MEDAN I Sumut24.co
Sebagian masyarakat Sumatera Utara (Sumut) menggantungkan hidupnya pada sektor perkebunan, pertanian, kehutanan, pertambangan dan pariwisata. Namun di satu sisi, kelestarian lingkungan juga perlu dijaga agar perekonomian masyarakat tetap lestari dan terhindar dari bencana alam.
Baca Juga:
“Karena itu, perlu dikombinasikan antara kebutuhan hidup manusia dan kelestarian lingkungan,†ujar Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu) Dr Ir Hj R Sabrina MSi pada Pembukaan Diskusi Mewujudkan Rantai Pasok Komoditi Perkebunan yang Berkelanjutan Melalui Pendekatan Bentang Alam Secara Yurisdiksi di Cambridge Hotel Medan, Jalan S Parman, Medan, Rabu (16 /1).
Menurut Sekdaprovsu, di Sumut sedikitnya terdapat 4 juta kepala keluarga (KK) yang menggantungkan hidupnya pada sektor perkebunan. Agar perkebunan dapat berkelanjutan dan menghasilkan produk yang berdaya saing di pasar global, maka harus dilakukan upaya pelestarian lingkungan.
Selain itu, Sekdaprovsu juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama di kawasan pariwisata. Jangan hanya mengambil keuntungan dari alam saja, tatapi juga harus mau menjaga kebersihan dan kelestariannya. “Kita membangun tempat wisata, tetapi sampah bertaburan di mana-mana,†ujar Sabrina.
Sabrina juga mengatakan, di daerah ini banyak spesies hewan dan tumbuhan yang tidak ada di daerah lainnya. Hal itu menjadi kelebihan Sumut dibanding daerah lain, karena itu perlu disyukuri. “Silahkan dirawat, karena merawat juga merupakan bagian dari ungkapan rasa syukur,” katanya.(W03)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News