Baca Juga:
Panyabungan I SUMUT24
Warga Desa Hutapuli, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Provinsi Sumatra Utara, memblokade jalan lintas Sumatera. Penyebab dikarenakan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa, yang disalurkan kepala desa beserta aparatnya, Selasa (16/6/2020).
Informasi dihimpun, penyaluran BLT di Desa Hutapuli ada penambahan peserta. Dan rapat keputusan penambahan BLT tersebut tanpa diikuti Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Sehingga BPD dikabarkan melakukan perlawanan kepada kepala desa.
“Informasi sementara begitu, kami baru tiba ke lokasi untuk melakukan mediasi. Penyebab sementara kita ketahui karena BPD tidak menerima keputusan terkait penambahan jumlah penerima BLT,” kata Camat Siabu, Ali Himsar Nasution SPd yang dihubungi wartawan.
Senada juga dikatakan Kapolsek Siabu, AKP Ayub Lubis. Ia menyebut, saat ini Muspika sedang melakukan mediasi agar masyarakat membuka blokade jalan. “Saya lagi rapat sama warga, sedang dilakukan mediasi, nanti dihubungi lagi ya,” kata Ayub.
Kepala Desa Hutapuli, Hanapi Nasution yang dihubungi mengatakan tidak tahu apa penyebab ributnya masyarakat. “Kita baru membagikan BLT kepada 70 orang kepala keluarga (KK). Untuk penambahan belum ada, masih sama dengan pembagian pertama,” ujar singkat.
Kades Hanapi: Penyaluran BLT Sesuai Prosedur
Sementara itu. Kepala Desa Hutapuli Hanapi Nasution mengatakan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) terkait Covid-19 di Desa Hutapuli Kecamatan Siabu Mandailing Natal (Madina) telah dilakukan sesuai prosedur. Hal itu dikatakannya terkait aksi demontrasi dan blokir jalan yang dilakukan warga, Selasa (16/6/2020).
Hanapi menjelaskan, penyaluran BLT tahap kedua yang bersumber dari Dana Desa itu jumlah penerimanya 70 orang dengan besaran Rp 600.000 setiap peserta. Sama dengan penyaluran tahap pertama.
“Jumlah penerimanya 70 orang, ini penyaluran tahap kedua. Soal aksi blokir jalan yang mereka lakukan itu saya tidak paham apa alasannya. Yang pasti saya sudah jalankan sesuai aturan dan sesuai hasil musyawarah desa,” katanya. (red)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News