Kamis, 02 Juli 2026

Bank Indonesia Prediksi Triwulan II Perekonomian Sumut Tumbuh 1,3 -1,7 Persen

Administrator - Sabtu, 06 Juni 2020 05:22 WIB
Bank Indonesia Prediksi Triwulan II Perekonomian Sumut Tumbuh 1,3 -1,7 Persen

Medan I SUMUT24.CO Bank Indonesia (BI) memprediksi perekonomian Sumatera Utara pada triwulan kedua tahun 2020 ini tumbuh melambat di kisaran 1,3-1,7 persen saja. Hal ini dikarenakan masih merebaknya pandemi covid-19. Sementara pada kwartal satu kemarin, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan 4,8 -5,2 persen. Demikian disampaikan Kepala Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara, Wiwiek Sisto Widayat saat Bincang Bareng Media (BBM)digelar di Lantai VII Gedung BI, Jumat (5/6/2020).

Baca Juga:

Lebih lanjut dikatakan Wiwiek Sisto Widayat, faktor utama yang menjadi alasan lambatnya pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatra Utara ini terjadi di Konsumsi Rumah Tangga (KRT). Di mana, pembatasan aktivitas masyarakat sebagai upaya pencegahan dan penyebaran Covid-19, yang berimbas pada Pemberhentian Tenaga Kerja (PHK), terutama pada pekerja yang bergerak di sektor pariwisata, jasa dan perdagangan akibat pandemi ini. Kemudian di sektor investasi.

“Dimasa pandemi ini rencana investasi pelaku usaha diperkirakan akan tertahan, serta membuat terhambatnya proses pengadaan, pembebasan lahan dan pembangunan akibat imbauan work from home dan social distancing,” jelas Wiwiek.

Pembatasan sosial serta imbauan untuk tidak keluar rumah akan menurunkan aktivitas perdagangan ritel dan sektor pariwisata.

Hal tersebut jelas memperlambat progres pembangunan yang tercermin dari perlambatan LU Konstruksi. Penurunan permintaan global dan domestik akibat lockdown dan social distancing diperkirakan menurunkan kinerja industri pengolahan.

Dalam kegiatan BBM ini, Bank Indonesia tetap menerapkan protokoler kesehatan, mewajibkan peserta mengenakan masker dan menjaga jarak. Wiwiek juga menambahkan, bahwa dengan meluasnya virus Covid-19 berdampak pada melambatnya beberapa Lapangan Usaha (LU), terutama LU Perdagangan, LU Industri Pengolahan dan LU Konstruksi.

“Untuk di LU Perdagangan sendiri, Covid -19 ini telah membuat melemahnya daya beli masyarakat, seiring dengan banyaknya pelaku usaha yang melakukan PHK dan merumahkan pegawainya,“ ujar Wiwiek. (R03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Tobat Ekologis dari Kampus: Membaca Darurat Sampah Indonesia
Hadiri Syukuran Hari Bhayangkara ke-80, Bupati Simalungun: Kolaborasi yang Solid Akan Memperkuat Stabilitas Daerah
Wali Kota menghadiri dan mengikuti Upacara Peringatan HUT ke-43 Kota Medan
Irjen Pol. Mahmud Nazly Harahap Jabat Kakorsabhara Baharkam Polri, Zakiyuddin Harahap: Selamat Bertugas
Balitbang Golkar Gelar Diskusi dan Bedah Buku Revolusi Iran Karya Dr. Nasir Tamara
Dituding Sewenang-wenang, Eksepsi Nenek Marlina Ungkap Dakwaan Jaksa Diduga Hasil "Potong Kompas"
komentar
beritaTerbaru