higienis
El Adrian Shah Buka Peluang Reshuffle Pengurus DPD Hanura Sumut
Wali Kota Tanjungbalai Tegaskan Pedagang Tak Dilarang Berjualan di Alun-alun
Relokasi Chapel USU Untuk Renovasi, Fasilitas Ibadah Tetap Disediakan Selama Proses Pembangunan
Dibekali Pembekalan Digital, 39 Duta Pramuka Padang Lawas Resmi Dilepas Menuju Jamnas XII Cibubur
komentar
beritaTerbaru