Ketua Gen Z Sumut Berbagi 100 Porsi Nasi dan 5 Karung Beras Sambut HUT RI ke-81
Ketua Gen Z Sumut Berbagi 100 Porsi Nasi dan 5 Karung Beras Sambut HUT RI ke81
kota
MEDAN I SUMUT24.co Pengurus Wilayah (PW) Nahdlatul Ulama (NU) Sumatera Utara, mengklarifikasi terkait menyebar luasnya pengunaan kata Kafir bagi umat non-muslim yang ramai diperbincangkan warga net di media sosial dan lain sebagainya.
Baca Juga:
Wakil Ketua Rais Suriah PW NU Sumut, Abdul Hamid Ritonga angkat bicara, terkait penggunaan kata kafir kepada masyarakat di luar sana selain Islam.
Menurut Abdul Hamid Ritonga, “Bahwa dalam Munas banyak yang dibicarakan, ada 9 point yang dibicarakan. Banyak di surat kabar dan media online, point yang sangat menonjol dalam permasalahan ini ada kata kafir, padahal tidak ada penggunaannya,” kata Abdul Hamid Ritonga, saat menggelar konferensi pers, di Kantor PW NU Sumut didampingi Wakil, Sekretaris PW NU Sumut Hatta Siregar,unsur Pengurus PW NU Maraimbang Daulay, Zulkarnain di Jalan Sei Batanghari, Kota Medan, Kamis (7/3). Menurutnya, Di Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar PBNU, di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, Banjar, Jawa Barat, Kamis (28/2), Ketua PBNU Said Aqil Siraj menyarankan agar warga Negara Indonesia yang beragama non-Muslim tak lagi disebut sebagai kafir, karena tidak etis diantara umat beragama.
Setelah Munas itu selesai, banyak Waga negara di Indonesia ini langsung menyudutkan NU, bahwa selama ini ajarannya sesat. Abdul Hamid Ritonga mengatakan, bahwa apa yang telah terucap oleh sekelompok orang itu tidak benar.
“Ada yang mengatakan bahwa NU sesaat, sampai sejauh mana NU sesat. Karena dalam munas dan konbes tidak ada dibahas masalah akidah. Namun semata-mata demi keutuhan dan kekrukunan antar umat beragama di Indonesia ini, uvapnya. Mungkin kaitannya dengan pemilihan ya,” katanya, yang menyebutkan, bahwa sebagian orang ingin menjatuhkan organisasi Keagamaan besar ini.
Kemudian ia mengatakan, bahwa apa yang telah diucapkan orang banyak diluar sana, itu tidak benar, bahwa NU tidak pernah mengajarkan kesesatan beragama. Selama ini, kata Abdul, NU selalu mengajarkan tentang akidah beragama, yang dilandasi dengan dasar-dasar Pancasila. “Kita bukan negara agama tetapi negara Pancasila,” kata dia.
Lalu, Abdul Hamid Ritonga mengatakan, Tidak ada pembicaraan yang menjerumuskan agama lain pada saat Munas itu digelar. Menurutnya, seluruh rakyat di Indonesia itu sama, tidak boleh ada dikotak-kotakkan dalam menjalin kerukunan beragama.
“Persaudaraan sesama muslim, sesama anak bangsa, kemanusiaan wajib diperlihatkan. Apabila ini dikotak-kotakkan, tidak boleh. Setiap pulau ada umat yang berbeda agama, namun kita semua harus dapat Membela tanah air,” kata dia.
Munas tersebut digelar, untuk membicarakan tentang bagaimana kondisi politik saat ini. Akan tetapi, Abdul Hamid Ritonga mengatakan, masyarakat di Indonesia salah menerjemahkannya. Memang diakuinya ada mengatakan, masyarakat di luar agama Islam itu non-muslim tapi tidak kafir.
“Tidaklah etis kita sesama anak bangsa di bilang kafir. Nu mengharapkan bangsa Indonesia, menyebut di luar muslim adalah non muslim,” katanya.(W03)
Ketua Gen Z Sumut Berbagi 100 Porsi Nasi dan 5 Karung Beras Sambut HUT RI ke81
kota
H. Ruslan Momen 17 Agustus Tepat untuk Bangkitkan Kembali Cinta Tanah Air
kota
Khidmat HUT ke81 RI di SMPSMA Santo Thomas 3, Danton Paskibraka Darel Tamba Bercitacita Kibarkan Merah Putih di Istana Negara
kota
EmakEmak Gaul Kibarkan Merah Putih di Puncak Gunung Teletabis, Serukan Indonesia Berdaulat dan Makmur
kota
Wali Kota Binjai Lantik Pengurus Solidaritas Pasar Hongkong Periode 2026&ndash2031
kota
Bakopam Sumut Gelar Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke81 di Dua Lokasi
kota
Semangat Kemerdekaan,BRI BO Sibuhuan Gelar Upacara HUT ke81 RI
kota
Semarak HUT RI ke81, Guru dan Jajaran TPI Medan Gelar Makan Bersama dan Lomba Kemerdekaan di Pantai Sri Mersing
kota
TANJUNG MORAWA Sumut24.coPT Perkebunan Nusantara I (Persero) Regional 1 menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang T
Umum
sumut24.co TANJUNGBALAI, Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Tanjungbalai berlangsung me
News