Sang Pakar Intelijen Duduki Posisi Kabaintelkam Mabes Polri
Sang Pakar Intelijen Duduki Posisi Kabaintelkam Mabes Polri
News
Baca Juga:
MEDAN — Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto melakukan rotasi besar-besaran di lingkungan Polri. Salah satu keputusan strategis dalam mutasi perdana di era kepemimpinannya adalah menunjuk Irjen Pol. Deddy Kusuma Bakti sebagai Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri.
Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Mutasi itu mencakup 88 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen), termasuk sejumlah jabatan strategis di Mabes Polri dan 19 posisi Kapolda.
Dalam telegram tersebut, Irjen Pol. Deddy Kusuma Bakti yang sebelumnya merupakan Pati Baintelkam Polri dalam rangka penugasan pada BIN, dipercaya mengisi posisi Kabaintelkam Polri. Ia menggantikan Komjen Pol. Yuda Gustawan yang selanjutnya ditugaskan sebagai Pati Baintelkam untuk penugasan pada Kantor Staf Presiden (KSP).
Penempatan Deddy Kusuma Bakti di posisi strategis tersebut menjadi perhatian karena rekam jejaknya di bidang intelijen dan keamanan. Ia merupakan alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1996. Sejumlah pemberitaan juga mencatat bahwa Deddy sebelumnya pernah menduduki jabatan strategis di bidang intelijen, termasuk Dirintelkam Polda Metro Jaya.
Dengan jabatan Kabaintelkam yang memiliki eselon kepangkatan Komisaris Jenderal, Deddy yang saat ini berpangkat Irjen berpeluang menyandang pangkat bintang tiga sesuai proses kenaikan pangkat dan ketentuan organisasi.
Dinilai Memiliki Pengalaman Panjang di Dunia Intelijen
Pengalaman Deddy di bidang intelijen dan keamanan mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Salah satunya Muhammad Azhari Marpaung, advokat yang juga pernah menjabat Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN Sumatera Utara periode 2019–2020.
Menurut Azhari, pengalaman Deddy di bidang intelijen membuatnya dinilai memiliki kemampuan memahami dinamika sosial dan karakter masyarakat di berbagai daerah.
«"Komjen Pol. Deddy Kusuma Bakti merupakan pribadi yang sangat humanis. Semua elemen masyarakat di Sumatera Utara merasa dekat dan hangat ketika berdialog dengan beliau," ujar Azhari.»
Ia menyebut Deddy memiliki pengalaman penugasan di sejumlah wilayah dengan karakter persoalan keamanan yang kompleks.
Menurut Azhari, pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam menjalankan tugas sebagai Kabaintelkam, sebuah jabatan yang memiliki peran strategis dalam membaca potensi gangguan keamanan, dinamika sosial, serta perkembangan situasi nasional.
"Jiwa intelijennya sangat mendarah daging. Dengan pengalaman panjang di bidang intelijen di sejumlah wilayah, beliau layak disebut sebagai salah satu sosok yang memahami intelijen modern," kata Azhari.
Pengalaman di Sumatera Utara
Nama Deddy Kusuma Bakti juga tidak asing bagi masyarakat Sumatera Utara. Saat bertugas sebagai Direktur Intelijen dan Keamanan Polda Sumatera Utara, ia berada dalam jajaran kepolisian yang menghadapi dinamika keamanan dan sosial-politik menjelang Pemilu 2019.
Azhari menilai pendekatan yang dilakukan Deddy ketika itu tidak hanya mengandalkan aspek penegakan hukum, tetapi juga komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat, termasuk mahasiswa dan aktivis.
"Kalau di Sumatera Utara, beliau akrab dipanggil Om Deddy. Beliau sangat memahami psikologi masyarakat. Cara beliau membangun komunikasi membuat berbagai elemen mudah menerima dan berdialog," ujarnya.
Menurut Azhari, pendekatan komunikasi tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga suasana tetap kondusif selama tahapan Pemilu dan Pilpres 2019 di Sumatera Utara.
Dekat dengan Mahasiswa dan Aktivis
Selain pengalaman di bidang intelijen, Deddy juga disebut memiliki kedekatan dengan kalangan mahasiswa dan aktivis.
Azhari mengatakan hubungan tersebut dibangun melalui komunikasi yang terbuka dan pendekatan humanis.
"Beliau sangat dekat dengan mahasiswa dan aktivis. Karena itu, di Sumatera Utara beliau akrab dipanggil Om Deddy," katanya.
Bagi Azhari, pendekatan kepada masyarakat merupakan bagian penting dari kerja intelijen, terutama dalam membaca perkembangan situasi secara langsung dari lapangan.
Disebut Religius dan Dekat dengan Ulama
Azhari juga menyoroti sisi religius Deddy Kusuma Bakti. Ia mengaku mengetahui kebiasaan Deddy ketika masih bertugas di Polda Sumatera Utara yang disebutnya sangat memperhatikan pelaksanaan ibadah.
"Dulu ketika bertugas di Polda Sumatera Utara, beliau sangat menjaga salat dan sering mengajak tamu yang beragama Islam untuk melaksanakan salat di awal waktu," ujar Azhari.
Menurutnya, kedekatan dengan masyarakat dan kehidupan religius menjadi dua sisi yang berjalan beriringan dalam pribadi Deddy.
"Itulah mengapa menurut saya hablumminallah dan hablumminannas beliau berjalan beriringan dengan baik," pungkas Azhari.
Kini, pengalaman panjang Deddy Kusuma Bakti di bidang intelijen dan keamanan akan diuji dalam ruang lingkup yang jauh lebih luas. Sebagai Kabaintelkam Polri, ia akan mengemban salah satu posisi strategis dalam struktur Mabes Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.
Sang Pakar Intelijen Duduki Posisi Kabaintelkam Mabes Polri
News
Menhan Beradab di Tengah Candu Pasukan Siber
News
Firli Bahuri Resmi Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude dan IPK 4,0
News
Yayasan Brata Bhakti Sumut Beri Bantuan Beasiswa dan Santunan Kepada Anak Yatim Polri
News
CEO Sumut24 Group Rianto Ucapkan Selamat kepada Sonny Irawan sebagai Kapolda Sumut
News
Profil Irjen Pol Mahmud Nazly Harahap, Putra Medan yang Kini Dipercaya Jadi Kadiv Propam Polri
News
Irjen Mahmud Nazly Harahap Dipercaya Jadi Kadiv Propam Polri
News
Belawan sumut24.co Komando Daerah Angkatan (Kodaeral) I, Semangat kebersamaan terlihat ketika prajurit dan PNS Kodaeral I bersama masyarak
News
Brigjen Pol Sonny Irawan Jadi Kapolda Sumut
News
AKP M Ainul Yaqin Jadi Kapolsek Medan Sunggal
News