Senin, 06 April 2026

Wali Kota Binjai optimistis ekonomi akan tumbuh di tengah COVID-19

Administrator - Senin, 08 Juni 2020 08:06 WIB
Wali Kota Binjai optimistis ekonomi akan tumbuh di tengah COVID-19

Binjai|SUMUT24 Wali Kota Binjai Muhammad Idaham optimistis ekonomi daerahnya tidak hanya sekedar bertahan, namun akan mampu tumbuh di era new normal. Soalnya meski kegiatan perekonomian menurun imbas pandemi COVID-19, kabar baiknya ada juga perbankan yang mencatat peningkatan jumlah penabung.

Baca Juga:

Hal itu disampaikannya saat diskusi daring dengan pimpinan lembaga keuangan yang ada di Binjai, Minggu.

“Kita punya potensi untuk new normal, tinggal kita buat program yang tepat,” katanya.

Diskusi daring juga menghadirkan Wakil Kepala Kantor Bank Indonesia Wilayah Sumut Ibrahim dan pengamat ekonomi Universitas Sumatera Utara Syafrizal Helmi.

Idaham menekankan ada tiga jaring pengaman yang harus disiapkan di era new normal yaitu jaring pengaman sosial, kesehatan dan ekonomi.

Salah satu terobosan yang sedang dikerjakan adalah aplikasi Pajak Binjai (Pakjai), suatu marketplace baru yang diharapkan membantu agar kegiatan perekonomian tetap berjalan, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Idaham berharap diskusi ini bisa memotret kondisi ekonomi dan keuangan Kota Binjai saat ini dimana berdasarkan masukan tersebut akan disusun kebijakan yang tepat bagi daerah itu di era new normal.

Dalam diskusi tersebut, kalangan perbankan menyampaikan terjadinya penurunan transaksi dan meningkatnya jumlah nasabah yang minta restrukturisasi kredit.

Adapun sektor usaha paling banyak terdampak pandemi COVID-19 utamanya adalah UMKM yang bergerak di bidang kerajinan, makanan dan jasa angkutan, sedangkan pegadaian juga mencatat peningkatan kredit macet.

“Kredit mikro macet, tapi gadai emas meningkat”, kata pimpinan Pegadaian Binjai.

Wakil Kepala Kantor Bank Indonesia Wilayah Sumut Ibrahim mengatakan kondisi perbankan secara umum saat ini lebih kuat dibanding saat krisis tahun 98.

Tapi tetap harus waspada karena telah terjadi penurunan kredit modal kerja dan investasi. “Ini beda dengan tahun 98 dimana UMKM justru jadi bumper, sekarang UMKM terdampak karena kendala social distancing,” ujarnya.

Ditambahkannya nasabah harus mengajukan restrukturisasi kredit di Binjai jumlahnya juga cukup besar yaitu 28,1 persen.

Ibrahim juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Binjai yang telah mengadakan diskusi daring dengan para pemangku kebijakan sehingga pemerintah kota bisa mengambil kebijakan lebih tepat.(Red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
KRI Bima Suci Tiba di Belawan, Rico Waas Siap Kenalkan Potensi Medan ke Mata Dunia
Aktivitas Gunung Sorikmarapi Meningkat, Ini Himbauan Bupati Madina Saipullah Nasution Saat Turun Langsung Pantau Pos Pengamatan
Menguatkan nilai kemanusiaan, Sat Narkoba Polresta Deli Serdang Berikan Santunan kepada Anak Yatim Piatu
Ketua RANZ Medan Bantah Pemko Lamban Tangani Sampah, Ibrahim : Program PSEL Sudah Berjalan
Mallorca Paksa Real Madrid Menelan Kekalahan di Markas Sendiri
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Hadiri Halal bi Halal Keluarga Besar Yayasan Gerakan Sumatera Utara Bergiat dan IKA MSP FISIP USU
komentar
beritaTerbaru