Aksi Solidaritas Pemko Medan, Dari Kemeriahan HUT RI hingga Bantuan Rp.50 Juta Korban Bencana
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan pentingnya solidaritas dan kepedulian sosial dalam membangun daerah.H
kota
Baca Juga:Indonesia kembali berduka. Tiga prajurit terbaik Tentara Nasional Indonesia (TNI) gugur saat menjalankan tugas sebagai pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Ketiga prajurit tersebut adalah Mayor Inf. (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) M. Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon. Mereka gugur dalam serangkaian insiden ledakan yang terjadi di Lebanon Selatan pada akhir Maret 2026.
Insiden pertama terjadi pada 29 Maret 2026, ketika sebuah proyektil meledak di dekat posisi pasukan, menewaskan salah satu prajurit. Sehari kemudian, dua prajurit lainnya gugur setelah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL.
Kabar duka ini disambut tangis dan penghormatan mendalam dari seluruh rakyat Indonesia. Jenazah ketiga prajurit telah tiba di Tanah Air melalui Bandara Soekarno-Hatta dan disambut dengan upacara militer penuh kehormatan.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya para prajurit. Ia menegaskan bahwa pengabdian mereka merupakan wujud nyata komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.
"Innalillahi wainnailaihi rajiun, turut berduka cita atas gugurnya prajurit terbaik bangsa dalam menjalankan misi perdamaian," ujar Presiden dalam pernyataannya.
Pemerintah Indonesia juga mengambil langkah diplomatik dengan mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk melakukan evaluasi terhadap keamanan pasukan perdamaian, menyusul meningkatnya eskalasi konflik di wilayah tersebut.
Selain tiga prajurit yang gugur, sejumlah personel lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.
Seluruh elemen bangsa mengecam keras setiap tindakan yang merusak perdamaian dan mengancam keselamatan pasukan penjaga perdamaian. Serangan terhadap pasukan PBB dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan nilai kemanusiaan.
Negara memastikan akan terus hadir untuk menghormati jasa para pahlawan, menjaga kehormatan prajurit, serta memberikan perhatian penuh kepada keluarga yang ditinggalkan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa perdamaian membutuhkan pengorbanan besar. Semangat dan dedikasi para prajurit yang gugur diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh rakyat Indonesia untuk terus menjaga persatuan dan tidak memberi ruang bagi perpecahan.Selamat jalan para pahlawan bangsa. Jasa dan pengabdianmu akan selalu dikenang.
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan pentingnya solidaritas dan kepedulian sosial dalam membangun daerah.H
kota
Satu Perusahaan Menawar, Bukan Berarti Tender Harus Batal
kota
KSMI Gelar Liga Sepakbola Mini Santri dan Piala Asia, Tunjuk Tundra Meliala sebagai Waketum
News
Ambal Warso ke31 Keluarga Besar DIY, Perkuat Guyub Sedulur dan Lestarikan Budaya Jawa
News
Usai Bertanding, Gubsu ke17 HT Erry Nuradi Serahkan Cenderamata kepada Gabungan Pimpong Putrajaya Malaysia
kota
Siswa Deli Serdang Raih Empat Medali di Ajang Olimpiade Internasional Malaysia
News
Kinerja Kadis PUPR Tapsel Disorot Temuan BPK Rp1,345 Miliar, Proyek Bermasalah hingga Dipanggil KPK, Bupati Gus Irawan Diminta Segera Evalu
kota
Agus Syahdeman Diminta Kawal Pembangunan hingga Kantor Nagari Sungai Gando
kota
Pertandingan Persahabatan PTM Eksekutif Sumut dan Pasukan Pimpong Putrajaya Malaysia Pererat Silaturahmi
Sport
Gubsu Bobby Nasution Dorong Bank Sumut Jadi Penggerak Ekonomi dan Pembangunan Sumatera Utara
kota