MEDAN I SUMUT24.co
Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pengamat Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) Azhari AM Sinnik sebagai penyelenggara dialog publik kejayaan kesultanan Bahrain Kota Pinang sangat menyesalkan ketidak hadiran Bupati Labusel Wildan Aswan Tanjung dalam acara penting tersebut, ucapnya ucapnya sebagai penyelenggara dan narasumber dalam Dialog Publik tersebut di Gedung Santun Berkata Bijak Berkarya, Kota Pinang Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Propinsi Sumatera Utara, Sabtu (22/12/2018).
Menurutnya, Kita sangat menyesalkan ketidakhadiran Bupati dalam acara penting tersebut, kita sudah capek-capek menghadirkan Narasumber dari PUPR, Ahli Sejarah, Arkeologi dan sebagainya, namun mereka tidak hadir satupun atau yang mewakilinya. ini jelas bahwa pemerintah Kabupaten Labusel tak beradat dan tak berbudaya, ucapnya. sesuai dengan UU no 5 tahun 2017 tentang cagar budaya, kalau Bupati atau Pemkab Labusel tak mendukung tentang mengungkap dan mengembalikan Kejayaan Kesultanan Bahran, Bupati dan Pemkab Labusel akan digugat, ucapnya. dalam hal ini kita tidak main-main, ini semua kita lakukan demi anak cucu nantinya. dimana Kesultanan Bahran pernah berjaya dan kita akan berusaha mengembalikannya, apalagi Pemerintah pusat telah menyatakan kesiapan pembangunannya dari segi pendanaan. makanya tinggal komitmen pemerintah Labusel dan masyarakat agar Kejayaan Kesultanan Bahran dapat dikembalikan. dalam acara tersebut juga dilakukan penandatangan komitemen bersama yang ditandatangani berbagai unsur diantaranya dari ahli waris, Pemprovsu, Ormas OKP dan lembaga stakeholder lainnya dan nihil Pemkab Labusel.(W03).
Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News