Kamis, 02 Juli 2026

Wali Kota Binjai optimistis ekonomi akan tumbuh di tengah COVID-19

Administrator - Senin, 08 Juni 2020 08:06 WIB
Wali Kota Binjai optimistis ekonomi akan tumbuh di tengah COVID-19

Binjai|SUMUT24 Wali Kota Binjai Muhammad Idaham optimistis ekonomi daerahnya tidak hanya sekedar bertahan, namun akan mampu tumbuh di era new normal. Soalnya meski kegiatan perekonomian menurun imbas pandemi COVID-19, kabar baiknya ada juga perbankan yang mencatat peningkatan jumlah penabung.

Baca Juga:

Hal itu disampaikannya saat diskusi daring dengan pimpinan lembaga keuangan yang ada di Binjai, Minggu.

“Kita punya potensi untuk new normal, tinggal kita buat program yang tepat,” katanya.

Diskusi daring juga menghadirkan Wakil Kepala Kantor Bank Indonesia Wilayah Sumut Ibrahim dan pengamat ekonomi Universitas Sumatera Utara Syafrizal Helmi.

Idaham menekankan ada tiga jaring pengaman yang harus disiapkan di era new normal yaitu jaring pengaman sosial, kesehatan dan ekonomi.

Salah satu terobosan yang sedang dikerjakan adalah aplikasi Pajak Binjai (Pakjai), suatu marketplace baru yang diharapkan membantu agar kegiatan perekonomian tetap berjalan, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Idaham berharap diskusi ini bisa memotret kondisi ekonomi dan keuangan Kota Binjai saat ini dimana berdasarkan masukan tersebut akan disusun kebijakan yang tepat bagi daerah itu di era new normal.

Dalam diskusi tersebut, kalangan perbankan menyampaikan terjadinya penurunan transaksi dan meningkatnya jumlah nasabah yang minta restrukturisasi kredit.

Adapun sektor usaha paling banyak terdampak pandemi COVID-19 utamanya adalah UMKM yang bergerak di bidang kerajinan, makanan dan jasa angkutan, sedangkan pegadaian juga mencatat peningkatan kredit macet.

“Kredit mikro macet, tapi gadai emas meningkat”, kata pimpinan Pegadaian Binjai.

Wakil Kepala Kantor Bank Indonesia Wilayah Sumut Ibrahim mengatakan kondisi perbankan secara umum saat ini lebih kuat dibanding saat krisis tahun 98.

Tapi tetap harus waspada karena telah terjadi penurunan kredit modal kerja dan investasi. “Ini beda dengan tahun 98 dimana UMKM justru jadi bumper, sekarang UMKM terdampak karena kendala social distancing,” ujarnya.

Ditambahkannya nasabah harus mengajukan restrukturisasi kredit di Binjai jumlahnya juga cukup besar yaitu 28,1 persen.

Ibrahim juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Binjai yang telah mengadakan diskusi daring dengan para pemangku kebijakan sehingga pemerintah kota bisa mengambil kebijakan lebih tepat.(Red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Hadiri Syukuran Hari Bhayangkara ke-80, Bupati Simalungun: Kolaborasi yang Solid Akan Memperkuat Stabilitas Daerah
Wali Kota menghadiri dan mengikuti Upacara Peringatan HUT ke-43 Kota Medan
Irjen Pol. Mahmud Nazly Harahap Jabat Kakorsabhara Baharkam Polri, Zakiyuddin Harahap: Selamat Bertugas
Balitbang Golkar Gelar Diskusi dan Bedah Buku Revolusi Iran Karya Dr. Nasir Tamara
Dituding Sewenang-wenang, Eksepsi Nenek Marlina Ungkap Dakwaan Jaksa Diduga Hasil "Potong Kompas"
DJ Wong Laporkan Akun Pencemaran Nama Baiknya ke Polda Sumut
komentar
beritaTerbaru