Baca Juga:
Tebingtinggi|Sumut24
Pemerintah Kota Tebingtinggi menggelar kegiatan forum group discussion (FGD) tentang program OSOA (One Student One Account) dan pencanangan “Hari Menanung” kota Tebingtinggi,Selasa (28/7) bertempat di Aula Lantai IV Gedung Balai Kota Jalan Sutomo Tebingtinggi
Turut hadir Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan,PLT Asisten Ekbang,Zubir Husni Harahap,Kepala OJK Wilayah V Sumbagut diwakili Andi Muhammad Yusuf,perwakilan Bank Indonesia (BI) Andiwiana S,Kadisdik Pardamean Siregar,Kadis Kominfo Dedi P.Siagian dan para kepala sekolah se kota Tebingtinggi
Wali Kota dalam arahannya menyampaikan,bahwa program ‘One Student One Account’ ini direncanakan setelah proses belajar tatap muka disekolah.Pun demikian,para pelajar yang sudah menabung dari awal dan diharapkan dapat terus berlanjut
” Kita sampaikan gerakan menabung ini adalah bagaimana kita untuk mengajarkan anak dapat mengatur keuangannya dengan baik. Berhemat, tidak boros dan tidak menggunakan uang semaunya saja “, kata Walikota.
Terkait pembelajaran Tatap Muka di Kota Tebing Tinggi, Walikota menjelaskan menunggu dari pemerintah pusat dan propinsi. Tetapi kelihatannya kemungkinannya akan jauh dipercepat karena semulanya direncanakan pada Tahun 2021, kemungkinan ada kebijakan lain dari pemerintah pusat yang tentunya nanti akan kita ikuti.
Disinggung tentang adanya kendala orang tua siswa tidak mampu untuk mengikuti pembelajaran secara daring seperti android dan paket internet, Walikota menegaskan tidak semua yang tidak mampu itu harus pakai daring.
” Yang bersangkutan bisa menggunakan modul dan modul itu dapat diambil di sekolah. Tentunya kita mengajak pihak komite sekolah lebih aktif memberikan perhatian terhadap masalah siswa yang ada disekolah itu sendiri “tegasnya
Sementara itu, perwakilan Bank Indonesia (BI) Andiwiana S menyampaikan sangat mendukung atas program Wali Kota Tebingtinggi tentang OSOA (One Student One Account) dan ini merupakan gebrakan terhadap pelajar untuk mengenal tentag jasa keuangan
” Kita ketahui sendiri bahwa pemahaman jasa keuangan masih relatif rendah di masyarakat Indonesia termasuk Kota Tebing Tinggi sehingga gerakan ini perlu mendapat dukungan semua pihak” ujarnya
Hal senada juga disampaikan perwakilan OJK ,Andi Muhammad Yusuf,bahwa program ‘One Student One Account’ sangat baik dalam rangka meningkatkan literasi keuangan khususnya bagi pelajar.
” Secara nasional pelajar ada 52 juta, hal ini merupakan potensi yang sangat besar untuk meningkatkan literasi keuangan termasuk juga meningkatkan inklusi keuangan kita “paparnya
Sebelumnya,Kadisdik Pardamean Siregar melaporkan,bahwa pada umumnya satuan pendidikan di kota Tebingtinggi mengadakan tabungan secara kovensional.
Dengan adanya gerakan Indonesia menabung melalui program OSOA di kota Tebingtinggi,kata Pardamean,jajaran dinas pendidikan bersama para kepala sekolah siap mendukung terhadap program OSOA tersebut.(TAV)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News