Baca Juga:
Deliserdang|Sumut24
Kepala Dusun IV Desa Butu Bedimbar Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang Fajar Ismail, tidak mencerminkan panutan sebagai pelayan masyarakat di dusun binaannya. Dengan seenaknya mengucapkan kata-kata kotor kepada masyarakatnya.
Kadus tersebut diduga tidak pernah mengecap bangku pendidikan dan terkesan ala preman kampungan, makanya mengucapkan hal tak pantas tersebut.
Fajar Ismail diduga mengeluarkan kata- kata tak lajim kepada seorang wanita Siti Mardiah yang juga anggota LSM Badan Penyelamat Kekayaan Negara (BPKN) Senin (15/6) melalui pesan WhatsApp-nya.
Siti Mardiah kepada SUMUT24, Selasa (16/6) mengatakan, disaat masyarakat mempertanyakan bantuan Covid 19, seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) melalui Whatsapp selulernya Senin (15/6), bukan mendapat jawaban selayaknya pelayan masyarakat, tapi malah mendapatkan caci maki yang tidak sepantasnya dari seorang Kadus dengan mengatakan ” hei xxx” (menyebut nama hewan)”.
Menanggapi hal tersebut Ketua LSM Badan Penyelamat Kekayaan Negara (BPKN) Deli Serdang Rusli Anto Selasa (16/6) mengatakan, perkataan seorang Kadus tidak mencerminkan seorang pelayan masyarakat yang digaji masyarakat. Sepertinya Kadus itu tidak profesional tidak berpendidikan, perlu juga dipertanyakan status pendidikan kadusnya, sebagai pelayan masyarakat tidak sepantasnya mengucapkan kata-kata kasar seperti itu, katanya.
Hal seperti ini sudah kali kedua pelayan masyarakat mencaci maki warganya sendiri. Dalam catatan kami, terang Rusli, yang pertama kejadian di kelurahan lubuk pakam lll kecamatan lubuk pakam, yang mana seorang kepala lingkungan juga memaki (dengan menyebut alat kelamin) kepada seorang nenek tatkala mempertanyakan bantuan.
Ditambah Rusli juga, Ucapan tak senonoh berulang ulang disebutkan dengan nada keras di ungkapkan oleh kepala lingkungan lll di kantor lurah Lubuk Pakam lll bernama Sahril kepada seorang Nenek Jumasari (70) tahun yang sedang mempertanyakan BLT ( bantuan langsung tunai) di kantor Keluran Lubuk Pakam lll.
Berita tersebut sudah terbit diharian Sumut 24 (11/6) lalu, oleh karena itu kami berharap setiap Kadus ataupun Kepling di wilayah kabupaten Deliserdang diberikan edukasi dari jajaran Pemerintahan Masyarakat Desa (PMD) bila hal ini dibiarkan tentu akan menambah citra buruk Pemkab DS dan bila perlu segera di copot Kadus/ Kepling yang tak memiliki etika tersebut, tutupnya.
Sementara di tempat terpisah, Kades Desa Butu Bedimbar Musmuliadi saat dikonfirmasi Sumut 24 Selasa (16/6) melalui pesan singkat di WAnya menjawab, terkait anggota Kadus kami bernama Fajar Ismail, akan kami tindaklanjuti, terimakasih atas infonya” cetus Kades.
Hal senada Kadus 4 Desa Butu Bedimbar fajar Ismail ketika di konfirmasi Selasa (16/6) melalui seluler mengakui, “iya saya mengucapkan kata kasar ( anjxxx) kepada Siti Mardia melalui pesan WhatsApp Senin (15/6) dalam hal ini secarai pribadi saya mohon maaf maklumlah ketika itu lagi banyak urusan akhirnya terceplos begitu saja,” tangkisnya. (Hari’S)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News