RUPST Inalum 2025 Tetapkan Susunan Direksi dan Komisaris Baru, Kinerja Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
RUPST Inalum 2025 Tetapkan Susunan Direksi dan Komisaris Baru, Kinerja Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
kota
Medan I SUMUT24 Kepala Perwakilan BKKBN Sumut, Temazaro Zega, Minggu (7/7/2019) mengungkapkan, bahwa BKKBN Sumut bersama dengan mitra kerja sangat fokus terhadap peningkatan SDM Remaja di Sumut agar mampu bersaing secara global dalam hal kecakapan intelektual, inovasi, produktif dalam hal yang positif, sehat dalam interaksi dengan lingkungan dan masyarakat, serta damai dalam interaksi sosialnya.
Baca Juga:
- RUPST Inalum 2025 Tetapkan Susunan Direksi dan Komisaris Baru, Kinerja Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
- Temu Kenal Kajari Baru Paluta, Kapolres Tapsel Dorong Soliditas Forkopimda Demi Masyarakat
- Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Padangsidimpuan Bangun Bak Air Bersih untuk 1.000 Warga Joring Lombang
Karenanya, sambung dia, guna mewujudkan generasi yang terencana, akan sangat membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak dan berbagai sektor, agar persoalan remaja dan segala hambatannya dapat diselesaikan dengan bijaksana.
“Dalam jangka panjang, diharapkan dapat mewujudkan generasi emas bagi Indonesia,” paparnya.
Temazaro juga menambahkan, sejak tahun 2007 BKKBN telah menginisiasi pembentukan Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR). Namanya kemudian berkembang menjadi PIK Remaja/Mahasiswa (PIK-R/M) dalam rangka pembinaan ketahanan remaja sebagai bagian dari upaya pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga serta pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas.
Adapun dalam kegiatan GenRe Educamp 2019 itu sendiri, perwakilan BKKBN Sumut mengutus dua orang dari Forum GenRe Sumut yaitu M Fandy Matondang dan Tricory Indah Sari.
Sebelumnya, Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mencatat, setiap tahun 14,2 juta perempuan di Indonesia melakukan pernikahan dini sebelum menginjak usia 18 tahun. Karenanya, bila trend ini terus berlanjut, dikhawatirkan 142 juta remaja putri akan melakukan pernikahan sebelum 2020.
Kepala BKKBN Pusat, Hasto Wardoyo mengatakan, permasalahan remaja pada saat ini memang merupakan persoalan sangat kompleks. Ia menyebutkan, selain rentan akan terjadinya kawin muda, remaja juga rentan terlibat dalam penyalahgunaan NAPZA serta kenakalan remaja lainnya.
“Remaja merupakan individu-individu calon penduduk usia produktif yang pada saatnya kelak akan menjadi subjek (pelaku) pembangunan. Sehingga harus disiapkan agar menjadi SDM yang berkualitas,” ungkapnya pada pembukaan GenRe Educamp 2019 di Banjarbaru, Jumat (5/7).
Namun lanjut dia, fakta yang ada malah menunjukkan, sebagian remaja kini dihadapkan pada situasi yang sangat memperhatinkan, seperti seks pranikah, narkoba, dan lainnya. Termasuk masalah lainnya berupa masih tingginya pernikahan dini.
“Pernikahan dini menempatkan remaja putri dalam resiko tinggi terhadap kehamilan dini dan kehamilan tidak diinginkan, dengan konsekuensi ancaman kehidupan. Pencegahan pernikahan dini akan membantu penurunan resiko infeksi pada saat melahirkan bahkan ancaman kematian pada saat ibu melahirkan serta bayi cacat lahir,” jelasnya. (red)
RUPST Inalum 2025 Tetapkan Susunan Direksi dan Komisaris Baru, Kinerja Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
kota
Temu Kenal Kajari Baru Paluta, Kapolres Tapsel Dorong Soliditas Forkopimda Demi Masyarakat
kota
Sambut HUT Bhayangkara ke80, Polres Padangsidimpuan Bangun Bak Air Bersih untuk 1.000 Warga Joring Lombang
kota
Jelang Hari Bhayangkara ke80, Polres Palas Tabur Bunga di TMP Paringgonan, AKBP Dodik Jangan Lupakan Jasa Pahlawan
kota
Sah! Adiaman Nasution Nahkodai KNPI Padang Lawas 20262029, Pemuda Diajak Bersatu Majukan Daerah
kota
Jelang HUT Bhayangkara ke80, Kapolres Padangsidimpuan Santuni Warakawuri Almarhum Bripka Dazwir
kota
GOKIL! Rapat Bahas TPA Batubola Ricuh, Dua Asisten Pemko Padangsidimpuan Terlibat Adu Mulut di Gedung DPRD
kota
ABPEDNAS Sumut Klaim Sudah Terbentuk di 23 Daerah, Fokus Kawal Dana Desa dan Restorative Justice
News
sumut24.co ASAHAN, Puluhan massa yang tergabung dalam Barisan Rakyat Anti Korupsi (Bara Api) Kabupaten Asahan menggelar unjuk rasa di Kanto
Hukum
ABPEDNAS Sumut dan Kejari Deli Serdang Perkuat Sinergi, Dorong Pembentukan Rumah Restorative Justice di Desa
kota