Sabtu, 20 Juni 2026

Kota Medan Penilaian Terendah, Walikota Harus Segera Berbenah

Administrator - Rabu, 23 Januari 2019 16:25 WIB
Kota Medan Penilaian Terendah, Walikota Harus Segera Berbenah

MEDAN I SUMUT24

Baca Juga:

Akademisi USU Roy Fachraby Ginting SH MKn mengatakan, Kota Medan sebagai kota Metropolitan sudah pada posisi lampu merah dan hal ini pula membuat kota Medan memperoleh predikat kota terjorok, akibat pengelolaan sampah yang sangat buruk yang membuat ibu kota Sumatera Utara ini masuk dalam kategori Kota Metropolitan paling kotor,kata Roy Fachraby Ginting di kampus USU Padang Bulan Medan, Rabu (23/1).

Dikatakan Ginting, sebagai warga kota, kita tentu sangat malu dan terpukul dengan penilaian kota terkotor dan terjorok itu dan hal ini tentunya, Walikota serta seluruh jajarannya segeralah berbenah dan perbaiki manajemen pengelolaan kota ini, mulai dari aparatur, sistem dan program serta dana atau anggaran yang tepat guna dan tepat sasaran serta solusi untuk memperbaiki mental dan karakter masyarakat untuk ikut serta menjaga kebersihan kota Medan.

Roy Fachraby Ginting yang dosen Filsafat Fakultas Kedokteran Gigi USU ini mengatakan, kini kota Medan telah mendapat pekerjaan rumah yang sangat rumit dalam menuntaskan persoalan sampah yang ternyata sangat ribet , dan itu harus mendapat perhatian serius Walikota Medan Dzulmi Eldin untuk menuntaskannya.

Menurut Roy, berbagai upaya peningkatan pembangunan kota Medan tentu harus didukung oleh seluruh aparatur pemerintah Kota Medan tanpa terkecuali. Segera evalusi pejabat yang tidak mampu dan tidak bekerja dan berkarya dan Walikota harus berani dan tegas.

Roy Fachraby mengingatkan bahwa pembenahan-pembenahan dalam pelayanan publik di kota Medan sudah menjadi sebuah keharusan. Kebersihan kota dan keindahan kota Medan dengan taman-taman tertata rapi mutlak harus segera dilakukan dan hal ini tentu menjadi daya tarik Medan sebagai kota pariwisata dan sebagai ibukota Sumut.

Menurut Roy, kota Medan menjadi bagian dari daerah yang masuk dalam proyek strategis nasional. Dalam hal inilah ia meminta agar Kota Medan harus segera berbenah dengan agenda menuntaskan persoalan sampah dan papan reklame serta semrawutnya kota dengan kemacetan dan kekumuhan daerah pinggiran kota harus menjadi perhatian utama Walikota Medan dan jajarannya untuk memperbaiki dan membenahinya dan ini tentu harus menjadi program utama.

Kunci membangun Kota Medan itu, ungkap Roy, tidaklah sulit. Walikota Medan itu haruslah figur pemimpin yang punya kebijakan, berani dan tegas untuk menyelesaikan masalah sampah, banjir, macet dan kekumuhan kota Medan dan Walikota juga adalah sekaligus figur yang memiliki cinta kasih dan perhatian kepada warganya dan dengan demikian warga kota juga akan memiliki rasa tanggung jawab untuk ikut menjaga dan membangun kota ini kata Roy Fachraby Ginting yang juga dosen Etika Fakultas MIPA USU ini.

TIDAK HERAN

Sementara itu, secara terpisah dosen USU Drs Wara Sinuhaji MHum, Rabu (23/1) mengatakan, tidak heran kalau kota Medan dijuluki sebagai kota terjorok. Dari awal saya sudah prediksi Medan bakal dapat julukan kota terjorok dan bisa juga menyusul, sebutan lain seperti terjelek dan lain-lain. Karena kota Medan ini seperti tidak punya walikota, ini bukan baru dan sudah lama.

Sebagai contoh, parkirkan mobil anda di depan rumah pagi hari dan sorenya akan penuh dengan debu, artinya Medan tidak pernah dipelihara pemerintah dan walikota mengabaikan itu sehingga wajar kota Medan dapat predikat Medan kota terjorok di seluruh Indonesia. Padahal ada Dinas PU dan Dinas kebersihan yang paling bertanggungjawab akan kebersihan. Kita lihat dimana-mana sampah dan tidak ada tempat pembuangannya terutama tempat penampungan sampah sementara. Akibatnya masayarakat buang sampah dimana-mana, termasuk di jalanan.

“Saya kan bayar retribusi sampah Rp15 ribu/bulan tetapi Medan tetap jorok. Harusnya warga ikut intropeksi diri dan malu karena dibilang kota terjorok. Sementara pemerintah dan Walikota Medan terkesan tidak peduli dengan sampah, justru itu kita harus sadar dan tidak sembarangan buang sampah,” kata Wara.

Bisa kita lihat, pagi-pagi warga bawa sampah dalam plastik dan dibuang di jalanan, sepertinya mereka tidak punya otak dan malam-malam sampah dibuang ke sungai seperti di jalan Mongonsidi Medan. Diharapkan Pemko Medan memperbanyak fasilitas tempat pembuangan sampah sementara.

“Apakah kita memang sudah salah memilih Walikota Medan, contoh kejelekan lain, malam hari banyak lampu jalan tidak menyala karena rusak, padahal kita bayar pajak penerangan lampu jalan setiap bulannya. Kalau top manajemen atau Wali Kota Pemko Medan kerja serius , tak mungkin Medan dijuluki kota terjorok,” kata Wara.

Surabaya bisa bersih karena walikotanya serius. Bisa kita lihat juga di kota Medan, pasar-pasar tradisional tidak ada yang kondusif. Juga lalu lintas sembraut padahal banyak pejabat dan DPRD studi banding ke negara-negara tetangga seperti Penang, Bangkok dan lainnya. Harusnya bisa diterapkan di kota Medan hasil study bandingnya itu,kata Wara.(C04)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Percepat Pembangunan Jalan, Wakil Bupati Asahan Koordinasi Langsung ke BBPJN Sumut
Pererat Sinergi TNI-Polri, Dandim 0208 Asahan Hadiri Olahraga Bersama Peringatan Hari Bhayangkara ke 80
Polres Padangsidimpuan Tutup Rangkaian Lomba HUT Bhayangkara ke-80, SMK Negeri 1 dan Tim Sigma UIN Syahada Raih Juara Cerdas Cermat
Humanis dan Tegas, Polres Tapsel Kawal Eksekusi PN Padangsidimpuan Tanpa Gangguan Kamtibmas
Bupati Putra Mahkota Alam Serahkan Pertanggungjawaban APBD 2025, Padang Lawas Cetak Sejarah Raih Opini WTP
Lindungi Generasi Muda, Pemkab Padang Lawas dan BNNK Tapsel Perkuat Kolaborasi Anti Narkoba
komentar
beritaTerbaru