SIDIKALANG | SUMUT24.co
Baca Juga:
Sejumlah petani jeruk di Kabupaten Dairi mengeluh dengan kondisi harga jual komoditas jeruk yang terus mengalami penurunan dalam sebulan terakhir.
Salah seorang petani jeruk, Andre Pasaribu mengaku harga jual jeruk sempat berada dibawah Rp3 ribu 1 Kg. Kondisi itu membuat petani kesulitan, sebab modal untuk perawatan hingga masa panen membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
“Dua minggu lalu, keluarga ada jual ke tauke sekilonya Rp 2.700 – Rp 2.800. Makanya sekarang banyak petani jeruk yang mengeluh dan putus asa,” kata Andre, Selasa (11/12).
Padahal menurutnya, biasanya harga normal jeruk berkisar diangka Rp4.000 – Rp5.000. Sehingga, ia berharap Pemerintah Kabupaten Dairi memberi perhatian kepada petani jeruk atas kondisi tersebut.
“Maunya pemerintah turun tangan supaya harga jeruk dipasaran stabil. Jadi petani pun tak melulu merugi,” sebutnya
Persoalan lain yang menyebabkan harga jual jeruk turun, Andre mengaku disebabkan serangan hama yang mengganggu tanaman jeruk yang mereka tanam.
“Lalat buah ini juga turut mempengaruhi. Sampai sekarang belum ada obatnya. Dinas Pertanian pun belum ada kasih penyuluhan cara menghindari serangan lalat buah,” ucapnya.
Pernyataan tak jauh berbeda disampaikan petani jeruk dikawasan Sitinjo Payung, Hartono Capah. Hartono menyebutkan kini harga jual jeruk berkisar Rp3.500/Kg.
“Dengan harga segitu, kami petani jeruk menjerit lah. Infonya karena jeruk dari Pulau Jawa penuhi pasar jadi harganya jatuh,” sebutnya.(red)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News